Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Antam - Antam belum bisa eksplorasi tambang Blok Bahodopi Utara dan tambang Matarape.
  • 11:27 WIB. Tambang - ORI dan KESDM tunda izin WIUPK blok tambang Antam di Sulawesi. 
  • 11:26 WIB. Jasa Marga - PT Jasa Marga alihkan 50.000 saham JTT kepada anak usahanya, JMTO.
  • 09:25 WIB. Rupiah - Pukul 09.25, rupiah melemah 0,09% ke level Rp14.620 per dolar AS. 
  • 09:02 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,10% ke level 6.163,63. 

Indonesia-Korea Selatan Pererat Kemitraan Pengembangan UKM

Foto Berita Indonesia-Korea Selatan Pererat Kemitraan Pengembangan UKM
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indonesia melalui Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan merupakan hal yang amat strategis bagi pengembangan UKM di Indonesia.

"Kita semua tahu Korea Selatan memiliki teknologi yang amat dibutuhkan oleh UKM di Indonesia dalam mengembangkan usahanya," kata Victoria pada acara Indonesia-Korea Photonics Convergence Industry Business Fair di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Victoria menambahkan, ajang ini akan mempertemukan 60 UKM asal Indonesia dengan 15 UKM Korea Selatan yang bergerak di sektor Photonics.

"Mereka dipastikan akan saling membutuhkan dan melengkapi. Kita memiliki SDM, sedangkan Korea memiliki teknologi. Diharapkan akan tercipta pertukaran teknologi dan informasi. Sehingga, ujungnya nanti akan terjadi deal bisnis di antara mereka," tukas Victoria.

Selain itu, lanjut Victoria, ajang ini juga akan menjadi sarana atau media bagi produk-produk UKM asal Indonesia untuk melakukan ekspor dengan memasuki pasar Korea Selatan.

"Korea amat membutuhkan kopi dan produk furnitur dari Indonesia. Oleh karena itu, ini peluang bagi produk UKM lain untuk menjajaki masuk ke pasar Korea," imbuh Victoria.

Victoria berharap hal ini bisa mempererat hubungan kerja sama ekonomi antarkedua negara untuk masa mendatang.

"Kemitraan Indonesia dan Korea sudah terjalin cukup lama dengan landasan saling menguntungkan dan saling melengkapi. Saya berharap UKM Indonesia bisa memanfaatkan kemitraan ini," kata Victoria lagi.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice Chairman Korea Association for Photonics Industry Development (KAPID) Cho Yong Jin mengatakan, kerja sama dengan Kemenkop dan UKM untuk membuka pasar bersama dan mengembangkan SDM bagi UKM di Indonesia.

"Korea sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dengan banyak mengkombinasikan aneka teknologi yang dimiliki Korea," kata Cho Yong Jin.

Cho Yong Jin mengungkapkan, pasar baru sudah terbuka bagi industri Photonics asal Korea Selaatn di Indonesia.

"Kami membawa 15 perusahaan kelas UKM yang bergerak di sektor industri Photonics yang saya yakin amat dibutuhkan bagi pengembangan UKM di Indonesia. Apalagi, pemimpin kedua negara sudah sepakat untuk terus ada peningkatan kemitraan antara Indonesia dengan Korea," kata Cho Yong Jin.

Sementara Sekjen ASEM SME's Eco-Innovation Center (ASEIC) Kim Se Jong menjelaskan, revolusi industri 4.0 itu melibatkan sektor Big Data dan IT yang akan berkontribusi pada perekonomian kedua negara

"Sektor Photonics ini erat kaitannya dengan aneka teknologi terapan seperti ICT, peralatan kedokteran, robotik, dan sebagainya," kata Kim Se Jong.

Kim Se Jong meyakini 15 perusahaan Korea Selatan di bidang Photonics Convergence dapat berkontribusi dalam program pembinaan 1.000 UKM di Indonesia yang sudah lama berjalan.

"Memang, perusahaan Korea akan mencari pasar di Indonesia. Oleh karena itu, saya berharap ajang ini menjadi titik temu kerja sama saling menguntungkan antara perusahaan atau UKM Indonesia dengan UKM Korea," pungkas Kim Se Jong.

Tag: Indonesia-Korea Selatan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenkop-UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00