Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:46 WIB. Smartfren - Smartfren andalkan internet murah, incar 10 juta pelanggan baru.
  • 08:39 WIB. iPhone - Pabrik pembuat iPhone pecat 50 ribu pegawai kontrak.
  • 08:23 WIB. WhatsApp - Kemenkominfo: Fitur baru WhatsApp tak 100% berantas hoaks.
  • 08:23 WIB. Facebook - Masih usaha gaet remaja, Facebook bikin fitur kumpulan meme
  • 08:22 WIB. Ghosn - Carlos Ghosn janji tidak keluar Jepang.
  • 08:20 WIB. WhatsApp - WhatsApp batasi forward message siang ini.
  • 07:17 WIB. WhatsApp - WhatsApp ancam tutup akun penyebar hoaks.
  • 07:16 WIB. Google - Google Maps luncurkan fitur cek kecepatan kendaraan.
  • 07:15 WIB. WhatsApp - WhatsApp batasi pengiriman pesan berantai.
  • 06:30 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 dikabarkan beri fitur baru dalam notch.
  • 06:08 WIB. Telkom - Telkom dan Moratel akan menandatangani perjanjian penggunaan Palapa Ring Barat.
  • 06:06 WIB. ADHI - ADHI berniat menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Tollroad Development.
  • 06:06 WIB. Mandiri - Selain proyek pemerintah, Mandiri mengincar debitur korporasi swasta.
  • 06:04 WIB. Mandiri - Mandiri mengarahkan sebagian besar kredit investasi melalui skema sindikasi.
  • 06:03 WIB. BUMN - Bulog dan PTPN III akan ekspansi ke pasar ekspor.

Tahun Depan, BI Bakal Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan

Foto Berita Tahun Depan, BI Bakal Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga Acuan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Di tengah himpitan situasi global yang sedang dilanda pengetatan, arah kebijakan moneter Indonesia tahun depan agaknya akan melanjutkan kebijakan yang sama, konservatif. Tahun mendatang Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) masih akan menerapkan pengetatan kebijakan moneter, salah satunya menaikkan suku bunga. Langkah ini kemungkinan akan diikuti oleh European Central Bank (ECB), yang mulai menormalisasi suku bunganya.

"Maka bisa ditebak, Bank Indonesia (BI) juga akan melakukan hal yang sama. Hal ini agaknya sudah dapat dipastikan, hanya pertanyaannya, akan berapa kali? Saat kondisi global sedang tak pasti dan rupiah dalam tekanan, jawaban yang paling instan bagi BI adalah menaikkan interest rate," ujar Direktur Riset Center Of Reform on Economic (CORE) Piter Abdullah Redjalam di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Menuturnya, kenaikan suku bunga diyakini dapat mengurangi tekanan pada nilai tukar rupiah, tetapi di sisi lain akan berdampak pada investasi dan pertumbuhan.

"The Fed, saya duga, akan menaikkan suku bunganya paling banyak tiga kali dengan kemungkinan menahan jadi dua kali. Ini sedikit menurun daripada tahun ini yang rencananya mencapai empat kali apabila Desember ada kenaikan lagi," ucapnya.

Di tengah kemungkinan berlanjutnya kenaikan suku bunga di atas, para pelaku ekonomi harus bersiap menghadapi kenaikan inflasi. Tahun ini inflasi diperkirakan di kisaran 3,2% atau di range bawah target BI, yaitu 3,5 plus minus 1%. 2019, inflasi diperkirakan melonjak seiring kemungkinan menaikkan harga BBM bersubsidi dan TDL yang sudah ditahan selama 2018.

"Fokus BI saat ini ada pada neraca pembayaran, khususnya pada current account. Menaikkan suku bunga acuan adalah langkah logis untuk merespons current account kita yang masih akan defisit tahun depan jika dilihat dari strukturnya," paparnya.

Lalu, bagaimana dengan perbankan? Dengan tiga sampai empat kali kenaikan suku bunga, maka akhir tahun 2019 posisi bunga acuan akan ada di 6,75-7,0 %. Meski tergolong tinggi, angka itu diperkirakan tidak akan terlalu mengganggu penyaluran kredit perbankan karena kredit perbankan tak secara kuat dipengaruhi oleh suku bunga.

"Tetapi yang lebih berpengaruh adalah kondisi ekonomi. Perekonomian Indonesia itu tipikalnya lebih di-drive oleh harga komoditas. Sedangkan harga komoditas tahun depan cenderung menurun dibanding 2018, tetapi masih lebih baik daripada 2017," katanya.

Untuk kredit perbankan, Piter memperkirakan akan lebih baik daripada 2017, tetapi menurun dari 2018. "2019 dengan kenaikan suku bunga dan perlambatan ekonomi global, maka kami proyeksikan kredit akan ada di angka 10-11 %," tuturnya.

Tag: Suku Bunga, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29