Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:31 WIB. Inter Milan - Granit Xhaka membantah akan pindah ke Inter Milan.
  • 08:46 WIB. New Delhi - India akan mengenakan tarif balasan terhadap 28 produk AS.
  • 08:08 WIB. Teluk Oman - Saudi menyalahkan Iran atas terbakarnya kapal tanker.
  • 07:44 WIB. Copa America - Argentina dihajar Kolombia 0-2
  • 07:35 WIB. Shanghai - Iran siap memberikan insentif bagi Shanghai Cooperation Organization.
  • 01:02 WIB. Telegram - Pavel Durov: serangan siber masif terhadap Telegram datang dari China.
  • 07:15 WIB. Perang Dagang - AS akan mengenakan tarif tinggi kepada produk-produk asal India.
  • 05:29 WIB. Copa America - Venezuela 0 vs 0 Peru
  • 05:28 WIB. Copa America - Brazil 3 vs 0 Bolivia
  • 00:36 WIB. Vodafone - Link internasional Vodafone terganggu di beberapa negara Eropa.
  • 00:08 WIB. Film - Franco  Zeffirelli, sutradara legendaris Italia, meninggal pada usia 96.
  • 23:19 WIB. Ford - Ford tarik 1,2 juta kendaraan sport utility  di AS karena masalah suspensi.
  • 21:18 WIB. Sepak bola - Indonesia bantai Vanuatu 6-0.
  • 21:04 WIB. New Delhi - Gelombang panas tewaskan 36 orang di India.
  • 20:45 WIB. Google - Google akan putus hubungan Photos dan Drive pada Juli.

Pembangunan PLTA Batang Toru Sudah Melalui Kajian Komprehensif

Pembangunan PLTA Batang Toru Sudah Melalui Kajian Komprehensif - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan ditegaskan sudah melalui serangkaian kajian akademik dan persiapan konstruksi yang matang dan komprehensif, sehingga bisa beroperasi dalam jangka panjang dengan aman dan ramah lingkungan. Langkah tersebut dijalankan untuk memitigasi setiap risiko yang berpotensi terjadi di lokasi proyek.

Daya tahan konstruksi fisik terhadap gempa merupakan salah satu fokus PT North Sumatera Hydro Energy dalam membangun PLTA Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Seluruh pembangunan konstruksi fisik pun sudah melalui kajian akademik mendalam dengan memberi perhatian penuh terhadap manajemen lingkungan dan mitigasi risiko kebencanaan di kawasan Batang Toru, yang terdapat sesar gempa.

Lismawaty dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, yang juga pengajar Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Medan (ITM) menyatakan, lokasi pembangunan PLTA Batang Toru tidak ada masalah. Sepanjang memenuhi semua syarat kajian yang telah dilakukan, maka ini proyek Batangtoru dinilai sebagai solusi.

"Saya sangat optimistis berbagai kajian soal kegempaan yang juga sudah dilakukan akan membuat PLTA Batangtoru menjadi solusi dan tidak justru menjadi masalah," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Sementara tenaga ahli PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Didiek Djawadi mengatakan, pembangunan penampungan air untuk proyek pembangunan pembangkit listrik sepenuhnya dilakukan dengan memperhatikan berbagai kajian dan penelitian akademik. Kajian-kajian tersebut melingkupi kajian terkait potensi gempa dari berbagai sumber yang dimungkinkan, seperti Subduction Zone, Shallow Crustal and Background, serta Benioff Zone.

"Semuanya diperhitungkan berdasarkan potensi dari semua jenis sumber gempa yang dimungkinkan," ujarnya.

Dari dasar kajian ini, pembangunan penampungan air tersebut dipastikan dilakukan dengan memedomani berbagai prosedur yang menjadi standar nasional hingga internasional sebagaimana yang tercantum dalam Bulletin International Commissionon Large Dams (Icold), US Army Corpsof Engineer, dan standar lain.

"Itu yang harus kami analisis, bagaimana membuat suatu bangunan yang tidak runtuh oleh gempa. Sehingga baik dari struktur, beton, jenis tipenya itu semua harus terukur, sehingga dia tidak runtuh," ucapnya.

NSHE berkolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan akademik, hingga kelompok masyarakat sipil untuk membangun pembangkit listrik tenaga air yang ramah lingkungan. Upaya ini bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang mengamanatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, harus berperan serta merealisasikannya.

PLTA Batangtoru termasuk infrastruktur strategis ketenagalistrikan nasional sebagai bagian integral dari program 35.000 Mega Watt (MW) Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. PLTA Batangtoru berteknologi canggih yang didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 hektare (ha) dan lahan tambahan di lereng yang curam seluas 66 ha sebagai kolam harian untuk menampung air.

Air kolam harian tersebut akan dicurahkan melalui terowongan bawah tanah dengan menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW. Model ini membuat sungai tetap mengalir seperti biasa menurut tingkat curah hujan yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti geologi LIPI, Mudrik menjelaskan, sesar aktif gempa memang terdapat di kawasan Batang Toru, yakni Segmen Barumun dan Segmen Angkola. Keduanya merupakan sesar aktif dengan pergeseran sekitar 14 mm per tahun.

"Salah satu simpulannya, pembangunan harus dilakukan sesuai dengan beban gempa bumi yang berpotensi terjadi," tandasnya.

Tag: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PT North Sumatera Hydro Energy

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,833.29 3,794.69
British Pound GBP 1.00 18,221.58 18,037.64
China Yuan CNY 1.00 2,085.38 2,064.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,376.00 14,232.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.44 9,818.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.30 1,817.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,514.92 10,408.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.57 16,049.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.79 3,412.95
Yen Jepang JPY 100.00 13,273.01 13,136.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6250.265 -22.817 634
2 Agriculture 1381.568 2.869 21
3 Mining 1615.278 -7.605 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.477 -6.774 71
5 Miscellanous Industry 1288.864 -12.078 46
6 Consumer Goods 2447.202 -13.399 52
7 Cons., Property & Real Estate 471.828 -7.072 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.323 -2.911 74
9 Finance 1268.081 -0.098 90
10 Trade & Service 809.462 0.526 157
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 83 112 29 34.94
2 LUCK 1,200 1,500 300 25.00
3 KPAL 210 262 52 24.76
4 GOLD 402 496 94 23.38
5 SDRA 710 850 140 19.72
6 MAYA 6,250 7,475 1,225 19.60
7 KONI 284 338 54 19.01
8 ABMM 1,695 1,950 255 15.04
9 SKBM 412 464 52 12.62
10 APLN 171 191 20 11.70
No Code Prev Close Change %
1 FITT 290 230 -60 -20.69
2 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
3 MKPI 16,500 13,500 -3,000 -18.18
4 HELI 202 167 -35 -17.33
5 MIDI 1,200 1,020 -180 -15.00
6 MEGA 5,950 5,100 -850 -14.29
7 DNAR 292 252 -40 -13.70
8 TALF 410 358 -52 -12.68
9 PYFA 193 170 -23 -11.92
10 RELI 216 191 -25 -11.57
No Code Prev Close Change %
1 SMBR 925 1,030 105 11.35
2 FITT 290 230 -60 -20.69
3 MNCN 1,235 1,300 65 5.26
4 JAYA 135 129 -6 -4.44
5 BTPS 2,950 3,080 130 4.41
6 BBRI 4,200 4,230 30 0.71
7 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
8 CPIN 4,950 4,700 -250 -5.05
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BDMN 4,720 4,510 -210 -4.45