Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:57 WIB. Eredivisie Belanda - Heracles 2 vs 1 SC Heerenveen
  • 05:55 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Angers
  • 05:54 WIB. Ligue1 Prancis - Dijon 3 vs 2 Rennes
  • 05:53 WIB. LaLiga Spanyol - Deportivo Alaves 2 vs 2 Real Valladolid

Huawei Nilai Industri Telekomunikasi Indonesia Makin Sehat

Huawei Nilai Industri Telekomunikasi Indonesia Makin Sehat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan global penyedia infrastruktur teknologi informasi dan komnunikasi serta perangkat cerdas, Huawei optimistis terhadap persaingan sehat di antara operator telekomunikasi Indonesia demi terwujudnya industri telekomunikasi yang semakin sehat.

"Secara umum ekosistem industri sudah mengarah ke kondisi yang lebih baik, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan oleh seluruh pelaku industri," kata Chief Technical Officer Huawei Indonesia, Vaness Yew dalam sesi media terbatas di Ubud, Bali, Jumat malam.

Vaness menjelaskan bahwa ketika bisnis telekomunikasi berpindah dari layanan suara menjadi data, ekosistem industri menjadi tidak sehat akibat beberapa faktor. Menurut Vaness, perang tarif yang dilakukan oleh operator di Indonesia menjadi faktor pertama yang menyebabkan lesunya industri telekomunikasi Indonesia sepanjang tahun 2018.

"Perang tarif yang dilakukan operator tidak menguntungkan siapapun dan berdampak buruk bagi ekosistem industri. Bayangkan saja Anda satu kali minum kopi di kafe, harganya sama dengan harga paket data satu bulan, saya rasa hal itu tidak fair" kata Vaness.

Vaness menambahkan, meskipun secara psikologis konsumen merasakan tarif yang lebih murah, tetapi pada dasarnya kualitas layanan yang mereka dapatkan menurun akibat padatnya jaringan ketika perang tarif berlangsung.

"Skenario persaingan harga tersebut menyebabkan biaya operasional membengkak, operator kemudian tidak memiliki keleluasaan untuk berinvestasi dalam pembangunan jaringan yang baru akibat tingginya biaya operasional mereka," Belum lagi, lanjut dia, soal rerata pendapatan per pengguna (ARPU) yang tidak terkatrol akibat ketatnya persaingan harga tersebut. Dengan ARPU operator yang berkisar di antara Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan ARPU terendah di dunia.

Namun Vaness melihat bahwa kebijakan registrasi kartu sim prabayar yang diwajibkan per April tahun ini berperan penting dalam proses penyehatan industri.

"Operator bisa berhemat banyak dari pengurangan biaya untuk pencetakan kartu sim. Dengan jumlah pelanggan yang semakin terukur, mereka bisa fokus untuk meningkatkan kualitas jaringan dan layanan", katanya.

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Jaringan 5G

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Philippe Wojazer

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10