Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:57 WIB. Avtur - Harga avtur Bandara Soetta turun 26% menjadi Rp7.960 per liter.
  • 07:55 WIB. CPO- Tahun 2018, produksi CPO AALI menigkat 18,5%. 
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

DPR RI Dorong Asia Tingkatkan Investasi Regional

Foto Berita DPR RI Dorong Asia Tingkatkan Investasi Regional
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI, Utut Adianto, mendorong negara-negara Asia untuk meningkatkan investasi mereka di kawasan regional Asia karena dinilai masih banyak daerah di benua tersebut yang memerlukan peningkatan beragam infrastruktur dasar.

Ia menguraikan berdasarkan data Bank Pembangunan Asia (ADB), kebutuhan investasi infrastruktur di Asia mencapai US$1.7 triliun per tahun. Sementara pada tahun 2017, investasi antarkawasan di Asia hanya mencapai US$260 juta.

"Investasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan peningkatan infrastruktur di Asia seperti pembangunan tenaga listrik, transportasi, telekomunikasi, sanitasi, hingga penyediaan air bersih," kata Utut Adianto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (08/12/2018).

Utut Adianto menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Pleno ke-11 Majelis Parlementer Asia (APA) bertajuk "Mempromosikan Kemakmuran Ekonomi di Asia" yang digelar di Istanbul, Turki, beberapa waktu lalu.

"Melalui forum ini, Indonesia mendesak negara-negara di Asia untuk meningkatkan porsi investasinya di benua Asia," paparnya.

Selain itu, ujar dia, ditekankan juga pentingnya untuk melakukan transfer teknologi dan kerjasama antarnegara.

Menurut politisi PDIP itu, tanpa adanya kemitraan global, perwujudan kemakmuran hanya menjadi ambisi kosong.

Sebelumnya, terkait dengan investasi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengatakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) tidak akan mengancam keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri dengan adanya investasi asing.

"Tidak, tidak akan mengancam. Itu hanya salah komunikasi saja, sebetulnya maksudnya tidak demikian. Saya belum tahu salah sangka itu, karena itu dibicarakan di koordinasi di Kemenko Perekonomian," kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (27/11/2018) lalu.

Jusuf Kalla mengatakan, dengan memperkecil bidang usaha dalam DNI, tidak berarti semua investasi asing langsung dapat masuk dalam bidang usaha dalam negeri, khususnya UMKM Indonesia.

Relaksasi DNI tersebut diatur di bawah payung hukum peraturan pemerintah, sementara masih ada undang-undang terkait UMKM yang harus dipatuhi sebelum ada investasi asing masuk ke dalam negeri.

"Ya tidak mudah untuk itu, karena di undang-undang juga tidak boleh. Dari daftarnya (DNI) saja dikeluarkan, tetapi undang-undangnya tetap harus dalam negeri," tambahnya.

Tag: Sidang Pleno ke-11 Majelis Parlementer Asia (APA), Investasi

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31