Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:31 WIB. Akuisisi - BUVA akan akuisisi perusahaan lifestyle dan entertainment
  • 16:30 WIB. PLTU - DEAL terima kontrak PLTU lontar senilai Rp94 miliar. 
  • 16:29 WIB. Prodia - Prodia raih laba usaha Rp175,45 miliar dari bisnis laboratorium klinik. 
  • 16:28 WIB. Mobil Listrik - General Motors suntik investasi US$300 juta untuk bisnis produksi mobil listrik. 
  • 16:28 WIB. Rempah - Rempah harus kembali menjadi komoditi unggulan Indonesia.
  • 16:28 WIB. Emas - Harga jual dan beli kembali emas Antam merosot tajam iringi kejatuhan emas dunia.
  • 16:27 WIB. Topping Off - Intiland lakukan topping off hunian vertikal, The Rosebay di Surabaya. 
  • 16:27 WIB. KTNA - Ketum KTNA mengatakan bertani kini lebih mudah dan menguntungkan.
  • 16:26 WIB. Obligasi - SMF kembali terbitkan obligasi senilai Rp2,51 triliun. 
  • 16:26 WIB. Sriwijaya - Sriwijaya Air berencana akan membuka beberapa rute penerbangan baru di kawasan regional.
  • 16:25 WIB. Matahari - Situs MatahariMall.com berganti menjadi Matahari.com. 
  • 16:25 WIB. JNE - JNE kembali melakukan penyesuaian tarif baik kenaikan maupun penurunan demi menjaga kualitas pelayanan.
  • 16:24 WIB. Impairment - Matahari Putra Prima lakukan impairment atas investasinya dalam PT Global Ecommerce Indonesia. 
  • 16:24 WIB. Pekerjaan - Motor Market mendapat dukungan dari Pertamina sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan.
  • 16:23 WIB. Laba Usaha - ICBP catat kenaikan laba usaha sebesar 23,5% menjadi Rp6,45 triliun. 

Aksi Penembakan di Nduga, HIPMI Minta Pemerintah Jangan Gentar

Aksi Penembakan di Nduga, HIPMI Minta Pemerintah Jangan Gentar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua berharap proyek jalan trans Papua yang kini dihentikan sementara pascainsiden penembakan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, segera dilanjutkan kembali karena sangat penting bagi perekonomian.

"Trans Papua sangat penting karena kita tahu selama ini masalah kemahalan harga di Papua disebabkan tidak adanya akses transportas darat," ujar Ketua Umum Hipmi Papua, Dasril Sahari, di Jayapura, Rabu.

Ia mengungkapkan, pengurus pusat Hipmi sudah melayangkan surat protes kepada Kementerian PUPR atas keputusan tersebut, tetapi ia juga memahami hal tersebut diputuskan karena aspek yang sangat penting, yaitu keamanan.

Dasril berharap aparat keamanan dapat segera menangani masalah yang terjadi di Nduga agar pekerjaan Trans Papua dapat dimulai kembali.

Ia juga memuji kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Papua, karenanya ia meminta aparat keamanan dapat merespon hal tersebut dengan dapat menciptakan iklim investasi yang baik.

"Kami Hipmi juga ikut berduka atas kejadian ini. Aparat keamanan harus segera bisa menuntaskan masalah ini dan pembangunan dapat kembali dilakukan sesuai target yang ada," kata dia.

Ia mengusulkan agar pekerjaan di wilayah yang relatif kurang aman, dapat mengedepankan aspek persuasif dan melibatkan penduduk setempat.

Menurut dia dengan cara begitu maka masyarakat setempat merasa terlibat langsung dan memiliki kebanggaan mengenai pembangunan di daerahnya.

Tag: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Aksi Penembakan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Marius Frisson Yewun

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.776 19.066 629
2 Agriculture 1481.617 -16.726 21
3 Mining 1884.733 2.495 47
4 Basic Industry and Chemicals 915.611 21.878 71
5 Miscellanous Industry 1284.362 -1.211 46
6 Consumer Goods 2659.055 -8.500 52
7 Cons., Property & Real Estate 466.708 6.035 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.975 0.327 72
9 Finance 1250.875 2.809 91
10 Trade & Service 827.602 -0.578 155
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 216 270 54 25.00
2 COCO 336 420 84 25.00
3 STAR 88 106 18 20.45
4 GAMA 52 62 10 19.23
5 BACA 266 304 38 14.29
6 INPP 735 840 105 14.29
7 DART 300 336 36 12.00
8 SKBM 412 460 48 11.65
9 VRNA 125 137 12 9.60
10 YULE 183 200 17 9.29
No Code Prev Close Change %
1 ECII 1,100 825 -275 -25.00
2 SIMA 298 224 -74 -24.83
3 PNSE 760 575 -185 -24.34
4 TGKA 3,660 3,010 -650 -17.76
5 GLOB 416 352 -64 -15.38
6 PUDP 424 370 -54 -12.74
7 ITMA 765 700 -65 -8.50
8 MINA 870 800 -70 -8.05
9 BBLD 496 458 -38 -7.66
10 TFCO 680 630 -50 -7.35
No Code Prev Close Change %
1 HOME 100 102 2 2.00
2 NUSA 101 101 0 0.00
3 MNCN 825 795 -30 -3.64
4 PWON 685 705 20 2.92
5 FREN 324 308 -16 -4.94
6 STAR 88 106 18 20.45
7 CTRA 930 975 45 4.84
8 BBTN 2,390 2,520 130 5.44
9 BMRI 7,450 7,500 50 0.67
10 UNTR 27,825 27,800 -25 -0.09