Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:57 WIB. Sandiaga - OK OCE sudah tersebar di seluruh Indonesia, melalui gerakan ekonomi nasional.
  • 00:56 WIB. Sandiaga - Banyak yang kritik OK OCE kurang sukses di Jakarta.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Saya pesan ke Achmad Zaky dan Ahmad Dhani untuk sabat.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Semua meyakini Achmad Zaky tidak bermaksud dan tidak sedang berpolitik.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Doa Mbah Maimoen yang doakan Prabowo dihadapan Jokowi juga tanda alam.
  • 00:53 WIB. Priyo Budi Santoso - Cuitan Achmad Zaky (CEO Bukalapak) bisa jadi pesan dari langit, tanda alam.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Debat kedua sebagai koreksi pelaksanaan debat pertama yang cenderung monoton.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Seharusnya tidak perlu ada contekan dalam debat kedua besok.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Masyarakat memerlukan Capres yang independen dalam pemikiran.
  • 00:21 WIB. Fahri Hamzah - Usul, debat besok kedua kandidat harus dikonfontasi terkait visi misi dan program.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Diharapkan masyarakat dapat mengetahui fakta dari pencapaian pembangunan.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Materi debat kedua, akan disadurkan dengan data akurat yang ada.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Debat besok, akan kami sampaikan apa  yang sudah dikerjakan.
  • 00:10 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Prabowo layak menjadi profesor, lantaran pengetahuan, bacaan, dan karyanya.
  • 00:10 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Orang lupa, Prabowo adalah jenderal intelek yang sudah banyak hasilkan buku.

Riset Line: Hambatan Pengetahuan-Aksesibilitas Teratasi, Fintech Punya Kesempatan Besar

Foto Berita Riset Line: Hambatan Pengetahuan-Aksesibilitas Teratasi, Fintech Punya Kesempatan Besar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Para konsumen di Taiwan, Thailand, dan Indonesia mengatakan bahwa mereka sangat siap merangkul masa depan bernuansa fintech dan cash-free. Sementara konsumen di Jepang dan berbagai pasar lain yang disurvei memilih mengambil pendekatan wait-and-see, walau melihat manfaat dari solusi-solusi yang ditawarakan.

Demikian beberapa simpulan yang ditarik dari survei Line Corporation, yang meninjau 5.000 pengguna smartphone di tujuh pasar tentang pandangan dan keyakinannya pada fintech. Survei ini meneliti lebih jauh para konsumen di empat pasar utama, yaitu Jepang, Thailand, Taiwan, dan Indonesia, selain Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

"Secara keseluruhan, pasar-pasar ini menyingkap kesempatan besar bagi penggunaan fintech yang lebih luas, asalkan tantangan yang berkenaan dengan tingkat kesadaran dan akses pada produk yang rendah antara para konsumen dapat dilampaui," tulis Line Corporation dalam laporan surveinya yang diluncurkan hari ini, Selasa (4/12/2018).

Dunia yang siap untuk fintech 

Di ketujuh pasar, 64% responden setuju bahwa fintech memudahkan perencanaan dan pengelolaan keuangan mereka. Tingkat kepercayaan pada fintech umumnya tinggi, dengan 63% responden mengatakan percaya pada produk dan layanan yang sudah mereka kenal dan 30% menyatakan rasa ambivalen terhadap produk dan layanan tersebut.

Kepercayaan tampaknya meningkat semakin mudanya usia pengguna, hanya 55% dari mereka yang berusia di atas 55 tahun menaruh kepercayaan pada fintech, dibanding 69% dari usia 18-34 tahun. Ini mengindikasikan potensi fintech pada kelompok usia muda.

Akan tetapi, di semua pasar yang disurvei, tingkat pengetahuan para responden terhadap produk dan layanan terkait fintech yang tersedia di pasar masih relatif rendah, dengan kurang dari setengah responden mempunyai pengetahuan atas ini (44%), meskipun persentase naik menjadi 52% di antara mereka yang muda (rentang usia 18-34 tahun).

Dari semua produk dan layanan, para responden bersedia menggunakan dalam bentuk layanan mobile atau aplikasi, tabungan (65%), transfer uang (57%), rekening berjalan (48%), dan asuransi (48%) merupakan pilihan-pilihan paling populer. Asuransi jiwa (65%), asuransi perjalanan (58%), dan asuransi rumah (50%) terpilih sebagai bentuk asuransi yang ingin diakses para responden.

Negara-negara memiliki kesiapan berbeda akan fintech

Walau para responden di setiap pasar mempunyai ketertarikan dan kekhawatiran berbeda-beda, Thailand, Taiwan, dan Indonesia menonjol karena mereka sangat tertarik pada masa depan, di mana keuangan menjadi digital. Ketika ditanya tentang prospek negara mereka menjadi cash-free, responden di ketiga negara tersebut memberi jawaban baik dengan rata-rata 37%. Di Thailand, 57% responden 'gembira' jika menjadi cash-free, diikuti Indonesia 56%, dan Taiwan 52%. Korea Selatan juga menjawab secara positif di 45%.

Negara-negara tersebut juga menjawab dengan lebih positif terhadap pembelian produk keuangan melalui layanan berbasis mobile. Ketika 65% dari keseluruhan responden ingin membuka tabungan melalui aplikasi mobile, Thailand memimpin dengan 83%, diikuti Indonesia 77%, dan Taiwan 69% (Korea Selatan juga mendapatkan hasil yang baik di 75%).

Sebaliknya, para responden di Inggris, AS, dan Jepang tidak begitu bersemangat meninggalkan cara-cara tradisional. Hanya persentasi kecil dari responden berhasrat untuk menjadi cash-free, dengan Jepang 24%, AS 20%, dan Inggris di posisi terakhir dengan 19%.

Secara khusus, Jepang berada di paling belakang di antara negara-negara berkembang ketika berkenaan dengan cashless. Namun, dengan adanya usaha pemerintah mengurangi ketergantungan pada uang tunai, bidang ini memiliki potensi untuk bertumbuh kembang.

Inggris, AS, dan Jepang berada di bawah skor rata-rata yang berhubungan dengan kesediaan menggunakan mobile untuk membeli layanan fintech. Di 49%, Jepang mempunyai persentase responden terendah yang mengatakan bersedia membuka tabungan, dengan AS (53%) dan Inggris (57%) berada sedikit di atas. Untuk berinvestasi lewat mobile, Inggris duduk di posisi akhir pada 28%, diikuti oleh AS dan Jepang di 37%, sebuah angka yang mendekati rata-rata survei di 45%.

Tag: Financial Technology (FinTech), Line Corporation

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Twitter.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31