Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Penerbangan - Lion Air on time performance (OTP) 83,99% pada periode lebaran.
  • 23:16 WIB. Beijing - China akan hentikan impor babi dari Kanada, diduga terkait penahanan eksekutif Huawei.
  • 22:54 WIB. INKA - INKA segera menyelesaikan 448 unit dari 886 unit kereta pesanan KAI.
  • 22:52 WIB. KAI - KAI Daop 4 telah memberangkatkan 518.925 penumpang selama periode libur lebaran.
  • 22:35 WIB. KAI - KAI menambah kapasitas angkutan mengantisipasi limpahan penumpang pesawat.
  • 22:28 WIB. IPCC - Indonesia Kendaraan Terminal akan membagikan dividen Rp102,11 miliar.
  • 22:02 WIB. WSBP - Obligasi Waskita Beton Precast oversubscribed hinga 2,18 kali.
  • 21:48 WIB. ADHI - Adhi Karya meraih kontrak baru sebanyak Rp5 triliun hingga Mei 2019.
  • 21:21 WIB. BNI - BNI mencatatkan pertumbuhan kinerja kartu kredit sebesar 10% selama Ramadan 2019.
  • 20:32 WIB. Paris - Mitsubishi Aircraft Corp menjual pesawat 15 Spacejet M100 kepada maskapai Amerika Utara.
  • 20:07 WIB. Transportasi - Kemenko akan panggil Garuda & Lion untuk membahas investasi asing di penerbangan.
  • 19:27 WIB. BTN - Indeks harga rumah BTN tumbuh 7,3% di kuartal I-2019.
  • 19:17 WIB. BTN - Kuota subsidi rumah BTN diklaim habis bulan Juni ini.
  • 18:58 WIB. BTN - BTN targetkan outstanding KPR Gaess mencapai Rp7 triliun di akhir tahun ini.
  • 18:49 WIB. Minyak - U.S. West Texas Intermediate crude turun 3 cents menjadi $53.87 per barel.

Tsunami Tak Terduga dan Duka di Penutupan Tahun (1)

Tsunami Tak Terduga dan Duka di Penutupan Tahun (1) - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Belum terhapus dalam ingatan kita musibah bencana alam berupa gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Juli dan gempa bumi disertai tsunami di Sulawesi Tengah pada September 2018.

Saat ini, Indonesia kembali mengalami duka mendalam akibat bencana tsunami yang melanda Selat Sunda atau wilayah Provinsi Banten dan Lampung.

Tsunami yang terjadi di perairan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam sekitar pukul 21.20 WIB itu sungguh mengejutkan semua pihak, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Geologi Kementerian ESDM, karena peristiwanya tidak didahului dengan gempa bumi.

Dugaan sementara BMKG adalah karena fenomena alam ganda antara lain gelombang pasang akibat bulan purnama dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Ada indikasi yang terjadi memang pada hari yang sama terjadi gelombang tinggi dan bulan purnama, namun juga terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau yang diduga mengakibatkan tsunami," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di Kantor BMKG, Jakarta.

Baik BMKG maupun Badan Geologi Kementerian ESDM memiliki argumen berbeda yang memungkinkan terjadinya tsunami di Selat Sunda. BMKG menjelaskan perkiraan sementara tsunami akibat terjadinya longsoran material di dalam laut. Sedangkan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar menyebutkan gelombang tsunami diperkirakan akibat aktivitas vulkanik.

Apapun argumen yang disampaikan kedua lembaga tersebut, Tsunami cukup besar itu sudah terjadi tanpa diketahui sama sekali oleh masyarakat sekitar pesisir pantai karena tidak adanya peringatan dini dari BMKG.

Tsunami tak terduga itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia terseret dan terlempar oleh air, ratusan orang mengalami luka-luka berat sampai ringan dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal karena hancur dihempas air.

Data per 25 Desember 2018 dari Badan SAR Nasional (Basarnas) menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 397 orang terdiri atas 291 orang di Banten dan 106 orang di Lampung. Sementara luka-luka sebanyak 1.030 orang dari Banten 757 orang dan Lampung 273 orang serta hilang 90 orang.

Korban yang meninggal dunia di Banten terbesar di Kecamatan Panimbang 157 orang, Carita 102 orang, Tanjung Lesung 118 orang dan Labuan 80 orang.

Khusus di Tanjung Lesung, gelombang air yang cukup tinggi itu menghantam dan memporakporanda panggung pentas yang saat itu sedang tampil grup band terkenal seventeen yang digelar dalam rangka kegiatan Family Gathering perusahaan PT PLN. Seluruh personil grup musik Seventeen itu meninggal ditempat, kecuali Vokalisnya Riefian Fajarsyah atau yang akrab disapa Ifan yang selamat dari maut tersebut.

Sementara dari pihak PLN dikabarkan 40 orang meninggal dunia, dan 12 korban diantaranya akan mendapatkan santunan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, karena dinyatakan sebagai peserta dan berhak mendapatkan santunan sebesar 48 kali upah, sementara yang mengalami luka-luka diberikan pengobatan sampai sembuh total, kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif.

Tag: Tsunami Selat Sunda, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,824.23 3,785.66
British Pound GBP 1.00 18,022.16 17,842.30
China Yuan CNY 1.00 2,081.78 2,061.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,342.00 14,200.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.43 9,763.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.47 1,814.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,487.75 10,382.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,060.17 15,898.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.21 3,398.76
Yen Jepang JPY 100.00 13,219.65 13,085.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6339.262 81.932 636
2 Agriculture 1407.708 18.720 21
3 Mining 1616.036 27.374 46
4 Basic Industry and Chemicals 759.365 19.786 71
5 Miscellanous Industry 1319.906 24.495 47
6 Consumer Goods 2463.827 18.712 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.971 8.540 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.863 24.917 74
9 Finance 1292.680 13.837 90
10 Trade & Service 804.545 2.212 159
No Code Prev Close Change %
1 SFAN 188 318 130 69.15
2 APLN 187 234 47 25.13
3 DUTI 4,750 5,825 1,075 22.63
4 WICO 510 615 105 20.59
5 ABMM 1,870 2,180 310 16.58
6 BRAM 10,725 12,500 1,775 16.55
7 NICK 236 274 38 16.10
8 PNSE 520 600 80 15.38
9 BOLA 370 422 52 14.05
10 ARMY 220 250 30 13.64
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,750 3,700 -1,050 -22.11
2 GLOB 320 258 -62 -19.38
3 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
4 MFMI 605 525 -80 -13.22
5 LRNA 161 141 -20 -12.42
6 BMAS 348 310 -38 -10.92
7 OKAS 168 150 -18 -10.71
8 FORU 100 90 -10 -10.00
9 MINA 1,235 1,115 -120 -9.72
10 RICY 184 167 -17 -9.24
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,130 1,125 -5 -0.44
2 INKP 7,325 8,175 850 11.60
3 APLN 187 234 47 25.13
4 TLKM 3,980 4,100 120 3.02
5 BBRI 4,260 4,290 30 0.70
6 PGAS 1,950 2,060 110 5.64
7 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
8 CENT 95 93 -2 -2.11
9 CCSI 246 232 -14 -5.69
10 BOLA 370 422 52 14.05