Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:45 WIB. KA - Progres pengerjaan rel KA Trans Sulawesi Tahap I sudah dalam masa perampungan.
  • 21:44 WIB. Pelindo II - DPR memparpanjang kerja Pansus Pelindo II.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap dapat menyelesaikan proses akuisisi Phapros sebelum Maret 2019.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma menyebutkan nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun-Rp1,5 triliun.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI bidik transaksi EDC Rp107 triliun tahun ini.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI menargetkan pertumbuhan sebesar 94,5% secara yoy transaksi mesin EDC.

Teknologi Oyo Bantu Pengusaha Hotel Lokal Tingkatkan Okupansi Hingga 90%

Teknologi Oyo Bantu Pengusaha Hotel Lokal Tingkatkan Okupansi Hingga 90% - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Teknologi menjadi DNA bagi Oyo Hotel untuk membantu mitra hotel mereka mengelola operasional bisnis melalui solusi bersifat end to end. Melalui adopsi teknologi yang dibangun sendiri oleh Oyo Hotel, perusahaan ini mampu membantu para mitranya meningkatkan okupansi kamar hingga 90%.

Tak hanya membantu meningkatkan okupansi kamar, teknologi Oyo Hotel juga membantu pemilik hotel dalam kegiatan operasional sehari-hari. Dengan teknologi, masalah antrean check-in atau check-out ketika peak season bisa dikurangi, sehingga meningkatkan kepuasan tamu.

Selain itu, teknologi ini bisa mengatasi masalah sehari-hari dalam operasional hotel. Misalnya, ketika tamu ingin meminta layanan tertentu, biasanya hanya ada satu atau dua petugas hotel yang mengetahuinya dan akan diteruskan ke bagian terkait. Dengan teknologi, manajer, pengelola hotel, maupun staf hotel juga bisa mengetahui sedari awal permintaan tamu melalui satu platform dan menghindari terjadinya miscommunication.

Adanya layanan yang terintegrasi dengan dukungan teknologi juga akan membantu mitra hotel untuk bersaing di industri hospitality di Indonesia. Pasalnya, pada 2017 lalu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia mencatat ada 290 ribu kamar dari 230 hotel berbintang di Indonesia. Dengan banyaknya pemain di industri ini, pengelola hotel harus mampu menyajikan sesuatu yang berbeda agar tingkat okupansi kamar tetap tinggi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

"Sejak beroperasi di Indonesia, kami telah bermitra dengan lebih dari 65 hotel dan tingkat okupansi yang mencapai 75%. Aplikasi kami telah membantu 22 ribu proses check-in dan memuaskan 68% tamu. Kami juga melihat waktu penyelesaian staf hotel telah berkurang hampir 25% ketika menyelesaikan tugasnya seperti membersihkan ruangan hingga layanan kamar," ujar Country Lead Oyo Hotel Indonesia, Rishabh Gupta.

Setiap mitra Oyo Hotel mendapatkan akses untuk menggunakan teknologi canggih tersebut, sehingga pengelola maupun manajer hotel bisa mendapatkan kendali penuh dalam operasional sehari-hari, selain juga membantu mengurangi biaya, efisiensi staf, dan menghemat waktu.

"Sejak hari pertama, kami banyak berinvestasi dalam membangun kapabilitas mendalam dan teknologi yang terdiri lebih dari 20 aplikasi yang kami kembangkan sendiri. Kami telah berinvestasi pada sumber daya teknologi dan saat ini memiliki lebih dari 700 engineer secara global," tambah Rishabh.

Pada dasarnya, ada lima teknologi utama yang ditawarkan Oyo Hotel untuk membantu para mitranya dalam menjalankan bisnis perhotelan, di antaranya yaitu Oyo OS, Sistem Manajemen Properti, Owner App, Krypton App, dan Identifikasi Pola.

"Sebagai perusahaan jaringan hotel berbasis teknologi, kami memiliki tujuan untuk membantu mitra hotel mereka meningkatkan okupansi kamar dan memberdayakan banyak orang melalui lapangan pekerjaan baru. Teknologi juga menjadi landasan utama bagi kami untuk memberikan jaminan kualitas terbaik kepada tamu," tutup Rishabh.

Tag: OYO Hotels

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Marten Bjork

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24