Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

3 Faktor Pendorong Potensi Ekonomi Digital Indonesia

3 Faktor Pendorong Potensi Ekonomi Digital Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pada 2030, ekonomi digital diprediksi dapat meningkatkan perekonomian Indonesia hingga mencapai peringkat 5 ekonomi terbesar di dunia. Namun, untuk mewujudkan prediksi itu, masih banyak hal yang harus dipersiapkan oleh Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, ada beberapa hal yang dapat mendoromg pertumbuhan ekosistem ekonomi digital. Ia membagikan hal itu di Seminar Peluang dan Tantangan QR Payment di Era Disrupsi yang diadakan oleh Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

"Yang diperlukan untuk menciptakan ekosistem itu adalah instrumen pembayaran, infrastruktur, data, dan logistik," ujarnya dalam sambutannya.

Onny mengatakan, ketersediaan SDM memang penting. Namun, instrumen oembayaran yang beragam dan kesiapan data serta infrastruktur juga tak kalah penting.

"Kesiapan data dan infrastruktur juga penting. Saat ini, kekurangan kita di dunia digital adalah data. Kita masih sulit mengetahui berapa transaksi non cash yang terjadi. Tantangannya banyak di data," jelas Onny.

Meski begitu, ia tak hanya fokus pada tantangan tersebut. Menurutnya, ekonomi digital yang memanfaatkan teknologi memberi peluang kepada sektor keuangan untuk masuk ke produksi sehingga mengurangi biaya operasional hingga 20%.

"Sektor keuangan masuk ke produksi, masuk ke pasar yang didukung dengan instrumen pembayaran, lalu didukung juga dengan logistik. Kita harus bangun ekosistem itu. Bisa kurangi biaya operasional sekitar 20%," jelas Onny.

Selain itu, logistik juga berperan penting pada ekonomi digital. Contohnya, peran ekspedisi di dunia e-commerce.

"Kalau ada pembayaran dan produksi lalu dihubungkan ke marketplace, pembayarannya bukan cash lagi, yang tidak kalah penting adalah logistik. Kalau lewat e-commerce itu kan identik dengan kecepatan," papar Onny.

Berdasarkan survei BI, angka transaksi nontunai masih lebih rendah dari transaksi tunai yang berada di angka 76%. Namun, terdapat kenaikan nilai transaksi nontunai yang kini senilai 24%. Mengapa masih lebih rendah dari tunai?

"Karena financial inclusion masih rendah. Frekuensi tunai sangat tinggi digunakan bagi yang tidak punya rekening. Itu yang sebabkan transaksi nontunai Indonesia masih rendah," papar Onny.

Pada 2014, inklusi finansial Indonesia senilai 36,7%, meningkat pada 2017 menjadi 49%. Pada 2019, pemerintah menargetkan inklusi finansial hingga 65%. Ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang dinilai mampu mewujudkan hal tersebut, baik di sektor pembayaran maupun sektor lain, seperti perdagangan.

Baca Juga

Tag: Quick Response (QR), Onny Widjanarko

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20