Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Euro pada level 1,1035 USD/Euro
  • 16:07 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,01% terhadap USD pada level Rp. 14.140/USD
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,81% pada level 26.521
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,37% pada level 3.125
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,15% pada level 3.007
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,35% di akhir sesi II.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,42% pada level 7.216
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,11% pada level 2.067
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,28% di akhir sesi I.
  • 11:55 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,11% ke level Rp14.113 per dolar AS.
  • 08:30 WIB. INCO - Vale Indonesia bersama dengan Inalum menandatangani perjanjian pendahuluan divestasi.
  • 08:25 WIB. Pajak - Realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp912 triliun atau 57,81% per 7 Oktober 2019.
  • 08:16 WIB. Singapura - Bank sentral Singapura melonggarkan kebijakan moneter untuk pertama kali dalam tiga tahun terakhir.
  • 08:14 WIB. Duniatex - Pengadilan Niaga New York Selatan mengabulkan permohonan perlindungan hukum enam entitas Duniatex.

2019, Ekspor Ikan Ditargetkan $5,5 Miliar

2019, Ekspor Ikan Ditargetkan $5,5 Miliar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan ekspor ikan menjadi $5,5 miliar, naik 10% dari capaian tahun ini yang diperkirakan sekitar $5 miliar.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto, menyatakan untuk mencapai target tersebut pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengamankan daya saing sejumlah komoditas strategis seperti udang, tuna dan rumput laut.

Untuk udang misalnya, yang saat ini menyumbang sekitar $2 miliar atau 40% dari ekspor, akan ditingkatkan produktivitasnya. Saat ini produksi udang sekitar 400.000 ton yang mayoritas (80%) dihasilkan dari budidaya. Dari jumlah itu, 180.000 tonnya di ekspor.

"Udang kita saat ini terbesar nomor 6 dunia. Nah kita harapannya ke depan bisa nomor 3 dunia. Makanya kita kuatkan di hulunya bekerjasama dengan Pak Slamet, Dirjen Budidaya agar nilai ekspor udang dalam 2-3 tahuh ke depan bisa nambah $1 miliar, dan itu butuh tambahan produksi sekitar 100.000 ton per tahun. Kita juga kerjasama sama investor untuk memenuhi standar benur yang certified," kata dia di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Juga diupayakan certified traceabilitynya sebagiamana komoditas Tuna yang sudah US certified. Termasuk juga untuk EU approval number baru untuk ekspor udang ke Uni Eropa. Untuk tuna sendiri, yang saat ini nilai ekspornya mencapai $600 juta akan didorong peningkatan kualitasnya terutama untuk grade A.

Salah satu upayanya memperbanyak cold storage atau rantai dingin, serta sentra sentra produksi ikan. Apalagi Indonesia lewat laut banda punya kandungan yellow fin tuna terbesar di dunia, sekitar 68%. Kemudian sisanya ekspor Cakalang dan Tongkol yang nilainya masih kecil sekitar $200 juta saja.

Lomba Masak Ikan Bandeng

Masih dalam rangkaian Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) tahun ini yang mengangkat tema “Dengan Protein Ikan, Kita Membangun Bangsa”, KKP menggelar lomba masak ikan bandeng di JCC, Senayan.

Acara ini dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia. Angka konsumsi ikan nasional tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 angka konsumsi ikan nasional 43,94 kg/kapita setara ikan utuh segar, meningkat 6,74% dari tahun sebelumnya (41,11 kg/kap), dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 47,34 kg/kapita. Pada tahun 2018 ditargetkan sebesar 50,65 kg/kapita dan tahun 2019 sebesar 54,49 kg/kapita.

"Kenapa Bandeng, karena jangan salah ini kandungan omega tiganya jauh lebih tinggi dari ikan kembung dan ikan salmon. Karena dia dibudidaya secara tradisional yang masih sangat organik. Produksi ikan bandeng saat ini sekitar 600.000 ton," kata dia.

Upaya-upaya peningkatan konsumsi ikan masyarakat terus dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Sebagaimana kita ketahui pada tahun 2020 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif (generasi milenials) lebih besar dibandingkan dengan usia non-produktif. Tentunya kita dengan bonus demografi ini kita perlu menjadikan generasi milenials ini sebagai generasi yang berkualitas dan berdaya saing. Oleh karenanya Kementerian Kelautan dan Perikanan juga melakukan kampanye makan ikan kepada generasi ini melalui Seafood Lovers Millenial (Sealovemi) yang dilaunching pada tanggal 21 November 2018 di acara Pasar Rakyat KORPRI di Plaza Timur Senayan GBK.

Selain itu, juga dilakukan Millennial Vlog Kontes untuk usia 16 – 25 tahun dengan tema Menikmati Hidangan Ikan Berbagai Jenis Tuna, Udang dan Patin. Kontes ini sebagai bagian memperingati Hari Ikan Nasional ke-5, telah terselenggara sejak tanggal 21 November s/d 3 Desember 2018 dan telah diumumkan pemenangnya pada 5 Desember 2018 di akun istagram Humas Ditjen PDSPKP dengan pemenang juara 1 Agus Arifin Wijaya dari Kota Malang, juara 2 Sarastri Gustiani dari Kapuas Hulu dan juara 3 Ryan Nugroho dari Yogyakarta. 

Baca Juga

Tag: Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/KKP

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,785.16 3,747.30
British Pound GBP 1.00 17,882.08 17,698.52
China Yuan CNY 1.00 2,009.37 1,988.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,196.63 14,055.37
Dolar Australia AUD 1.00 9,628.15 9,529.54
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.96 1,791.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.29 10,259.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,656.04 15,498.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.95 3,361.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,111.04 12,976.98

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6105.800 82.159 657
2 Agriculture 1350.598 -15.019 20
3 Mining 1619.425 16.269 48
4 Basic Industry and Chemicals 848.281 23.815 74
5 Miscellanous Industry 1154.858 27.727 50
6 Consumer Goods 2149.904 36.488 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.752 7.500 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1219.064 25.244 75
9 Finance 1226.750 6.612 90
10 Trade & Service 796.761 7.622 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 406 505 99 24.38
2 KONI 580 710 130 22.41
3 ABBA 132 161 29 21.97
4 TELE 278 338 60 21.58
5 INAF 1,185 1,390 205 17.30
6 INPP 720 840 120 16.67
7 AKPI 406 470 64 15.76
8 JSPT 810 935 125 15.43
9 SMDM 123 140 17 13.82
10 GIAA 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 498 374 -124 -24.90
2 TIRA 252 190 -62 -24.60
3 BAYU 1,600 1,250 -350 -21.88
4 TNCA 402 320 -82 -20.40
5 TFCO 464 384 -80 -17.24
6 APEX 615 510 -105 -17.07
7 ANDI 2,290 1,915 -375 -16.38
8 PYFA 178 160 -18 -10.11
9 TALF 368 332 -36 -9.78
10 OPMS 308 278 -30 -9.74
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 210 212 2 0.95
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 MNCN 1,270 1,310 40 3.15
4 TELE 278 338 60 21.58
5 TCPI 6,400 6,825 425 6.64
6 ABBA 132 161 29 21.97
7 OPMS 308 278 -30 -9.74
8 TRAM 118 120 2 1.69
9 FREN 218 220 2 0.92
10 ERAA 1,620 1,655 35 2.16