Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:27 WIB. Antam - Antam belum bisa eksplorasi tambang Blok Bahodopi Utara dan tambang Matarape.
  • 11:27 WIB. Tambang - ORI dan KESDM tunda izin WIUPK blok tambang Antam di Sulawesi. 
  • 11:26 WIB. Jasa Marga - PT Jasa Marga alihkan 50.000 saham JTT kepada anak usahanya, JMTO.
  • 09:25 WIB. Rupiah - Pukul 09.25, rupiah melemah 0,09% ke level Rp14.620 per dolar AS. 
  • 09:02 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,10% ke level 6.163,63. 

Lagi-Lagi, Pegawai KPK Tagih Janji Jokowi

Foto Berita Lagi-Lagi, Pegawai KPK Tagih Janji Jokowi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) merupakan satu-satunya solusi untuk menuntaskan kasus penyiraman dan teror terhadap Novel Baswedan.

Hal tersebut terkait Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) kasus Novel yang disampaikan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Ombudsman menemukan empat poin maladministrasi dalam penyidikan kasus Novel. LAHP itu kemudian diserahkan kepada pihak Polda Metro Jaya.

"Kami dari Wadah Pegawai KPK ingin menyampaikan sikap kami terkait dengan hasil laporan terhadap perkara bang Novel yang kemarin sudah disampaikan oleh Ombudsman," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Menurut dia, laporan tersebut makin meneguhkan keyakinan pihaknya bahwa TGPF merupakan satu-satunya solusi untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan tersebut.

Yudi juga mempertanyakan terkait dengan adanya pernyataan bahwa KPK melakukan penyitaan "CCTV" di rumah Novel Baswedan karena sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh kepolisian.

"Sampai saat ini, kami tegaskan bahwa KPK belum melakukan penyidikan apapun terhadap teror bang Novel karena sampai saat ini yang masih melakukan adalah kepolisian," tuturnya.

WP KPK juga ingin menyatakan bahwa Novel dalam hal ini adalah korban sehingga tidak perlu dikejar-kejar untuk memperoleh data, informasi, dan sebagainya.

"Bahwa bang Novel di sini adalah korban, artinya bang Novel bukan pihak yang harus dikejar-kejar untuk dicarikan datanya, informasi dan sebagainya. Bang Novel pun sudah di BAP di Singapura jadi kami di sini ingin meluruskan hal tersebut," ujar Yudi.

WP KPK pun meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segara membentuk TGPF sebagai bukti dan komitmen beliau terhadap upaya pemberantasan korupsi yang ada di Indonesia.

"Kemarin kan beliau juga sudah hadir dalam acara rangkaian Hari Antikorupsi yang diadakan KPK dan di sana beliau mengapresiasi kinerja dari pegawai KPK yang mampu memberantas korupsi bahkan sampai saat ini sudah banyak OTT, sudah banyak kasus yang diungkap. Oleh karena itu, kami ingin meminta kembali kasus bang Novel dituntaskan," tuturnya.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00