Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:42 WIB. KRAS - Krakatau Steel teken MoU dengan TPIA untuk bangun fasilitas air industri.
  • 09:12 WIB. Oppo - Oppo imingi cashback Rp1 juta pembelian Reno Series.
  • 09:01 WIB. HK Metals - HK Metals Utama membidik pendapatan Rp1,64 triliun.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,07% ke level 6.195,13 di awal sesi I.
  • 09:00 WIB. India - India bakal luncurkan stasiun luar angkasa sendiri pada 2030.
  • 08:49 WIB. Intel - Intel luncurkan proyek Ignite di Israel.
  • 08:09 WIB. Huawei - Penjualan smartphone Huawei di dunia bakal turun 40-60%.
  • 08:01 WIB. Perbankan - Bank Mandiri Syariah mencatat transaksi e-channel naik 60% selama libur lebaran.
  • 07:42 WIB. Instagram - Instagram uji cara cepat pulihkan akun yang kena hack.
  • 07:31 WIB. 6G - SK Telecom, operator telekomunikasi Korsel, gandeng Nokia dan Ericsson kembangkan 6G.
  • 07:09 WIB. LG - LG rilis monitor gaming 1 milisecond pertama di dunia.
  • 06:59 WIB. Huawei - Huawei mau pangkas produksi, terancam kehilangan Rp458 triliun.
  • 06:31 WIB. Bursa Global - Nasdaq naik 0,62% menjadi 7.357,31.
  • 06:31 WIB. Bursa Global - Indeks Dow naik 0,09% menjadi 26.112,53.
  • 06:30 WIB. Bursa Global - Indeks S&P naik 0,09% menjadi 2.889,67

Novel Baswedan Tuding Adrianus Meliala Tukang Bohong

Novel Baswedan Tuding Adrianus Meliala Tukang Bohong - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai terdapat konflik kepentingan terkait Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) kasus penyerangannya yang disampaikan anggota Ombudsman Adrianus Meliala.

"Saya tidak yakin ini adalah serangan dari Ombudsman tetapi saya menjadi curiga bahwa Pak Adrianus punya 'conflict of interest' dalam masalah ini," kata Novel di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Dalam laporan yang disampaikan Adrianus itu, Novel mempertanyakan bahwa dirinya tidak kooperatif saat diperiksa dalam penanganan kasusnya tersebut.

"Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh Pak Adrianus ini bahkan mungkin menganggap saya sebagai korban tidak kooperatif yang kooperatif adalah pelaku barangkali," katanya.

Sebelum pemeriksaan itu dilakukan Adrianus pernah meminta kepada Novel untuk memberi keterangan. Karena itu, kata Novel, dalam pertemuan di KPK saat itu dirinya bersama tim kuasa hukum juga meminta agar Adrianus tidak ikut dalam pemeriksaan tersebut.

"Karena Pak Adrianus telah menyampaikan kebohongan, menyampaikan bahwa saya belum pernah diperiksa, saya irit bicara, saya hanya diperiksa dua lembar dan hal-hal itu sangat luar biasa ya," ungkap Novel.

Sebelumnya, Adrianus Meliala meminta jajaran penyidik kepolisian untuk memanggil kembali Novel Baswedan.

Pemanggilan kembali itu, menurut Adrianus di Jakarta, Kamis (6/12), berpotensi membuka petunjuk-petunjuk baru sehingga pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel dapat segera ditangkap dan diadili oleh penegak hukum.

Adrianus mengatakan, penyidikan kasus Novel telah mencapai lebih dari 600 hari dan salah satu penyebabnya ada keterangan dari pihak korban yang belum masuk berita acara perkara (BAP) Kepolisian.

Penyidik kepolisian, menurut Adrianus, kesulitan untuk melakukan pemeriksaan mengingat kegiatan tersebut berlandaskan keterangan pada BAP. Hari ini, tepat 609 hari setelah Novel Baswedan diserang oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

Tag: Novel Baswedan, Ombudsman Republik Indonesia (ORI)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,844.29 3,805.69
British Pound GBP 1.00 18,159.47 17,976.68
China Yuan CNY 1.00 2,091.38 2,070.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,418.00 14,274.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.58 9,819.08
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,841.36 1,822.90
Dolar Singapura SGD 1.00 10,522.55 10,413.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,181.32 16,015.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,455.90 3,418.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,278.69 13,142.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6190.525 -59.740 634
2 Agriculture 1387.740 6.172 21
3 Mining 1599.384 -15.894 46
4 Basic Industry and Chemicals 740.684 -13.793 71
5 Miscellanous Industry 1278.981 -9.883 46
6 Consumer Goods 2415.601 -31.601 52
7 Cons., Property & Real Estate 467.630 -4.198 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1161.408 -10.915 74
9 Finance 1261.086 -6.995 90
10 Trade & Service 799.348 -10.114 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 175 296 121 69.14
2 SDMU 54 72 18 33.33
3 SMRU 140 176 36 25.71
4 YELO 192 240 48 25.00
5 POLL 1,200 1,450 250 20.83
6 SOSS 378 430 52 13.76
7 MINA 1,090 1,235 145 13.30
8 MEGA 5,100 5,775 675 13.24
9 ARTA 412 466 54 13.11
10 HRME 292 324 32 10.96
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 BMTR 480 360 -120 -25.00
3 FITT 230 173 -57 -24.78
4 SMBR 1,030 785 -245 -23.79
5 SKBM 464 368 -96 -20.69
6 TGKA 4,750 4,000 -750 -15.79
7 WICO 625 530 -95 -15.20
8 SIMA 112 97 -15 -13.39
9 GLOB 348 302 -46 -13.22
10 BHIT 84 74 -10 -11.90
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 MAMI 116 124 8 6.90
3 JPFA 1,545 1,410 -135 -8.74
4 SMRU 140 176 36 25.71
5 BMTR 480 360 -120 -25.00
6 CSIS 109 98 -11 -10.09
7 SIMA 112 97 -15 -13.39
8 BBRI 4,230 4,200 -30 -0.71
9 CPIN 4,700 4,380 -320 -6.81
10 BDMN 4,510 4,250 -260 -5.76