Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Nataru 2019, PLN Jabar Prediksi Kenaikan Beban Puncak Listrik Capai 5.062 MW

Foto Berita Nataru 2019, PLN Jabar Prediksi Kenaikan Beban Puncak Listrik Capai 5.062 MW
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Beban puncak siang hari Natal tahun 2018 diperkirakan sekitar 4.635 MW naik dari beban puncak Natal pada siang hari di tahun 2017 sebesar 4.572 MW. 

Sedangkan pada malam hari Beban Puncak Natal tahun 2018 diprediksi mencapai  5.249 MW lebih besar dari realisasi Beban Puncak Natal pada malam hari di tahun 2017 5.114 MW Untuk perayaan Malam Tahun Baru 2019, PLN memperkirakan Beban Puncak diprediksi mencapai 5.062 MW lebih besar dibandingkan dengan realisasi Beban Puncak pada malam tahun baru 2018 sebesar 4.957 MW. Daya mampu pasok PLN Distribusi Jawa Barat 10.912 MW

Senior Manager Distribusi PLN UID Jabar Hendra Slamet Riyadi mengatakan sebagai bentuk upaya menyukseskan perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru 2019, siap memperkuat monitoring keandalan untuk meningkatkan kesiapan dengan melakukan sejumlah persiapan untuk meminimalisir adanya gangguan.  

PLN membuat  113 Posko Siaga Natal yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan sebanyak  485 orang personil yang disiagakan lengkap dengan sarana penunjang bersiaga untuk melakukan pemantauan khusus ke tempat-tempat ibadah (terutama gereja) maupun pusat-pusat keramaian selama 24 jam penuh untuk menjaga jaringan listrik tetap andal dan nyaman bagi para pelanggan. 

"Di 15 Area Pelayanan PLN UID Jawa Barat juga telah dilaksanakan Gelar Pasukan di masing-masing wilayah untuk mengecek kesiapan petugas dan peralatan dalam rangka menyambut momen penting di penghujung tahun 2018," katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (21/12/2018). 

Upaya lain yang juga dilakukan di dalam periode siaga tersebut, antara lain PLN tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik. 

"Kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan dan kondisi emergency, yakni keadaan yang apabila tidak dilakukan perbaikan akan berdampak luas dan membahayakan keselamatan pelanggan," ungkapnya.

Berkenaan dengan total penjualan Energi Listrik sampai bulan November 2018 sebesar 45.1 TWh atau mengalami peningkatan sebesar 3.78%, dibandingkan dengan November tahun 2017 (yaitu sebesar 43.4 TWh ). Jumlah Pelanggan PLN Distribusi Jawa Barat sendiri hingga bulan November 2018 tercatat 13.885.198 pelanggan, naik 5,5 % dari jumlah pelanggan pada bulan November 2017 yang tercatat 13.155.120 pelanggan. 

Sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini dilaksanakan, PLN menghimbau kepada masyarakat untuk : (1) Dikarenakan saat ini memasuki musim hujan, dimohon pelanggan untuk menjauhkan alat elektronik dan instalasi listrik dari potensi terkena air yang mengakibatkan tersetrum, (2) Tidak bermain-main dengan kembang api di sekitar tiang, kabel maupun jaringan listrik karena berpotensi mengakibatkan kebakaran, (3) mematikan seluruh aliran listrik dan mencabutnya dari stop kontak sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama untuk menghindari korsleting (4) membeli token listrik cadangan agar persedian listrik cukup dan tak lupa menyelesaikan pembayaran rekening listrik bagi pelanggan pascabayar agar tidak terkena denda dan pemutusan sementara. 

"Bilamana masyarakat menemukan ketidaknyamanan dalam pelayanan kelistrikan dalam momen Siaga Natal dan Tahun Baru ini dapat segera menghubungi Contact Center PLN 123 untuk mendapatkan penanganan petugas selama 24 jam," pungkasnya.

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Energi Listrik

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56