Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Monitor Kondisi Penyaluran BBM Jelang Nataru, Menteri Jonan Kunjungi TBBM Surabaya Grup

Foto Berita Monitor Kondisi Penyaluran BBM Jelang Nataru, Menteri Jonan Kunjungi TBBM Surabaya Grup
Warta Ekonomi.co.id, Surabaya -

Menteri ESDM Ignasius Jonan lakukan kunjungan khusus ke Terminal BBM Surabaya Grup untuk memonitoring kesiapan penyaluran BBM dan LPG menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019, Senin (24/12/2018).

Didampingi Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina, Gandhi Sriwidodo, Ignasius Jonan menekankan pentingnya kelancaran pasokan BBM dan LPG pada dua hari raya besar di akhir tahun ini, khususnya di jalur-jalur perlintasan pemudik, tol trans jawa serta bandara-bandara yang menjadi destinasi wisata masyarakat.

Dirinya menjelaskan bahwa kebutuhan avtur di bandara-bandara favorit wisata seperti Ngurah Rai Bali dan Labuan Bajo akan mengalami peningkatan, sebagaimana pengamatannya dalam beberapa hari terakhir ini.

“Saya berpesan agar pasokan avtur di Labuan Bajo dapat dipenuhi secara maksimal, karena sejak kemarin saya lihat banyak maskapai-maskapai serta pesawat pribadi yang mendarat di bandara tersebut,” ujar Ignasius Jonan.

Guna menjaga ketahanan suplai dan kelancaran penyaluran di lapangan, Pertamina juga telah membentuk tim satgas Natal dan Tahun Baru 2019 yang beroperasi mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2019.

Tim Satgas ini akan berperan khusus dalam memantau penyaluran BBM dan LPG mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan BBM dan LPG di masyarakat dapat terus terpenuhi.

Direktur LSCI Pertamina, Gandhi Sriwidodo menjelaskan prediksi kenaikan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Jatim Bali Nusa Tenggara selama masa libur akhir tahun ini, dimana untuk BBM jenis Gasoline (bensin) kenaikan diprediksi mencapai 10%.  Sementara itu BBM jenis Gasoil (Diesel) diprediksi mengalami penurunan konsumsi sebesar 2%. Konsumsi LPG selama Natal dan Tahun Baru pun diprediksi meningkat, dimana LPG bersubsidi diperkirakan meningkat 12%, sedangkan LPG Non Subsidi meningkat sebesar 9%.

Produk Avtur pun tidak luput dari kenaikan konsumsi sepanjang libur Natal dan Tahun Baru ini, dimana kenaikan diperkirakan mencapai angka 4% dibandingkan tahun 2017-2018. Peningkatan kebutuhan avtur tertinggi terjadi pada 21 Desember 2018 (menjelang libur Natal 24-25 Desember) dan pada tanggal 28 Desember 2018 (menjelang libur tahun baru 2019).

Pertamina MOR V juga telah melakukan antisipasi kenaikan konsumsi dengan menyiapkan armada pengisian avtur ke pesawat di DPPU Juanda Surabaya sebanyak 10 refueller dan 6 hydrant dispenser serta di DPPU Ngurah Rai Bali sebanyak 6 refueller dan 6 hydrant dispenser.

Optimalisasi sarana dan fasilitas telah diupayakan melalui penambahan armada mobil dispenser sebanyak 5 unit serta pendirian Kiosk Pertamax di 7 lokasi sepanjang jalur tol trans jawa.

“Kami menyadari bahwa dengan beroperasinya jalur tol trans jawa ini, Pertamina memandang perlunya antisipasi masyarakat yang ingin membeli BBM di titik-titik tertentu, sehingga dengan dioperasikannya Kiosk Pertamax ini masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dengan lebih nyaman tanpa khawatir kesulitan untuk memperoleh BBM," ungkap Gandhi.

Tag: Natal, Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Kumairoh

Foto: Bambang Ismoyo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56