Portal Berita Ekonomi Rabu, 27 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:30 WIB. Telkom - Telkom siapkan belanja modal 27% dari pendapatan.
  • 09:30 WIB. Telkom - Telkom memperkirakan pendapatan dari Telkomsel di tahun 2018 sebesar 65% sampai 70%.
  • 09:28 WIB. Telkom - Telkom harapkan pendapatan IndiHome tahun ini tumbuh 60%.
  • 09:07 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah menyiapkan mobile banking untuk pelunasan BPIH.
  • 09:05 WIB. JSMR - Jasa Marga menyiapkan capex hingga Rp20 triliun di tahun 2019.
  • 09:01 WIB. JSMR - Jasa Marga menyiapkan IPO anak usaha yang mengelola jalan tol Trans Jawa.
  • 09:00 WIB. JSMR - Jasa Marga percepat pembangunan jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran.
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,16% ke level 6.480,56 di awal sesi I.
  • 08:56 WIB. BRI - BRI membantah dapat pinjaman dari 30 lembaga keuangan internasional senilai US$700 juta.
  • 08:55 WIB. KAEF - Kimia Farma berniat merilis obligasi dan MTN sekitar 50% dari capex.
  • 08:55 WIB. KAEF - Kimia Farma berniat merilis surat utang untuk mendanai operasi bisnisnya tahun ini.
  • 08:48 WIB. MTF - MTF Autofiesta membukukan pembiayaan lebih dari 250 unit mobil baru dalam sepekan.
  • 06:22 WIB. ADHI - ADHI memproyeksikan akan mengantongi pembayaran dari pekerjaan LRT Tahap I hingga Rp6 triliun pada 2019.
  • 06:22 WIB. TLKM - Telkom bersiap untuk mengeksekusi aksi korporasi berupa penarikan kredit perbankan senilai Rp9 triliun.
  • 06:12 WIB. BNI - BNI mengucurkan kredit modal kerja kepada Bukaka Teknik Utama sebesar Rp1,5 triliun.

Kemenkop-UKM Imbau Masyarakat Waspadai Koperasi Bodong

Kemenkop-UKM Imbau Masyarakat Waspadai Koperasi Bodong - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap keberadaan koperasi bodong yang kerap mengiming-imingi investasi menjanjikan.

Menurutnya, di era teknologi seperti saat ini, marak penipuan dengan mengatasnamakan Koperasi. Hal ini disampaikan Suparno dalam Focus Group Discussion, Gedung Kemenkop dan UKM, Selasa (4/12/2018) di Jakarta.

Suparno mengatakan bahwa mereka yang melakukan praktik penipuan mengatasnamakan koperasi seperti kasus yang baru-baru ini terjadi di Lampung dan Bali, merupakan operasi yang tidak berbadan hukum. "Kalau yang berbadan hukum tentunya masuk dalam katagori pengawasan," tegasnya. 

Suparno juga menyarankan agar masyarakat proaktif, terutama ketika ingin bermitra dengan koperasi atau menjadi anggota koperasi. Selain itu, masyarakat juga harus mengenali lembaga serta badan hukum dari koperasi tersebut terlebih dahulu. 

"Kita harus terus waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan koperasi, apalagi di zaman yang serba canggih, diiming-imingi persayaratan mudah, tapi akhirnya bodong, berbahaya sekali," ujar Suparno.

Menurut Suparno, dalam mengantisipasi hal tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholders terkait. Ini dilakukan sebagai upaya pengawasan agar koperasi-koperasi yang tidak berbadan hukum atau ilegal tidak terus bermunculan. Melalui itu, langkah yang diambil adalah selalu bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dianggap telah memiliki banyak anggota pengawas. 

"Saya ingin wadahi jabatan fungsional agar tidak terjadi kembali praktik-pratik yang mengatasnamakan koperasi, kemudian jangan semua diserahkan ke 13 kementerian atau lembaga, masing-masing pengelola koperasi harus punya penangkal. Kalau tidak, akan terus menerus bermunculan," tutur Suparno.

Mengantisipasi kasus penipuan berkedok koperasi, Kemenkop dan UKM membuka website khusus pengawasan, yaitu www.asawikoperasi.depkop.go.id, www.penkeskoperasi.com, dan www.pengawasanpatuh.com.

"Apabila kalian menemukan sesuatu kejadian seperti itu, langsung lapor kepada kami agar kami tindak lebih lanjut," tegas Suparno.

Sementara itu, Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing mengaku, meski secara pengawasan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM sudah berjalan ketat, namun kondisi di lapangan para pelaku justru lebih cerdas.

"Di lapangan, pelaku akan lebih canggih daripada si pengawas, yang membuat masyarakat kita mudah tergiur, ditambah pula dengan beberapa masyarakat itu sendiri belum paham mengenai investasi, terkadang para pelaku sering kali menggunakan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan selebriti untuk menarik minat korban berinvestasi bodong," kata dia.

Tag: investasi bodong, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM)

Penulis: Nadya Zul El Nuha

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.07 3,759.30
British Pound GBP 1.00 18,799.44 18,610.59
China Yuan CNY 1.00 2,124.34 2,103.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.00 14,100.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,138.88 10,036.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,814.57 1,796.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,551.97 10,445.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,116.25 15,951.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,503.57 3,464.37
Yen Jepang JPY 100.00 12,937.86 12,806.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6469.999 58.748 629
2 Agriculture 1472.483 4.802 21
3 Mining 1871.699 9.211 47
4 Basic Industry and Chemicals 917.870 16.359 71
5 Miscellanous Industry 1265.698 12.397 46
6 Consumer Goods 2620.836 31.158 52
7 Cons., Property & Real Estate 461.834 4.427 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1158.995 6.223 72
9 Finance 1255.430 11.016 91
10 Trade & Service 819.330 1.821 155
No Code Prev Close Change %
1 BTEK 132 176 44 33.33
2 COCO 650 810 160 24.62
3 MDKI 246 288 42 17.07
4 KPAS 181 206 25 13.81
5 NOBU 900 1,000 100 11.11
6 DART 292 324 32 10.96
7 MABA 56 62 6 10.71
8 BBMD 1,375 1,520 145 10.55
9 BPTR 76 84 8 10.53
10 DNAR 240 262 22 9.17
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 130 97 -33 -25.38
2 IDPR 640 482 -158 -24.69
3 GAMA 70 57 -13 -18.57
4 GIAA 535 462 -73 -13.64
5 STAR 120 104 -16 -13.33
6 BKDP 74 65 -9 -12.16
7 ARTO 165 145 -20 -12.12
8 BEEF 240 214 -26 -10.83
9 JAYA 164 147 -17 -10.37
10 BUVA 156 140 -16 -10.26
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 100 104 4 4.00
2 GIAA 535 462 -73 -13.64
3 PWON 675 710 35 5.19
4 FILM 805 875 70 8.70
5 BNLI 905 985 80 8.84
6 SIMA 130 97 -33 -25.38
7 KPAS 181 206 25 13.81
8 BEEF 240 214 -26 -10.83
9 LPPF 4,000 3,930 -70 -1.75
10 JAYA 164 147 -17 -10.37