Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:46 WIB. Rupiah - Pukul 09.45 WIB, rupiah berbalik menguat 0,04% ke level Rp14.218 per dolar AS. 
  • 09:03 WIB. IHSG - Selasa pagi, IHSG dibuka menguat 0,03%ke level 6.452,60.
  • 08:46 WIB. Smartfren - Smartfren andalkan internet murah, incar 10 juta pelanggan baru.
  • 08:39 WIB. iPhone - Pabrik pembuat iPhone pecat 50 ribu pegawai kontrak.
  • 08:23 WIB. WhatsApp - Kemenkominfo: Fitur baru WhatsApp tak 100% berantas hoaks.
  • 08:23 WIB. Facebook - Masih usaha gaet remaja, Facebook bikin fitur kumpulan meme
  • 08:22 WIB. Ghosn - Carlos Ghosn janji tidak keluar Jepang.
  • 08:20 WIB. WhatsApp - WhatsApp batasi forward message siang ini.
  • 07:17 WIB. WhatsApp - WhatsApp ancam tutup akun penyebar hoaks.
  • 07:16 WIB. Google - Google Maps luncurkan fitur cek kecepatan kendaraan.
  • 07:15 WIB. WhatsApp - WhatsApp batasi pengiriman pesan berantai.
  • 06:30 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 dikabarkan beri fitur baru dalam notch.
  • 06:08 WIB. Telkom - Telkom dan Moratel akan menandatangani perjanjian penggunaan Palapa Ring Barat.
  • 06:06 WIB. ADHI - ADHI berniat menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Tollroad Development.
  • 06:06 WIB. Mandiri - Selain proyek pemerintah, Mandiri mengincar debitur korporasi swasta.

Indonesia Pasar Penting Produk Kacang Kedelai AS

Foto Berita Indonesia Pasar Penting Produk Kacang Kedelai AS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Regional Director, US Soybean Export Council (USSEC) SE Asia, Timothy Loh mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar ekspor terpenting Amerika Serikat (AS) untuk komoditas kacang kedelai. Sekitar 2,5 juta ton kedelai AS telah diekspor ke Indonesia dan lebih dari setengahnya diserap oleh industri tahu dan tempe.

"Data 2017, di mana Indonesia adalah pengguna terbesar ketiga dari kacang kedelai AS Soy, dengan lebih dari 2,5 juta metrik ton (MT) diimpor untuk penggunaan makanan, di mana mayoritas digunakan untuk produksi tempe," kata Timothy di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Ia mengatakan bahwa kerja sama yang kuat terjalin di sektor kedelai antara AS dan Indonesia, seiring dengan banyaknya pangan lokal Indonesia, seperti tahu dan tempe, yang berbahan baku kedelai.

Soal kualitas, Timothy mengklaim industri kedelai AS memiliki keunggulan dalam hal penelitian dengan terus berfokus pada peningkatan dan pengembangan guna memastikan bahwa kedelai AS secara terus menerus memenuhi, bahkan melebihi kebutuhan para konsumennya.

"Dari tahun ke tahun, banyak negara yang kian mengandalkan kedelai AS, dan setiap masa panen tiba, para petani kedelai di Amerika pun mengirimkan hasil panen mereka," ujarnya.

Tidak hanya dari sisi bisnis, USSEC sering bekerja sama dengan para pelaku industri tempe di Indonesia. Kerja sama itu untuk memberikan informasi dan panduan guna membantu produsen tahu dan tempe sebagai pelanggan setia kedelai AS untuk meningkatkan dan mencari pasar yang lebih luas di luar batas nasional. Pengembangan industri dan pengembangan kapasitas adalah strategi inti untuk meningkatkan permintaan dan ekspor kedelai AS di Indonesia.

"Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengingatkan para pelanggan setia dan calon pembeli di Indonesia, kami sangat menghargai kepercayaan mereka dan secara berkelanjutan akan membangun hubungan kerja sama yang kuat untuk sektor kedelai," pungkasnya.

Tag: Kedelai, Ekspor

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29