Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018 mencapai US$5 miliar atau naik 10 % dari tahun 2017 yang sebesar US$4,52 miliar. Dan ekspor udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan hingga akhir tahun ini, yang mencapai US$1,8 miliar, dengan volume 180.000 ton.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Effendi Hardijanto, pada keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, dalam dua hingga tiga tahun mendatang akan terus berupaya mendongkar peningkatan ekspor udang nasional.

“Target kami bisa meningkatkan ekspor udang iagar nilainya bisa mencapai US$2,8 miliar untuk dua atau tiga tahun ke depan,” katanya.

Lebih jauh Rifky menjelaskan, agar bisa mencapai nilai ekspor udang sebesar US$2,8 miliar, dibutuhkan tambahan volume ekspor udang sebesar 100.000 ton. Untuk itu, PDSPKP tengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP untuk bisa meningkatkan produksi udang budidaya dalam negeri.

"Selama ini produksi udang budidaya merupakan penyumbang terbesar ekspor udang nasional yang mencapai 80% dari sisanya dari perikanan tangkap," imbuhnya.

Selain menggenjot produksi udang, Rifky mengatakan, KKP juga menggenjot produksi ikan lainnya seperti tuna yang berada di urutan kedua terbesar penyumbang ekspor. Kemudian untuk cakalang dan tongkol di urutan kelima dan rumput laut di urutan keenam dari segi nilai ekspor tapi kedua dari segi volume.

Adapun untuk pangsa pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar tujuan ekspor udang terbesar Indonesia. Dan  di AS ekspor udang dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah India. Selain AS, Eropa juga masuk dalam pangsa pasar udang kita.  Dan saat ini, Indonesia berada di urutan ke-16 pengekspor udang ke benua biru tersebut. Dengan nilai US$ 84 juta saja dari pasar udang Eropa. Padahal tahun lalu, nilai pasar ekspor udang Uni Eropa mencapai US$ 6 miliar, tapi Indonesia hanya mampu meraup sebesar.

“Selain AS, Eropa sangat besar peluangnya, makanya harus kita garap maksimal mulai tahun depan,” tandasnya.

Puncak Peringatan Hari Ikan Nasional (Hakannas)

Dalaam Harkannas tahun 2018 ini, KKP bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Pusat menyelenggarakan Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional ke-16 dengan mengangkat tema menu masakan berbahan baku Ikan Bandeng. Harapannya, ikan Bandeng dapat terus dikenalkan secara luas kepada masyarakat.

Peserta lomba masak dari 31 provinsi, yang merupakan perwakilan juara Lomba Masak Ikan Tingkat Provinsi. Adapun Pemenang Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional Ke-16

Kategori Menu Kudapan/Snack adalah: Provinsi Sulawesi Tengah sebagai juara I dengan nama resep Pia Likuifaksi; Provinsi Bengkulu sebagai juara II dengan nama resep Rantang Ruan; juara III, Provinsi Sumatera Selatan dengan nama resep Kelapi Ikan; Provinsi Bangka Belitung sebagai juara harapan I dengan nama resep Berbingu; Juara Harapan II: Provinsi Sulawesi Selatan, nama resep Rol Bandeng Daun Kelor

Kategori Menu Balita; Juara I: Provinsi Kalimantan Selatan, nama resep Batok Kelapa Um Yang Deng. Juara II: Provinsi Maluku, nama resep Mi Goreng Sasakan. Juara III: Provinsi Riau, nama resep Bandeng Sulur Terong Belanda. Juara Harapan I: Provinsi Gorontalo, nama resep Bantal Otanaha. Juara Harapan II: Provinsi Jawa Timur, nama resep Bandeng Bakar Daun Nanonggi

Juara Favorit: Provinsi Sulawesi Selatan dengan kriteria kerapihan, kebersihan, keharmonisan dalam penataan  dan Juara Umum: Provinsi Riau

Selain itu, juga dilakukan Millennial Vlog Kontes untuk usia 16 – 25 tahun dengan tema Menikmati Hidangan Ikan Berbagai Jenis Tuna, Udang dan Patin. Kontes ini sebagai bagian memperingati Hari Ikan Nasional ke-5, telah terselenggara sejak tanggal 21 November s/d 3 Desember 2018 dan telah diumumkan pemenangnya pada 5 Desember 2018 di akun istagram Humas Ditjen PDSPKP dengan pemenang juara 1 Agus Arifin Wijaya dari Kota Malang, juara 2 Sarastri Gustiani dari Kapuas Hulu dan juara 3 Ryan Nugroho dari Yogyakarta.

Disamping itu juga, di sela puncak peringatan Hari Ikan Nasional Ke-5, juga dilakukan Penandatanganan : Perjanjian Kerja Sama antara Dirjen PDSPKP dengan Direktur Komersial PT. Sucofindo (Persero) dalam rangka Pengembangan Sistem Telusur dan Logistik Ikan Nasional (STELINA). Sistem Telusur dan Logistik Ikan Nasional (STELINA) merupakan sistem informasi ketelusuran ikan dan produk perikanan nasional yang dibangun dan dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan PT. Sucofindo sejak tahun 2016. Melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama hari ini diharapkan mampu mempercepat dan menyempurnakan pengembangan sistem ini.

Lalu, perjanjian Kerja Sama Antara Dirjen PDSPKP dengan Dirjen Pemasyarakatan (PAS), Kementerian Hukum dan HAM  dalam rangka Peningkatan Kualitas Pembinaan Kemandirian Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Bidang Pengolahan Hasil Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga

Tag: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), udang

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20