Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:32 WIB. PGN - PGN dan Krakatau Steel teken MoU pengembangan energi.
  • 19:22 WIB. PTPP - PT PP meneken nota kesepahaman dengan PT Hyundai Engineering & Construction.
  • 19:04 WIB. Pelindo III - Pelindo III segera menerapkan gate in online di pelabuhan Tanjung Perak.
  • 18:48 WIB. Pelindo III - Pelindo III tambah fasilitas shore connection di pelabuhan Tanjung Emas.
  • 18:36 WIB. Minyak - Harga minyak naik sampai US$63 per barel saat Iran menembak drone militer AS.
  • 18:24 WIB. BTN - BTN mengaku sedang melakukan penjajakan untuk mengakuisisi Bank Syariah Bukopin.

Sebelum Dirikan Lion Air, Ia Sempat Jadi Calo Tiket di Bandara

Sebelum Dirikan Lion Air, Ia Sempat Jadi Calo Tiket di Bandara - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Siapa yang enggak tahu maskapai penerbangan Indonesia yang bertarif menengah ke bawah? Yap, betul sekali, Lion Air. Maskapai yang memiliki jargon, “We Make People Fly” didirikan oleh Rusdi Kirana.

Rusdi Kirana lahir di Cirebon 17 Agustus 1963. Semasa kuliahnya, untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan uang jajannya, Rusdi menyambi sebagai calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, ia mengetahui tentang dunia penerbangan. Selain itu, ia juga sempat meniti kariernya sebagai penjual mesin ketik Amerika, Brother.

Awal mulanya, Rusdi dan Sang Kakak, Kusnan Kirana membuka biro perjalanan bernama Lion Tours di tahun 1986. Mereka berdua sama-sama berzodiak Leo, dari sanalah nama Lion lahir. Setelah sekitar 13 tahun Rusdi menjalankan biro perjalanannya, dengan dana yang telah disiapkan, ia mendaftarkan maskapainya pada tahun 1999.

Kemudian mereka mendirikan maskapai penerbangan dengan modal satu pesawat jet pada Juni tahun 2000. Kirana bersaudara dari awal memiliki impian untuk mendirikan maskapai penerbangan dari 0 hingga sukses. Mereka juga menginginkan dapat memberi kesempatan kepada setiap lapisan masyarakat Indonesia agar dapat terbang dan naik pesawat dengan harga terjangkau.

Pada saat orde baru, sudah ada beberapa maskapai penerbangan selain Garuda Indonesia Airlines (saat ini bernama Garuda Indonesia). Saat itu sudah ada Merpati Airlines milik pemerintah, Bouraw, Mandala, dan Sempati air milik perusahaan penerbangan swasta.

Penerbangan di Indonesia saat itu bersifat elitis, hanya untuk orang-orang yang memiliki uang banyak yang dapat menjangkauanya. Enggak heran, karena untuk perjalanan Jakarta-Medan saat itu bisa mencapai Rp1.100.000, dan Jakarta-Manado mencapai Rp2.100.000.

Setelah Soeharto turun dari kursi kepresidenan, bisnis Rusdi dan Kusnan menyongsong era baru.

Resmi beroperasi di tahun 2000, Lion Air melayani penerbangan rute Jakarta-Pontianak dengan armada dua unit pesawat tipe Boeing 737-200. Dan semakin tahun, keberhasilannya semakin terlihat. Di tahun 2004, Lion Air telah mengoperasikan 23 pesawat dengan 130 kali penerbangan tiap harinya, baik di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Dengan lahirnya Lion Air, impian masyarakat untuk naik pesawat dengan harga murah dapat terwujud. Penerbangan Jakarta-Medan bisa diperoleh mulai harga Rp300.000 dan Jakarta-Manado mulai Rp400.000.

Pada 2011, Lion Air membeli banyak pesawat dari Amerika yang sedang dilanda krisis ekonomi, hal ini dianggap bahwa Lion Air semakin berhasil. Hingga saat ini, Lion Air memiliki kurang lebih 112 pesawat yang terbagi dalam beberapa tipe, seperti Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, dan Airbus A330-300.

Kirana bersaudara pun mengembangkan unit usaha mereka di bawah bendera Lion Air Group. Mereka menciptakan merek-merek lain dalam bisnis penerbangan: Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air (Malaysia), dan Thai Lion Air (Thailand).

Tag: Kisah Sukses, Lion Air Group

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42