Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:49 WIB. Facebook - Kantor Facebook di AS dapat ancaman bom. 
  • 16:35 WIB. Samsung - Samsung kolaborasi dengan Tesla kembangkan mobil otonom. 
  • 16:32 WIB. Facebook - Facebook akui bertemu dengan kedua Paslon Pilpres 2019.
  • 16:30 WIB. GoPro - GoPro pindahkan pabrik keluar China.
  • 16:29 WIB. Grab - Grab sebar diskon ongkir hingga 80% saat Harbolnas. 

Menarik! Inilah 3 Prediksi Sektor Teknologi di Indonesia

Foto Berita Menarik! Inilah 3 Prediksi Sektor Teknologi di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Catcha Group, perusahaan teknologi di Asia Tenggara, memprediksi tiga hal baru di sektor teknologi Indonesia. Prediksi itu diluncurkan pada konferensi teknologi Wild Digital 2018 yang digelar di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

CEO dan Co-Founder Catcha Group, Patrick Grove, merasa terpukau dengan peningkatan investasi yang terjadi di Indonesia sejak Wild Digital di Jakarta pada 2017. Ia menyebutkan ada lebih dari US$10 juta investasi yang diterima oleh bisnis-bisnis di Jakarta.

"Kekuatan ASEAN tidak dapat dikalahkan dan Indonesia sedang berada di garis terdepan. Hal itu dibuktikan dengan tiga prediksi baru kami untuk Indonesia," papar Patrick.

Pendanaan di Indonesia akan melebihi pendanaan di Singapura

Para pemimpin pasar Indonesia berhasil berinvestasi sekitar US$20 miliar, mendekati jumlah unicorn Singapura dengan nilai US$22 miliar. Dengan adanya target penambahan unicorn pada 2019, Indonesia diprediksi akan mengambil alih status Singapura sebagai pemimpin pasar Asia Tenggara. Dalam pidatonya di pembukaan konferensi, Patrick menjelaskan populasi internet di Indonesia jadi salah satu faktor pendukung yang akan memperkuat prediksi itu.

"Indonesia memiliki 133 juta pengguna internet, lebih banyak dari pada jumlah pengguna internet di Amerika Serikat dan Eropa," sebutnya.

Lebih lanjut, Singapura yang pengguna internetnya hanya berjumlah lima juta mengalami penurunan dalam pendanaan seri C. Sementara, pendanaan seri C Indonesia mengalami tren kenaikan.

Akan muncul 2 unicorn baru dari sektor fintech dan healthcare sebelum akhir 2020

Berdasarkan data yang dipaparkan Catcha, investor lokal dan asing memindahkan uang mereka dari e-commerce ke kedua sektor tersebut. Dengan rincian investasi sebagai berikut: 64% pada fintech dan 29% pada healthcare (lokal); serta 70% pada fintech dan 20% pada healthcare (asing). Sementara, dana untuk e-commerce dari investor lokal hanya berjumlah 43% dan investor asing sebesar 60%.

"64% warga Indonesia yang berumur 25 tahun atau lebih tidak memiliki rekening bank. Ini merupakan peluang besar untuk perkembangan fintech. Sementara, pendanaan healthcare di Asia telah mencapai US$3,3 miliar dalam 107 transaksi. Indonesia menjadi pangsa pasar tertinggi kedua setelah Singapura," jelas Patrick lagi.

Indonesia memiliki pangsa terbesar 'Nexicorn' di dunia

Ekonomi internet Indonesia dinilai yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di wilayah Asia Tenggara. Saat ini ada sekitar 133 juta pengguna internet di Indonesia. Dengan jumlah itu, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mencapai US$100 miliar pada 2025.

Patrick berujar jumlah perusahaan di Indonesia pada tingkat pertama pendanaan telah meningkat lebih dari 300% dibandingkan pada 2012. Hal itu menunjukkan berkembangnya minat investor di negara tersebut.

Untuk menutup pidatonya, Patrick mengutarakan keyakinannya mengenai peluang munculnya banyak unicorn di masa mendatang. Apalagi, Singapura diprediksi akan memiliki populasi middle class yang lebih kecil pada 2025. Berbanding terbalik dengan Indonesia yang akan memiliki populasi middle class terbanyak di tahun itu. Menurutnya, akan banyak startup inovatif yang diciptakan oleh para pelaku bisnis berbasis teknologi di Indonesia.

Tag: teknologi, Catcha Group

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Clem

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40