Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:10 WIB. PTBA - PTBA membidik penjualan batu bara pada tahun ini mencapai 24 juta-26 juta ton.
  • 08:07 WIB. Mandiri - Mandiri menargetkan punya 50.000 agen Laku Pandai di 2019.
  • 08:06 WIB. BNI - Kinerja saham BNI tercatat menguat 2,27% sepanjang tahun berjalan 2019.
  • 07:49 WIB. Himbara - Himbara memasang target pertumbuhan bisnis yang lebih moderat pada 2019.
  • 07:48 WIB. PLN - PLN akan memfasilitasi 9 pengembangan listrik swasta dalam proyek energi terbarukan.
  • 07:43 WIB. UMKM - Posisi pembiayaan UMKM ekspor sebesar 15.900 dengan penjaminan sebesar Rp310 miliar.
  • 22:01 WIB. Spotify - Pengguna aktif bulanan Spotify tembus 200 juta.
  • 22:00 WIB. Xiaomi - Xiaomi anggarkan Rp20 triliun demi AI dan IoT.
  • 21:58 WIB. Samsung - Selama 2018, situs Samsung dikunjungi 60 juta orang.
  • 21:58 WIB. Samsung - Luncurkan situs penjualan online, Samsung Indonesia punya rencana jalani O2O.
  • 21:55 WIB. Go-Pay - Go-Pay bisa dipakai untuk bayar perpanjang SIM dan SKCK.
  • 21:53 WIB. Facebook - Facebook investasi Rp4,2 triliun dalam bisnis berita lokal AS.
  • 19:24 WIB. LRT - INKA perkirakan LRT Otonom bisa diterapkan dalam 1,5 tahun.
  • 19:22 WIB. Mercedes - Mercedes-Benz berusaha jadi anggota Gaikindo lagi.

BMKG Ungkap Penyebab Tsunami Selat Sunda

Foto Berita BMKG Ungkap Penyebab Tsunami Selat Sunda
Warta Ekonomi.co.id, Bandarlampung -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi telah terjadi gempa bumi berkekuatan (magnitudo) 3,5 skala richter (SR) pada Senin (24/12/2018), pukul 23.36,04 WIB di Barat daya Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Menurut BMKG, gempa tersebut berlokasi di koordinat 6.14 derajat Lintang Selatan (LS) 104.71 Bujur Timur (BT) sejauh 82 km barat daya Pesawaran, Lampung. Adapun kedalaman pusat gempa mencapai 9 km.

Sejumlah warga Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Kota Bandarlampung sempat mempertanyakan berbagai informasi yang simpang siur berkaitan dengan adanya gempa dan potensi tsunami di wilayah mereka.

Akhirnya, warga yang berada di kawasan pantai memilih untuk keluar rumah dan  mengungsi ke tempat lain yang lebih tinggi. 

"Tengah malam ini kami memilih mengungsi dari rumah karena informai ada gempa dan akan terjadi tsunami lagi," ujar Asim, salah satu warga Telukbetung, Bandarlampung.

Dia menuturkan, warga sekitar rumahnya juga berbondong-bondong keluar rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena mendapatkan informasi tersebut.

Berkaitan bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan pesisir Lampung dan Banten pada Sabtu (22/12/2018), telah disampaikan pers rilis bersama bencana Selat Sunda oleh Kemenko Maritim, BMKG, Badan Informasi Geospasial, BPPT, dan LIPI, serta Badan Geologi, Senin (24/12/2018).

Siaran pers tersebut menyatakan bahwa bencana di Selat Sunda saat ini merupakan bencana multievent yang diakibatkan oleh gelombang tinggi, tsunami, erupsi gunung api, dan longsor tebing kawah Gunung Anak Krakatau yang memicu tsunami.

BMKG menyatakan siap untuk mem-back up peringatan dini tsunami akibat langsung atau pun tidak langsung dari erupsi gunung api yang dipantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (Badan Geologi, sehingga BMKG perlu untuk mendapat akses data gempa-gempa vulkanik yang ada di sistem peringatan dini Pusat Vulkanologi.

Pada tanggal 23/12/2018, pukul 18.30 sampai dengan 21.00 WIB, telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan agenda pembahasan kejadian tsunami di Selat Sunda. Rapat tersebut dihadiri oleh Kemenko Maritim, BMKG, BIG, BPPT, LIPI, dan Badan Geologi ESDM.

Berdasarkan data yang dihimpun, diambil kesepakatan berupa tsunami yang terjadi bukan disebabkan oleh gempa bumi tektonik, melainkan akibat longsor (flank collapse) di lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kejadian longsor lereng Gunung Anak Krakatau tercatat di sensor seismograf BMKG di Cigeulis Pandeglang (CGJI) pada pukul 21.03 WIB, juga beberapa sensor di Lampung (LWLI, BLSI), Banten (TNG/TNGI, SBJI), Jawa Barat (SKJI, CNJI, LEM) .

Hasil analisa rekaman seismik (seismogram) dari longsoran lereng Gunung Anak Krakatau setelah dianalisa oleh BMKG setara dengan kekuatan MLv = 3,4, dengan episenter di Gunung Anak Krakatau.

Faktor penyebab lepas material di lereng Gunung Anak Krakatau dalam jumlah banyak adalah tremor aktivitas vulkanik dan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Bukti-bukti yang mendukung bahwa telah terjadi longsoran di lereng Gunung Anak Krakatau sebagai akibat lanjut dari erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu deformasi Gunung Anak Krakatau berdasarkan perbandingan citra satelit sebelum dan sesudah tsunami yang memperlihatkan 64 ha lereng Barat Daya Gunung Anak Krakatau runtuh. 

Oleh karena itu, beberapa rekomendasi tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah memasang tide-gauge di Kompleks Gunung Anak Krakatau (BIG), survei geologi kelautan dan batimetri di Kompleks Gunung Anak Krakatau (Badan Geologi, BPPT, LIPI), konfirmasi dari citra satelit resolusi tinggi (LAPAN) perlu cipta optik, survei udara dengan drone (BPPT), data GPS dan data pasut (BMKG, BIG, Pushidrosal, dan industri di sekitar kawasan).

Tag: Tsunami Selat Sunda, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6408.784 72.668 625
2 Agriculture 1585.036 -7.210 21
3 Mining 1844.340 15.139 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.845 21.295 71
5 Miscellanous Industry 1394.631 2.064 46
6 Consumer Goods 2652.095 37.658 51
7 Cons., Property & Real Estate 480.742 8.835 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1130.455 19.871 71
9 Finance 1213.694 9.336 91
10 Trade & Service 786.524 2.437 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 186 250 64 34.41
2 INPP 525 650 125 23.81
3 LPCK 1,900 2,340 440 23.16
4 OCAP 268 330 62 23.13
5 MLPL 84 99 15 17.86
6 MTSM 177 206 29 16.38
7 SDMU 55 62 7 12.73
8 UNIT 240 268 28 11.67
9 IMAS 2,560 2,840 280 10.94
10 HDFA 158 174 16 10.13
No Code Prev Close Change %
1 ARTA 1,310 1,000 -310 -23.66
2 ABDA 5,600 4,480 -1,120 -20.00
3 BEEF 318 268 -50 -15.72
4 TFCO 765 665 -100 -13.07
5 KICI 290 260 -30 -10.34
6 SKBM 560 510 -50 -8.93
7 TPMA 242 222 -20 -8.26
8 POLI 1,575 1,445 -130 -8.25
9 INTD 175 161 -14 -8.00
10 RIGS 228 210 -18 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 INPC 74 79 5 6.76
3 UNTR 26,000 25,600 -400 -1.54
4 WSKT 1,975 2,090 115 5.82
5 TRAM 182 190 8 4.40
6 ASII 8,150 8,150 0 0.00
7 PTSN 1,630 1,520 -110 -6.75
8 TLKM 3,850 3,930 80 2.08
9 KPAS 220 222 2 0.91
10 BBRI 3,790 3,780 -10 -0.26