Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:40 WIB. CPO - Peluang ekspor CPO ke China terbuka di tengah perang dagang.
  • 14:38 WIB. Huawei - Google Blokir Huawei dari Play Store dan Android Updates.
  • 14:37 WIB. Unilever - Unilever membagikan dividen Rp9 triliun.
  • 13:55 WIB. TPMA - Trans Power Marine menebar dividen senilai US$4,93 juta.
  • 13:53 WIB. Daerah - Kontribusi mitra Go-Jek Rp1,7 triliun bagi ekonomi Makassar.
  • 11:22 WIB. Infrastruktur - Astra Infra mengincar proyek tol di jalur Trans Jawa.
  • 11:20 WIB. Ekonomi - Sektor konsumsi akan diandalkan pemerintah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2020.

Prediksi Ericsson: Langganan 5G Akan Capai 1,5 Miliar di 2024

Prediksi Ericsson: Langganan 5G Akan Capai 1,5 Miliar di 2024 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Jaringan 5G diperkirakan akan menjangkau lebih dari 40% populasi global dan jumlah langganan akan mencapai 1,5 miliar, sehingga mobile broadband meningkat pada akhir 2024.

Berdasarkan laporan dari Ericsson bertajuk Mobility Report yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Senin (24/12/2018), kunci utama dalam peluncuran teknologi 5G ini ialah peningkatan kapasitas jaringan, biaya per gigabyte yang lebih rendah, dan persyaratan penggunaan baru.

Pemanfaatan Narrowband-Internet of Things (NB-IoT), yakni teknologi standar berdaya rendah yang mampu menjangkau area yang luas, sehingga memungkinkan berbagai penyelenggaraan perangkat dan layanan IoT, serta Cat-M1 (teknologi selular baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan aplikasi terkait komunikasi IoT), akan mendorong pertumbuhan koneksi selular IoT di seluruh dunia.

Dari perkiraan koneksi selular IoT 4,1 miliar di 2024, 2,7 miliar di antaranya diperkirakan berasal dari Asia Timur Laut (China, Jepang, Mongolia, Korea Utara, dan Korea Selatan) yang mencerminkan ambisi dan ukuran pasar IoT selular di wilayah ini.

Sejumlah persyaratan terkait penyelenggaraan teknologi 5G yang terus berevolusi akhirnya mendorong penyedia layanan untuk mulai menggunakan NB-IoT dan Cat-M1 di pasar mereka.

Menurut Fredrik Jejdling, Executive Vice President dan Head of Business Area Networks, seiring dengan terselenggaranya 5G di pasar, ketersediaan jangkauan dan pemanfaatan teknologi ini diperkirakan akan lebih cepat dibanding teknologi generasi sebelumnya.

"Bersamaan dengan itu, pertumbuhan IoT selular juga semakin kuat. Apa yang kita lihat saat ini baru awal dari perubahan fundamental yang akan memberikan dampak signifikan pada konsumen dan industri," katanya.

Jerry Soper, President Director of Ericsson Indonesia menambahkan, teknologi 5G menjanjikan kemampuan baru yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat dan mengubah bagaimana industri dijalankan. Namun, perlu diingat perubahan ini hanya akan terjadi melalui kerja sama antara para pelaku industri dan pengatur kebijakan terkait berbagai aspek, seperti pengadaan spektrum, standar, dan teknologi.

"Ericsson berkomitmen mendukung pemerintah, operator telekomunikasi, dan pelaku industri di Indonesia dalam penyelenggaraan teknologi generasi baru ini. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memperlihatkan seberapa jauh kemampuan teknologi ini di Indonesia melalui serangkaian uji coba 5G," jelas dia.

Seperti teknologi akses seluler sebelumnya, 5G diharapkan untuk digunakan pertama kali di daerah perkotaan padat dengan peningkatan akses mobile broadband berkemampuan tinggi serta fixed wireless. Contoh kasus penggunaan lain akan dilakukan pada berbagai industri, seperti otomotif, manufaktur, utilitas, dan kesehatan.

Tag: Jaringan 5G

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Steve Marcus

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31