Portal Berita Ekonomi Senin, 22 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:18 WIB. LRT - Pembangunan LRT Jabodebek tahap I sudah mencapai 61,3%. 
  • 17:17 WIB. LinkAja - Pengguna LinkAja sudah melebihi 25 juta orang. 
  • 17:17 WIB. LinkAja - Launching platform LinkAja kembali dibatalkan. 
  • 17:16 WIB. Akuisisi - Bank BCA resmi akuisisi Bank Royal. 
  • 16:23 WIB. Minyak - Harga minyak mentah dunia menguat sekitar 1% di tengah ancaman AS.
  • 16:22 WIB. Antam - Harga emas Antam stagnan di level Rp663.000/ons.
  • 16:21 WIB. Penerbangan - Penerbangan berjalan normal usai erupsi Gunung Agung.
  • 16:20 WIB. AEM - Mendag membahas isu ekonomi kawasan ASEAN di Thailand dalam acara AEM.
  • 16:18 WIB. UMKM - Mbiz membuka peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas.
  • 16:16 WIB. Resesi - BlackRock: tidak ada tanda-tanda resesi global dalam 12 bulan ke depan.
  • 16:15 WIB. Properti - Crown Group: properti adalah permainan jangka panjang, investasinya membeli dan menunggu.
  • 16:14 WIB. Apartemen - Harga apartemen diramal akan melonjak tiga kali lipat 25 tahun ke depan.
  • 16:13 WIB. Mbizmarket - Mbizmarket digunakan untuk mendigitalisasi proses pengadaan barang dan jasa.
  • 16:11 WIB. Mbizmarket - Mbizmarket dapat dimanfaatkan secara gratis mulai dari enterprise hingga UMKM.
  • 16:10 WIB. Marketplace - Marketplace B2B, Mbismarket, pertama di Indonesia resmi diluncurkan.

Bisnis Masih Lesu, SOCI Dibayangi Kemelut di Anak Usaha

Bisnis Masih Lesu, SOCI Dibayangi Kemelut di Anak Usaha - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Soechi Lines Tbk (SOCI), perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan minyak dan gas bumi (migas) ini di kuartal III 2018 laba bersihnya terkoreksi sebesar 58,50% menjadi US$ 6,81 juta dari US$ 16,41 juta di periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penurunan pendapatan sebesar 5,83% menjadi US$ 94,98 juta dari US$ 100,86 juta. Kemudian diperparah dengan naiknya beban keuangan perseroan sebesar 68,85% menjadi US$ 14,69 juta.

Pada tahun ini, Manajemen SOCI pun memprediksi jika kinerja pada kuartal akhir tahun ini tidak akan berbeda jauh dari kuartal III 2018, sehingga laba bersih mengalami penurunan. Pada tahun depan, perseroan memperkirakan kondisi bisnis pun belum akan berubah signifikan, mengingat akan berlangsungnya agenda politik. 

Selain penurunan kinerja, harga saham perusahaan yang mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 November 2014 ini juga terkoreksi. Berdasarkan catatan Warta Ekonomi, harga saham perseroan sepanjang tahun ini turun 94 poin dari Rp236 per saham di 2 Januari 2018 menjadi Rp142 per saham 7 Desember 2018. 

Nasib sial nampaknya sedang membayangi SOCI, beberapa waktu lalu juga terjadi ledakan di galangan kapal anak usaha perseroan yakni PT Multi Ocean Shipyard (MOS). Musibah tersebut pun membuat 23 pekerja menjadi korban yang menderita luka.Ledakan tersebut terjadi pada saat balon udara yang digunakan pada saat peluncuran kapal MV Pratiwi dengan bobot sekitar 1.500 ton meledak. Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab meledaknya balon penyangga kapal tersebut, namun dugaan sementara balon tersebut sudah terlalu lapuk dan banyak tambalan.

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Kepri Bakti Lubis menyatakan kasus kecelakaan kerja di galangan MOS itu bukan yang pertama kali terjadi. “Informasi minimnya safety kerja dan sistem pembayaran hak- hak karyawan di luar ketentuan oleh PT MOS itu sudah menjadi rahasia umum di Karimun, bahkan dugaan kuat pidana lingkungan dan pajak timbunan serta adanya indikasi penyalahgunaan lahan pemda yang dikerjasamakan pemerintah dengan perusahaan tersebut pernah mencuat,” kata Bakti Lubis. 

Bakti Lubis juga menegaskan bahwa ia akan segera berkoordinasi kepada pihak kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kepri dan Dinas LingkunganHidup Provinsi Kepri serta Kabupaten Karimun sekaligus memberikan surat resmi agar permasalahan itu dilakukan penyelidikan serius.

“Dalam waktu dekat saya akan berikan bukti-bukti dugaan pidana yang terjadi di PT MOS kepada teman-teman penyidik dan kita harapkan nantinya bisa menjadi petunjuk awal terhadap sejumlah dugaaan pidana yang terjadi di perusahaan itu. Juga di DPRD akan kita lakukan proses fungsi pengawasan sebagaimana amanat undang-undang ke arah itu,” ujar BaktiLubis.

Puluhan pekerja korban ledakan balon udara penyangga kapal juga diabaikan. Selama masa perawatan, para pekerja terlantar di halaman ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muhammad Sani tanpa makan dan minum. Dari peristiwa ini diketahuibahwa 12 dari 23 korban tidak memiliki BPJS Keternagakerjaan.

Bupati Karimun Aunur Rafiq telah memberikan instruksi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disanaker) untuk mengecek perihal pekerja tanpa jaminan kecelakaan kerja dan kesehatan yang menjadi korban insiden ini.

Menurut Kepala Disnaker Karimun, Hazmi Yuliansyah, belum seluruh pekerja PT MOS yang diikut sertakan ke dalam program BPJS sesuai dengan Undang undang BPJS nomor 24 tahun 2011. Dari 1.600 pekerja, hanya 800 pekerja yang sudah didaftarkan.

Selain masalah BPJS ketenagakerjaan, Anak usaha SOCI tersebut disinyalir melanggar peraturan Upah minimum Kabupaten (UMK) dan Peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Menurut pekerja MOS, pakaian seragam kerja dan penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dibebankan pada pekerja dengan potongan gaji setiap bulan. Padahal menurut Undang Undang nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (pasal 14 huruf c), pemberi kerja wajib menyediakan APD.

Disnaker berjanji akan memberikan sanksi tegas bila MOS terbukti bersalah. Sanksi administrasi berupa pemberhentian rekomendasi pemerintah daerah untuk mendapatkan proyek Pemerintah hingga pemberhentian proyek serta sanksi pidana 8 tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar juga mengancam MOS.

Nampaknya, Anak Usaha SOCI ini seakan tidak pernah lepas dari masalah. Pada 12 Januari 2017, terjadi demo rusuh tak terkendali yang dilakukan oleh pekerja dikarenakan MOS selalu terlambat membayarkan gaji dengan total Rp1 miliar. Hal yang aneh mengingat tepat satu minggu sebelumnya, pada 5 Januari 2017, Paula Marlina selaku Direktur Keuangan Soechi menyatakan telah menyuntikkan modal sebesar Rp420 miliar ke MOS.

Pada 1 Agustus 2018, MOS juga digugat PKPU oleh Exellift Sdn. Bhn. dan PT Kawasan Dinamika Harmonitama atas tunggakan yang belum dibayar. Perjanjian perdamaian dengan kreditur MOS tersebut telah disepakati pada tanggal 5 Oktober2018.

Kemampuan MOS dalam menyelesaikan kapal-kapal pesanan juga dipertanyakan. Akhir-akhir ini MOS menjadi perbincangan karena ketelambatan pengiriman 3 kapal dengan ukuran masing-masing 17.500 LDTW pesanan Pertamina. 1 kapal diserahkan pada kuartal 3 2018 setelah terlambat lebih dari 3 tahun. Sementara, 2 kapal lagi masih dalam tahap pembangunan dengan persentase kemajuan 81% dan 76%, padahal kapal-kapal ini juga telah terlambat lebih dari 2 tahun. Soechi sendiri mengaku akan ada denda yang akan ditanggung, walaupun Sochi belum terbuka mengenai besaran angkanya.

Tag: Pelayaran, PT Soechi Lines Tbk

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Andi Aliev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.34 3,729.10
British Pound GBP 1.00 18,352.50 18,169.21
China Yuan CNY 1.00 2,107.26 2,086.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,126.00 13,986.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.79 9,987.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.52 1,782.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,418.17 10,313.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,876.21 15,717.47
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.20 3,378.26
Yen Jepang JPY 100.00 12,620.39 12,490.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6414.743 -92.478 632
2 Agriculture 1465.003 -23.397 21
3 Mining 1781.165 -2.123 47
4 Basic Industry and Chemicals 831.329 -16.797 71
5 Miscellanous Industry 1307.550 -48.206 46
6 Consumer Goods 2475.827 -70.443 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.877 -6.552 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1148.843 -15.603 73
9 Finance 1300.817 -9.558 91
10 Trade & Service 809.674 -1.726 156
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 134 168 34 25.37
2 HRME 374 466 92 24.60
3 ESTI 94 109 15 15.96
4 RAJA 262 302 40 15.27
5 MDLN 260 286 26 10.00
6 IKBI 254 278 24 9.45
7 CSAP 585 640 55 9.40
8 LUCK 780 840 60 7.69
9 VOKS 260 280 20 7.69
10 FREN 290 312 22 7.59
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 1,100 930 -170 -15.45
2 MAYA 8,100 7,000 -1,100 -13.58
3 IIKP 144 125 -19 -13.19
4 PTIS 306 266 -40 -13.07
5 AHAP 69 61 -8 -11.59
6 ABBA 163 147 -16 -9.82
7 LMPI 155 140 -15 -9.68
8 BMSR 138 125 -13 -9.42
9 INTD 166 151 -15 -9.04
10 JSKY 1,185 1,080 -105 -8.86
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,630 3,440 -190 -5.23
2 MABA 55 52 -3 -5.45
3 JAYA 134 168 34 25.37
4 FREN 290 312 22 7.59
5 BBRI 4,460 4,440 -20 -0.45
6 CPRI 177 168 -9 -5.08
7 TLKM 3,860 3,780 -80 -2.07
8 BBCA 28,125 28,125 0 0.00
9 ANTM 885 855 -30 -3.39
10 WIKA 2,420 2,380 -40 -1.65