Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,90% ke level 6.114,45 pada akhir perdagangan sesi II, Senin (17/12/2018). 
  • 15:42 WIB. Produksi - TPIA targetkan produksi polyethylene meningkat menjadi 736 KTA.
  • 15:42 WIB. Kredit - TPIA terima kredit US$380 juta dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan BNP Paribas (cabang Tokyo).

DPR Minta Pemda Kembangkan Pariwisata Daerah untuk Tingkatkan PAD dan Devisa

Foto Berita DPR Minta Pemda Kembangkan Pariwisata Daerah untuk Tingkatkan PAD dan Devisa
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, berbagai pihak perlu mengembangkan pariwisata di sejumlah daerah di Nusantara sebagai upaya untuk meningkatkan devisa dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Pengembangan pariwisata dilakukan seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman dan bertujuan untuk mengetengahkan berbagai potensi yang dimiliki daerah," kata Hetifah dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/12/2018).

Menurut politisi Partai Golkar itu, pihak pemerintah daerah dinilai perlu untuk melakukan langkah-langkah nyata guna mengoptimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di daerah mereka.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Titik Prasetyowati Verdi mengemukakan, ada beberapa hal pendukung yang perlu dilakukan pemda, antara lain pembangunan infrastruktur. Kemudian, lanjut politisi Partai Nasdem itu, menggencarkan promosi serta meningkatkan sumber daya manusia yang mendukung sektor pariwisata.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Pariwisata menargetkan mampu menjaring lima juta wisatawan mancanegara dari segmen wisata halal pada 2019 atau sekitar 25% dari keseluruhan target 20 juta wisman pada 2019.

"Tahun depan kami menargetkan lima juta wisatawan halal tourism dunia atau tumbuh 42% dari tahun ini sekitar 3,5 juta. Target kunjungan wisman halal tourism itu mencapai 25% dari target 20 juta kunjungan wisman," kata Menpar Arief Yahya dalam peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, kantor Kementerian Pariwisata, Jumat (7/12/2018).

Menpar menjelaskan, pertumbuhan tinggi pariwisata halal Indonesia sangat diperlukan untuk menyakinkan pelaku bisnis terhadap bisnis pariwisata halal di Tanah Air yang memiliki ceruk pasar yang lebar, pertumbuhan berkelanjutannya tinggi, dan pendapatan labanya besar.

Sementara itu, Ketua Percepatan Destinasi Baru Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib mengatakan pentingnya tiga strategi untuk pengembangan pariwisata, yakni komitmen dari Chief Executive Officer (CEO) serta mewujudkan 10 Bali baru dan zona ekonomi khusus pariwisata.

"Masuknya komitmen CEO karena kami membutuhkan deklarasi dari mereka untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor terdepan bagi pertumbuhan ekonomi," kata Hiramsyah di Nusa, Dua Bali, Jumat (7/12/2018), dalam ajang FIABCI World Business Summit.

Hiramsyah mengatakan, Presiden Joko Widodo telah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas program percepatan pembangunan, salah satunya melalui dukungan infrastruktur untuk membuka akses menuju kawasan wisata unggulan.

Tag: Pariwisata, devisa

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6089.305 -80.538 621
2 Agriculture 1529.475 7.439 20
3 Mining 1740.264 -24.661 47
4 Basic Industry and Chemicals 823.102 -18.496 71
5 Miscellanous Industry 1396.496 -21.778 46
6 Consumer Goods 2485.433 -44.232 49
7 Cons., Property & Real Estate 447.566 -6.607 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1048.350 -7.984 71
9 Finance 1161.972 -11.642 91
10 Trade & Service 783.053 -8.539 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 226 282 56 24.78
2 KONI 340 424 84 24.71
3 ARTA 488 600 112 22.95
4 SSTM 396 478 82 20.71
5 TIRA 125 150 25 20.00
6 ASBI 282 336 54 19.15
7 APEX 1,300 1,530 230 17.69
8 AHAP 60 68 8 13.33
9 PNSE 1,100 1,240 140 12.73
10 PTSN 965 1,085 120 12.44
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 690 555 -135 -19.57
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 OCAP 226 185 -41 -18.14
4 RELI 228 189 -39 -17.11
5 MERK 7,500 6,450 -1,050 -14.00
6 AKSI 444 398 -46 -10.36
7 KICI 300 270 -30 -10.00
8 SOTS 444 408 -36 -8.11
9 MSKY 785 730 -55 -7.01
10 PSDN 200 187 -13 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 360 8 2.27
2 RIMO 172 140 -32 -18.60
3 UNTR 29,425 28,700 -725 -2.46
4 BBRI 3,680 3,600 -80 -2.17
5 TLKM 3,730 3,710 -20 -0.54
6 BMRI 7,575 7,400 -175 -2.31
7 MNCN 780 745 -35 -4.49
8 LPPF 5,625 5,825 200 3.56
9 ASII 8,450 8,300 -150 -1.78
10 PGAS 2,100 2,060 -40 -1.90