Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:04 WIB. Twitter - Twitter kini bisa tampilkan linimasa dengan urutan tweet terbaru.
  • 20:03 WIB. Xiaomi - 4  smartphone Xiaomi segera dapat update Android Pie.
  • 20:02 WIB. Microsoft - Microsoft pastikan umur Windows 7 tinggal setahun lagi.
  • 20:01 WIB. Mobile Legends - Mobile Legends klaim jadi gim terpopuler di Asean.
  • 20:00 WIB. WhatsApp - Pengguna WhatsApp kini bisa balas pesan di grup secara privat.
  • 19:59 WIB. Bukalapak - Bukalapak terima kucuran investasi dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund.
  • 19:57 WIB. ITB - ITB bikin aplikasi pendeteksi badai dengan tingkat akurat 85%.
  • 19:55 WIB. Youtube - Youtube perbarui kebijakan akibat birdbox challenge cs.
  • 19:54 WIB. Sony - Sony rilis kamera anyar untuk vlogger.
  • 18:40 WIB. Bakti - Bakti bukukan pendapatan Rp2,9 triliun.
  • 18:02 WIB. LRT - BPPT klaim Indonesia kuasai desain teknologi LRT.
  • 18:00 WIB. Mercedes - SUV baru Mercedes-Benz GLB bakal meluncur di Indonesia.
  • 17:57 WIB. Youtube - Youtube uji fitur rekomendasi unduh video.
  • 17:55 WIB. LRT - PT Inka siapkan empat trainset LRT pada Juni 2019.
  • 17:53 WIB. Snap - Petinggi Snap kembali hengkang.

Kuasai 51% Saham BCA, Ini Nilai Kekayaan Pemilik Djarum

Foto Berita Kuasai 51% Saham BCA, Ini Nilai Kekayaan Pemilik Djarum
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Siapa yang tak kenal dengan salah satu perusahaan raksasa di Indonesia, Djarum Group. Tentu seluruh telinga masyarakat Indonesia atau bahkan dunia sudah akrab dengan nama perusahaan yang cukup sering terpampang di setiap kegiatan olahraga atau pun beasiswa ini. 

Robert Budi Hartono (78) atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong, lahir di Semarang, 28 April 1940 adalah pemilik dari Djarum Group. Robert merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan. Kekayaannya seperti dicatat Majalah Forbes mencapai US$17,1 miliar atau Rp228 triliun.

Robert yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia ini memiliki kakak bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang. Selain Djarum, Robert dan Michael adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd menguasai 51% saham BCA. 

Selain itu, mereka memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak 2008, serta sejumlah properti, di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Polytron kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya memproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. 

Melalui perusahaan yang baru dibuat, yakni Ventures Global Digital Prima, Global Digital Niaga (Blibli.com), mereka membeli Kaskus, situs Indonesia yang paling populer.

Ayahnya, Oei Wie Gwan adalah pemilik usaha kecil Djarum Gramophon yang kemudian diubah menjadi Djarum yang kala itu diharapkan menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. 

Seperti dilansir dari Biografiku.com, ayah Robert merupakan orang terkaya nomor satu selama beberapa tahun di Indonesia dan urutan ke-131 terkaya di dunia. Semua berawal dari Oei Wie Gwan yang membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada 1951. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek Djarum yang ternyata sukses di pasaran.

Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada 1963, Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Robert dan kakaknya, Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun, kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, Djarum bisa tumbuh menjadi perusahaan raksasa.

Pada 1972, Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian, Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981.

Saat ini, di Amerika Serikat (AS) perusahaan rokok ini pun memilki pangsa pasar yang besar. Di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 miliar batang per tahun atau 20% dari total produksi nasional.

Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi grup bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka dilarang di AS sejak 2009 bersama dengan rokok kretek lain karena telah diluncurkan Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia.

Robert Budi Hartono dengan Djarum Group yang dipimpinnya melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain, perbankan, properti, agrobisnis, elektronik, dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Djarum Group ini memperkokoh imperium bisnisnya yang berawal di 1951.

Di bidang Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare yang terletak di Kalimantan Barat sejak 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Djarum Group. Di bidang properti, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, dan yang paling besar adalah mega royek Grand Indonesia yang ditandatangani pada 2004 dan selesai pada 2008.

Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai, dan apartemen. Total nilai investasi sebesar Rp1,3 triliun. Majalah Globe Asia menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$4,2 miliar atau sekitar Rp37,8 triliun. Pada tahun yang sama, Robert bersama Michael Hartono di bawah bendera Djarum Group melebarkan investasi ke sektor perbankan.

Mereka pun menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham BCA yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data dari Bank Indonesia akhir 2011, nilai aset BCA sebesar Rp380,927 triliun.

BCA yang secara resmi berdiri pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV, banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di 1997. Bukti eksistensi Djarum Group adalah gedung pencakar langit di kompleks megaproyek Grand Indonesia yang diberi nama Menara BCA.

BCA lah penyewa utama gedung tersebut dari 2007 hingga 2035 mendatang. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.

Tag: Robert Budi Hartono, PT Djarum Group

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Forbes

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58