Portal Berita Ekonomi Sabtu, 07 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:51 WIB. Poundsterling Recap - 1,2937 USD/GBP (2/12) 1,2994 USD/GBP (3/12) 1,3104 USD/GBP (4/12) 1,3157 USD/GBP (5/12) 1,3139 USD/GBP (6/12).
  • 07:46 WIB. Euro Recap - 1,1079 USD/EUR (2/12) 1,1083 USD/EUR (3/12) 1,1078 USD/EUR (4/12) 1,1104 USD/EUR (5/12) 1,1059 USD/EUR (6/12).
  • 07:43 WIB. Yuan Recap - 7,0393 CNY/USD (2/12) 7,0613 CNY/USD (3/12) 7,0499 CNY/USD (4/12) 7,0448 CNY/USD (5/12) 7.0349 CNY/USD (6/12).
  • 07:39 WIB. Yen Recap - 109,00 JPY/USD (2/12) 108,64 JPY/USD (3/12) 108,86 JPY/USD (4/12) 108,76 JPY/USD (5/12) 108,58 JPY/USD (6/12).
  • 07:35 WIB. Rupiah Recap - Rp.14.125/USD (2/12) Rp.14.105/USD (3/12) Rp.14.105/USD (4/12) Rp.14.065/USD (5/12) Rp.14.037/USD (6/12).
  • 07:31 WIB. IHSG Recap - 6.130 (2/12) 6.133 (3/12) 6.112 (4/12) 6.152 (5/12) 6.186 (6/12).
  • 07:28 WIB. Straits Times Index Recap - 3.187 (2/12) 3.173 (3/12) 3.159 (4/12) 3.174 (5/12) 3.194 (6/12).
  • 07:25 WIB. Shanghai Index Recap - 2.875 (2/12) 2.884 (3/12) 2.878 (4/12) 2.899 (5/12) 2.912 (6/12).
  • 07:23 WIB. Hang Seng Index Recap - 26.444 (2/12) 26.391 (3/12) 26.062 (4/12) 26.217 (5/12) 26.498 (6/12).
  • 07:20 WIB. Nikkei Index Recap - 23.529 (2/12) 23.379 (3/12) 23.135 (4/12) 23.300 (5/12) 23.354 (6/12).
  • 07:16 WIB. KOSPI Index Recap - 2.091 (2/12) 2.084 (3/12) 2.068 (4/12) 2.060 (5/12)  2.081 (6/12).
  • 07:07 WIB. FTSE 100 Index Recap - 7.285 (2/12) 7.158 (3/12) 7.188 (4/12) 7.137 (5/12) 7.239 (6/12).
  • 07:03 WIB. S&P 500 Index Recap - 3.113 (2/12) 3.093 (3/12) 3.112 (4/12) 3.117 (5/12) 3.145 (6/12).
  • 07:00 WIB. Dow Jones Index Recap - 27.783 (2/12) 27.502 (3/12) 27.649 (4/12) 27.677 (5/12) 28.015 (6/12).
  • 06:56 WIB. Nasdaq Index Recap - 8.309 (2/12) 8.254 (3/12) 8.296 (4/12) 8.308 (5/12) 8.397 (6/12).

"Aji Mumpung" di Tengah Perang Dagang (3)

WE Online, Jakarta -

Pada awal 2018, China juga mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan Indonesia dengan dibukanya keran ekspor manggis dan nanas.

China menghentikan impor manggis dari Indonesia pada 2014 karena kandungan zat kimianya melebihi batas toleransi.

Pada 2013 saat Indonesia terakhir kali mengekspor manggis ke China nilainya hanya 93 ribu dolar AS. Padahal setahun sebelumnya sempat mencapai 36 juta dolar AS atau 18,84 persen dari kebutuhan pasar China.

Yang mencengangkan, pada saat China menghentikan impor dari Indonesia, Malaysia justru menjadi negara penyerap terbanyak manggis dari Indonesia karena pada 2014 mencapai 2,2 juta dolar AS, 2015 (5,7 juta dolar AS), dan 2016 (5,36 juta dolar AS). Demikian halnya dengan sarang burung walet. Indonesia kembali merajai pasar China, terutama setelah pasokan sarang burung walet dari Malaysia distop.

Konsumsi sarang burung walet di China pada 2018 mencapai 800 ton. Sekitar 80 persen dari Indonesia, sedangkan sisanya dari Malaysia, Vietnam, dan Thailand, demikian General Manager Kalimantan Nest Trading, Jerry Hidayat.

Padahal Indonesia baru bisa mengekspor langsung sarang burung yang sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh itu pada September 2014 karena sebelumnya harus melalui perusahaan pihak ketiga, salah satunya yang berada di Malaysia.

Belum lagi industri baja. Lagi-lagi konflik dagang AS-China yang juga menyentuh sektor investasi dan perdagangan baja membawa manfaat bagi Indonesia.

Baru-baru ini Hebei Bishi Steel Group yang berkantor pusat di Tangshan, Provinsi Hebei, telah menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan PT Seafer Kawasan Industri untuk membangun pabrik baja dengan nilai investasi mencapai 2,54 miliar dolar AS di Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Saat bertemu Bupati Kendal Mirna Annisa di Hebei pada 25 Juli 2018, bos perusahaan asal China itu berjanji akan memperkejakan 6.000 hingga 10.000 warga Kabupaten Kendal, khususnya di Kecamatan Patebon.

Dengan adanya investor baru itu, maka secara otomatis pangsa investasi China terhadap total investasi asing di Jateng meningkat menjadi 15 persen dari sebelumnya yang hanya 1 persen.

Manfaat lain dari perseteruan ekonomi AS-China adalah mudahnya pasokan komoditas lain dari Indonesia, termasuk makanan olahan dan siap saji.

Untuk pertama kalinya beberapa produk makanan dan minuman asal Indonesia mendapatkan kesempatan dipasarkan di 11-11, ajang belanja daring terbesar yang digelar Alibaba Group, raksasa perdagangan berbasis elektronik (e-commerce).

Produk-produk makanan dan minuman asal Indonesia seperti mie instan, kerupuk, biskuit, kopi, termasuk kecap, sambal, santan, sarang burung walet dan produk turunannya juga mulai bisa didapat di rak-rak toko swalayan di kota-kota besar di daratan Tiongkok.

Perseteruannya dengan AS itu pula membuat China makin menyadari pentingnya Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Pada tahun lalu, Beijing sepertinya sudah menyiapkan langkah strategis jikalau Washington mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif. Langkah antisipasi itu salah satunya adalah mengurangi selisih ekspor-impornya dengan Indonesia.

Pada 2017 selisih ekspor dan impor Indonesia dengan China tercatat 6,35 miliar dolar AS. Selisih tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yakni sebesar 14,55 miliar dolar AS pada 2015 dan 11,57 miliar dolar AS pada 2016.

"Bicara masalah perdagangan AS dengan China, posisi Indonesia sebagai negara cukup besar tidak perlu berpihak kepada salah satu. Jadi kita bisa meletakkan posisi kita dengan cantik," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan sesuai bertemu PM Li Keqiang di Beijing pada 14 April 2018.

Baca Juga

Tag: Perang Dagang, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: China Daily/via Reuters

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01