Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,49 JPY/USD.
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3152 USD/GBP.
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR.
  • 20:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,66 USD/barel.
  • 20:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,51 USD/barel.
  • 20:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.464 USD/troy ounce.
  • 15:58 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.010/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,37% pada level 3.182.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,08% pada level 2.914.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,01% pada level 26.494.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,20% pada level 7.225.
  • 13:59 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,33% pada level 23.430.
  • 13:58 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,33% pada level 2.088.

Tembus Rp4,9 Triliun, Penjualan Sukuk ST-002 Lampaui Target

Tembus Rp4,9 Triliun, Penjualan Sukuk ST-002 Lampaui Target - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan penjualan Sukuk Negara Tabungan 002 atau ST-002 hingga penutupan akhir masa penawaran pada 22 November 2018 mencapai Rp4,9 triliun. Angka ini jauh melampaui target awal yang senilai Rp1,7 triliun.

“Sejak awal kami optimistis Sukuk 002 diminati pasar. Hasilnya, dari target awal Rp1,7 triliun, ternyata hingga masa penawaran ditutup pada 22 November, ST-002 meraup Rp4,9 triliun atau setara 290% dari target dan melampaui pencapaian ST-001 pada 2016 sebesar Rp2,59 triliun,” ujarnya Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu, Dwi Irianty Hadiningdyah di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Adapun penjualan ST-002 dengan rata-rata volume pembelian per investor adalah sebesar Rp300,13 juta dan menjangkau 16.477 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan investor baru e-SBN atau yang belum pernah memesan SBR003 dan SBR004 sebanyak 11.591 investor.

DJPPR mendapati sumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta–Rp100 juta, yang mencapai 59,55%. Sementara berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi milenial mencapai 44,61% dari total jumlah investor, atau sebanyak 7.350 investor.

“Adapun dari sisi volume pembelian, kelompok Baby Boomers atau berusia 54–72 tahun adalah terbesar, yang mencapai 45,44% dari total volume pembelian, atau sebesar Rp2,25 triliun,” paparnya.

Sedangkan jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Pegawai Swasta yang mencapai 36,49%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan PNS/TNI/Polri yang masing-masing mencapai 18,72% dan 11,71%.

Adapun volume pembelian terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Wiraswasta yang mencapai 35,03%, disusul oleh Pegawai Swasta dan Ibu Rumah Tangga yang masing-masing mencapai 26,46% dan 14,10%.

Sementara penduduk DKI Jakarta masih mendominasi asal pembeli ST-002 yang mencapai Rp2,26 triliun (45,63%), sedangkan wilayah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta mencapai Rp2,20 triliun (44,56%), dan wilayah Indonesia Bagian Tengah mencapai Rp452,31 miliar (9,15%).

Sukuk Negara Tabungan atau (Sukuk Tabungan) adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia, sebagai tabungan investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Produk ST-002 mulai ditawarkan pemerintah pada 1-22 November 2018 dengan masa proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pada 29 November 2018 dan jatuh tempo pada 10 November 2020 dengan fasilitas early redemption.

ST-002 adalah instrumen yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun terdapat fasilitas early redemption. Early redemption merupakan salah satu fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok ST-002 oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo.

Fasilitas ini hanya dapat dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap Mitra Distribusi dan jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk early redemption adalah 50% dari total kepemilikan investor.

“Minimum pemesanan ST-002 adalah Rp1 juta, sementara maksimum pemesanan mencapai Rp3 miliar. Melalui investasi Sukuk Tabungan, Pemerintah menawarkan kesempatan secara langsung kepada Warga Negara Indonesia untuk mendukung pembangunan nasional,” paparnya.

Sukuk ST-002 yang dapat dibeli via online (e-SBN) melalui 11 mitra distribusi pilihan ini ditawarkan memiliki imbalan mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor) sebesar 8,30% p.a dan mengacu pada BI 7 Days Reverse Repo Rate.

"Mengambang, artinya besaran imbalan Sukuk Tabungan akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 Days Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali. Imbalan Minimal, artinya tingkat imbalan pertama yang ditetapkan akan menjadi imbalan minimal yang berlaku sampai dengan jatuh tempo," tutupnya.

Baca Juga

Tag: Sukuk, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Kementerian Keuangan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,757.83 3,720.04
British Pound GBP 1.00 18,524.17 18,338.46
China Yuan CNY 1.00 2,004.08 1,983.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,091.11 13,950.90
Dolar Australia AUD 1.00 9,631.27 9,528.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.88 1,781.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,358.83 10,255.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.54 15,421.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.85 3,349.56
Yen Jepang JPY 100.00 12,976.43 12,843.77

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6193.791 6.923 667
2 Agriculture 1443.038 8.692 20
3 Mining 1476.026 1.626 50
4 Basic Industry and Chemicals 977.472 -2.356 76
5 Miscellanous Industry 1189.164 -11.910 50
6 Consumer Goods 2061.454 6.260 56
7 Cons., Property & Real Estate 518.354 8.147 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1126.422 -11.329 76
9 Finance 1301.830 3.637 90
10 Trade & Service 768.878 2.683 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 170 228 58 34.12
2 MSKY 1,250 1,560 310 24.80
3 PICO 3,500 4,310 810 23.14
4 PDES 615 735 120 19.51
5 ARKA 1,785 2,060 275 15.41
6 PCAR 1,995 2,290 295 14.79
7 POLY 60 68 8 13.33
8 BKSW 135 151 16 11.85
9 BKSL 68 76 8 11.76
10 TALF 262 292 30 11.45
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 160 120 -40 -25.00
2 MAMI 246 185 -61 -24.80
3 DEAL 210 158 -52 -24.76
4 BIPP 65 50 -15 -23.08
5 PAMG 62 50 -12 -19.35
6 KARW 79 64 -15 -18.99
7 FORZ 59 50 -9 -15.25
8 SHID 2,950 2,500 -450 -15.25
9 NIKL 428 364 -64 -14.95
10 ESIP 370 318 -52 -14.05
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,395 1,505 110 7.89
2 IPTV 525 525 0 0.00
3 TOWR 745 735 -10 -1.34
4 TCPI 5,700 5,500 -200 -3.51
5 BKSL 68 76 8 11.76
6 WSKT 1,420 1,470 50 3.52
7 TLKM 4,100 4,070 -30 -0.73
8 PSAB 240 220 -20 -8.33
9 PPRO 67 74 7 10.45
10 ESIP 370 318 -52 -14.05