Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Debat kedua sebagai koreksi pelaksanaan debat pertama yang cenderung monoton.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Seharusnya tidak perlu ada contekan dalam debat kedua besok.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Masyarakat memerlukan Capres yang independen dalam pemikiran.
  • 00:21 WIB. Fahri Hamzah - Usul, debat besok kedua kandidat harus dikonfontasi terkait visi misi dan program.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Diharapkan masyarakat dapat mengetahui fakta dari pencapaian pembangunan.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Materi debat kedua, akan disadurkan dengan data akurat yang ada.
  • 00:13 WIB. Jokowi - Debat besok, akan kami sampaikan apa  yang sudah dikerjakan.
  • 00:10 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Prabowo layak menjadi profesor, lantaran pengetahuan, bacaan, dan karyanya.
  • 00:10 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Orang lupa, Prabowo adalah jenderal intelek yang sudah banyak hasilkan buku.
  • 00:10 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Prabowo sangat menguasai materi debat kedua.
  • 00:09 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Debat Pilpre sesi kedua, Prabowo akan sampaikan jurus khusus. Tunggu saja.
  • 23:05 WIB. Apple - Beredar kabar Apple patenkan ponsel layar lipat lagi. 
  • 23:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek cari suntikan modal Rp28 triliun.
  • 23:02 WIB. Xiaomi - Robot penyedot debu dan lampu pintar Xiaomi masuk Indonesia.
  • 23:00 WIB. NASA - Tahun ini NASA mau mendarat di Bulan.

Pelemahan Rupiah, Kenaikan BI Rate Hanya Solusi Sementara

Foto Berita Pelemahan Rupiah, Kenaikan BI Rate Hanya Solusi Sementara
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ekonom Indef, Nailul Huda, menilai langkah pemerintah dengan menaikan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) tidak cukup kuat untuk menahan tekanan dolar AS terhadap rupiah dalam jangka panjang. Apalagi defisit neraca transaksi berjalan saat ini makin melebar menjadi US$8,8 miliar atau 3,37% dari PDB per kuartal-lll lalu, yang dikhawatirkan semakin menekan nilai rupiah.

"Neraca pembayaran pada kuartal-lll lalu masih defisit dan ini merupakan defisit yang paling parah. Takutnya ini semakin menekan rupiah. Pemerintah perlu memikirkan cara lain untuk menjaga nilai tukar rupiah.BI rate dinaikan itu cuma jangka pendek saja dalam mengapresiasi rupiah," kata dia di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Ditambahkan, tekanan nilai tukar juga datang dari neraca perdagangan yang kondisinya saat ini masih defisit. Penyebabnya, besarnya impor migas dan komponen atau bahan baku untuk keperluan pembangunan infrastruktur yang juga tidak sedikit. Rupiah sempat tertekan di level Rp15.000 perdolar beberapa saat setelah the fed, bank sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga acuaan mereka atau fed fund rate.

"Namun demikian secara year to date hingga akhir November lalu rupiah mengalami pelemahan atau depresiasi 8,25%, lebih rendah dari Turki, India, dan Bangladesh," kata dia.

Sementara Ketua Umum Barisan Nusnatara, Nurdin Tampubolon Ketum Barisan Nusantara menambahkan pelemhaan rupiah sendiri memang tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang belum membaik. Di sisi lain perekonomian AS sebagai negara paling besar dari sisi ekonomi terus membaik dan bank sentral mereka terus berencana menaikan suku bunganya dari saat ini sekitar 0,75%.

Untuk itu, pemerintah diminta tidak hanya fokus pada pengetatan suku bunga acuan, namun juga fokus memperbaiki fundamental perekonomian termasuk di dalamnya neraca perdagangan. Adanya pengetatan suku bunga acuan yang saat ini sekitar 6 persen dinilai bisa membahayakan daya saing industri.

"Saran saya suku bunga harus berdaya saing, diturunkan saja. Negara tetangga kan gitu, sehingga produk mereka di pasar global berdaya saing tinggi, kita perlu mencontoh mereka," kata dia.

Ditambahkan, untuk memperbaiki fundamental ekonomi khususnya neraca perdagangan yang masih defisit, ia mengapresiasi langkah pemerintah menekan impor bahan bakar dengan meningkatkan penggunaan biodiesel.

"B20 plus (B30 dan B40) itu kalau bisa berjalan dengan baik bisa menekan impor 80T atau $6 miliar. Kalau B30 atau B40 bisa menzerokan impor. Itu fokus pemerintah. Sampai mereka mempertimbangkan perlunya membangun fakultas kelapa sawit untuk membangun hulu dan hilir industri," tambah dia.

Tag: Rupiah, BI Rate

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Yosi Winosa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31