Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:54 WIB. BRI - BRI targetkan bisnis kartu kredit tumbuh 40% di tahun ini.
  • 05:53 WIB. GPN - BI menargetkan 30% kartu debit GPN sudah tersebar di masyarakat tahun ini.
  • 05:52 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah pastikan masuk BUKU 3 tahun ini.
  • 05:50 WIB. PTBA - Geliat harga batu bara kalori rendah diyakini PTBA akan turut mengerek kinerja keuangan perseroan.
  • 05:49 WIB. Mandiri - Bank Mandiri optimis mencapai target ahun ini.
  • 05:48 WIB. Pelni - Pelni menyiapkan capex 2019 senilai Rp322 miliar .
  • 18:45 WIB. Boeing - Lion Air resmi hentikan operasi Boeing 747-400. 

Perlunya Pengetahuan Lebih untuk Kasus HIV-AIDS 

Perlunya Pengetahuan Lebih untuk Kasus HIV-AIDS  - Warta Ekonomi
WE Online, Medan -

Saat ini ada tiga tujuan besar yang ingin dicapai sebagai pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS. Sehingga untuk mewujudkan penyelesaian kasus HIV-AIDS khususnya di Sumut maka banyaknya informasi untuk menambah pengetahuan terkait penyakit ini.

Focal Point Jaringan Indonesia Positif (JIP) Wilayah Kabupaten Deliserdang, Sumut, Antono mengatakan, banyak orang berpikiran penyakit AIDS menjadi momok yang menakutkan. Sehingga orang banyak berpikiran orang yang terjangkit akan cepat meninggal. 

"Dianggap bahwa penularan HIV ini gampang tertular. Padahal jika kita hanya bersentuhan biasa tidak akan tertular. Sehingga butuh pengetahuan masyarakat agar tidak salah menilai orang yang terjangkit AIDS," katanya, Rabu (5/12/2018).

Dikatakannya, untuk persentase masyarakat yang terjangkit HIV - AIDS khusus kabupaten Deliserdang, maka dilihat dari data jauh di angka estimasi karena masyakarat Deliserdang banyak mengakses pengetahuan tentang HIV dari kota Medan.

"Masyarakat banyak mencari informasi maupun pengobatan penyakit ini pergi ke Kota Medan dengan alasan rumah sakit di kota Medan lebih lengkap alat alat medisnya," ujarnya.

Dikatakannya, untuk di Sumut masih nol diskriminasi dalam penanggulangan HIV sehingga masih menjadi tantangan.

"Masih teringat jelas beberapa waktu lalu mengenai lima anak yang positif HIV di kabupaten Samosir, yang tidak diperbolehkan bersekolah seperti anak anak lainnya oleh masyarakat sekitar. Ini adalah tantangan kita dan pemerintah," ujarnya.

Noi diskriminasi menyoroti mengenai hak setiap orang bebas dari diskriminasi, tidak seorangpun boleh menghadapi diskriminasi karena persoalan umur, jenis kelamin, identitas gender, orientasi seksual, kecatatan, ras, status etnis, Bahasa, status kesehatan termasuk HIV, lokasi geografis, status ekonomi atau status sebagai migran atau karena alasan lainnya. 

"Persoalan diskriminasi yang terjadi justru kemudian melemahkan berbagai upaya penanggulangan HIV yang sudah dilakukan. Diskriminasi tidak akan hilang tanpa peran aktif dan tindakan dari semua orang untuk mengakhirinya," katanya.

Untuk itu, katanya, pemerintah maupun masyarakat yang peduli HIV-AIDS untuk sama sama dalam mengakhiri kecaman bagi mereka yang pemderita.

"Pengetahuan sangat diperlukan untuk mengetahui cara memposisikan bagi yang terjangkit maupun masyarakat yang sehat agar mereka yang terjangkit tetapa mendapatkan akses di daerah tempat tinggalnya," pungkasnya. 

Tag: Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV Aids)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00