Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:43 WIB. Pertamina - Pertamina MOR IV memasok kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jateng.
  • 20:42 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan dua titik BBM satu harga di Maluku dan Papua.
  • 20:42 WIB. Perindo - Perindo fokus perkuat ekspor perikanan ke Jepang dan AS.
  • 20:42 WIB. AXA - Axa Mandiri menargetkan premi nasabah prioritas naik 10% tahun ini.
  • 20:41 WIB. PTPN - Berdasarkan perkiraan PTPN, stok GKP pada awal tahun depan hanya 300.000-400.000 ton.
  • 20:41 WIB. PTPN - PTPN Holding akan meminta kuota untuk impor gula mentah pada tahun ini.
  • 20:41 WIB. Energi - Pertamina bersinergi dengan PLN terkait pemanfaatan listrik di lingkungan Pertamina RU II.

Penuhi Permintaan Pasar, Kredivo Luncurkan Produk Pinjaman Tunai

Foto Berita Penuhi Permintaan Pasar, Kredivo Luncurkan Produk Pinjaman Tunai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kredivo meluncurkan produk pinjaman tunai untuk para penggunanya, yakni Personal Loans. Versi beta Personal Loans sudah diluncurkan sejak Oktober lalu. Pada Selasa (4/11/2018), pihak Kredivo mengumumkan produk itu sudah dapat digunakan oleh seluruh penggunanya mulai bulan ini.

Head of Product Kredivo, Adiska Haryadi mengatakan, terdapat permintaan terhadap produk pinjam tunai di pasar. Oleh karena itu, mereka membuat produk Pinjaman Tunai Kredivo untuk memenuhi demand tersebut.

"Kami membuat layanan pinjam tunai berdasarkan demand yang besar di pasar, divalidasi dari feedback dari pengguna. Kami mengadakan riset dan survei produk yang dibutuhkan pasar," papar Adiska kepada pers, Selasa (4/12/2018).

Ada dua jenis paket dari produk Pinjaman Tunai Kredivo, yakni mini dan jumbo. Pada paket mini, pinjaman dimulai dari Rp500 ribu dengan tenor 30 hari dan bunga sebesar 2,95% hingga 4%. Sementara pada paket jumbo, pinjaman mulai dari Rp1 juta dengan tenor 3 hingga 6 bulan dan bunga sebesar 2,95%. Kredivo mengklaim pengajuan pinjaman tunai tidak memakan waktu yang lama.

"Semua pengajuan pinjaman kami mudah dilakukan, tidak berbelit-belit. Semua pengguna yang pengajuan kreditnya sudah disetujui oleh Kredivo, saat mengajukan Personal Loans tidak akan di-review lagi. Sekali terdaftar di Kredivo, tidak perlu di-review lagi," jelas Adiska.

Menurutnya, produk Pinjaman Kredit Kredivo ditujukan untuk kebutuhan mendesak para pengguna. Misalnya, kebutuhan mendadak dalam bidang kesehatan, renovasi rumah, dan pendidikan.

Adiska mengatakan, "Untuk saat ini, alasan terbesar orang mengambil pinjaman tunai pada kami adalah pendidikan. Kami turut senang karena bisa membantu pendidikan masyarakat Indonesia."

Dengan meluncurkan produk Personal Loans, Kredivo menargetkan pertumbuhan sebesar 50%. Lebih lanjut, sampai akhir tahun nanti, mereka berharap produk terbaru itu mampu mencapai 30% dari total transaksi.

"Lewat produk Personal Loans kami punya target untuk mendapat pertumbuhan sebesar 50%," ujar Adiska.

Sampai saat ini, Kredivo memiliki sekitar 1 juta pengguna. Semua akses pinjaman dapat dinikmati oleh mereka. Kredivo juga mengklaim telah menyalurkan puluhan juta dolar per bulan, namun menolak untuk menyebutkan angka spesifiknya.

Tag: Kredivo

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93