Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Penerbangan - Lion Air on time performance (OTP) 83,99% pada periode lebaran.
  • 23:16 WIB. Beijing - China akan hentikan impor babi dari Kanada, diduga terkait penahanan eksekutif Huawei.
  • 22:54 WIB. INKA - INKA segera menyelesaikan 448 unit dari 886 unit kereta pesanan KAI.
  • 22:52 WIB. KAI - KAI Daop 4 telah memberangkatkan 518.925 penumpang selama periode libur lebaran.
  • 22:35 WIB. KAI - KAI menambah kapasitas angkutan mengantisipasi limpahan penumpang pesawat.
  • 22:28 WIB. IPCC - Indonesia Kendaraan Terminal akan membagikan dividen Rp102,11 miliar.
  • 22:02 WIB. WSBP - Obligasi Waskita Beton Precast oversubscribed hinga 2,18 kali.
  • 21:48 WIB. ADHI - Adhi Karya meraih kontrak baru sebanyak Rp5 triliun hingga Mei 2019.
  • 21:21 WIB. BNI - BNI mencatatkan pertumbuhan kinerja kartu kredit sebesar 10% selama Ramadan 2019.
  • 20:32 WIB. Paris - Mitsubishi Aircraft Corp menjual pesawat 15 Spacejet M100 kepada maskapai Amerika Utara.
  • 20:07 WIB. Transportasi - Kemenko akan panggil Garuda & Lion untuk membahas investasi asing di penerbangan.
  • 19:27 WIB. BTN - Indeks harga rumah BTN tumbuh 7,3% di kuartal I-2019.
  • 19:17 WIB. BTN - Kuota subsidi rumah BTN diklaim habis bulan Juni ini.
  • 18:58 WIB. BTN - BTN targetkan outstanding KPR Gaess mencapai Rp7 triliun di akhir tahun ini.
  • 18:49 WIB. Minyak - U.S. West Texas Intermediate crude turun 3 cents menjadi $53.87 per barel.

Kaspersky Lab: Charger Kendaraan Listrik Bisa Picu Kerusakan Jaringan Listrik Rumah

Kaspersky Lab: Charger Kendaraan Listrik Bisa Picu Kerusakan Jaringan Listrik Rumah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sekarang ini kendaraan listrik modern diuji terus-menerus untuk menghindari kerentanan, namun beberapa aksesoris penting, seperti pengisi daya baterai justru masih terabaikan. Para ahli Kaspersky Lab mengatakan, charger kendaraan listrik (electric vehicle) yang dipasok oleh vendor besar rentan akan kejahatan siber. Kerentanan ini membuka risiko terjadinya serangan yang mengakibatkan kerusakan pada jaringan listrik rumah.

Seorang peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Dmitry Sklyar, melalui pernyataan tertulisnya, menjelaskan, banyak orang sering tidak sadar bahwa dalam serangan yang ditargetkan, pelaku kejahatan siber selalu mencari elemen yang paling tidak diperhitungkan untuk ditargetkan, dengan tujuan agar tidak menarik perhatian.

"Inilah sebabnya mengapa sangat penting mencari kerentanan, bukan hanya untuk inovasi teknis yang belum diteliti, tetapi juga pada detail kecilnya karena bisa jadi itu harta berharga yang didambakan para pelaku ancaman,"  jelas Dmitry.

Para peneliti pun menemukan jika dalam keadaan membahayakan, charger yang terhubung dapat menyebabkan kelebihan muatan, sehingga jaringan listrik rumah mati serta menyebabkan dampak finansial. Sedangkan skenario terburuknya ialah merusak perangkat lain yang terhubung ke jaringan listrik rumah.

"Peneliti menemukan adanya cara untuk memicu perintah pada sistem charger, baik dengan menghentikan prosesor pengisian daya atau mengaturnya semaksimal mungkin. Opsi pertama hanya akan mencegah seseorang menggunakan mobilnya, sedangkan opsi kedua berpotensi menyebabkan kabel menjadi terlalu panas pada perangkat yang tidak dilindungi oleh sekering otomatis pemutus aliran listrik," imbuhnya.

Dmitry menjelaskan bahwa yang bisa dilakukan pelaku kejahatan ialah mengakses jaringan WiFi yang terhubung dengan charger untuk kemudian mengubah muatan listrik yang dikonsumsi.

"Karena perangkat dibuat untuk penggunaan di rumah, biasanya keamanan untuk jaringan nirkabelnya terbatas. Hal ini menunjukkan para pelaku kejahatan dapat memperoleh akses dengan mudah, misalnya dengan melakukan bruteforcing seluruh kemungkinan opsi kata sandi yang umum," kata Dmitry.

Menurut statistik Kaspersky Lab, 94% serangan pada perangkat IoT pada 2018 berasal dari bruteforcing terhadap Telnet dan SSH password. Begitu berada dalam jaringan nirkabel, penyusup dapat dengan mudah menemukan alamat IP charger tersebut. Setelah itu, pelaku dapat mengeksploitasi setiap kerentanan dan mengganggu operasi perangkat.

"Vendor harus ekstra hati-hati dengan perangkat kendaraan yang terhubung, dan mulai mencari bug atau meminta pakar keamanan siber untuk memeriksa perangkat mereka," tegasnya.

Kaspersky Lab merekomendasikan untuk mengambil langkah-langkah keamanan berikut:

• Secara teratur perbarui semua perangkat pintar Anda ke versi perangkat lunak terbaru. Pembaruan mungkin berisi patch untuk kerentanan kritis, yang jika dibiarkan akan memberi akses kepada pelaku kejahatan siber ke rumah dan kehidupan pribadi Anda.

• Jangan gunakan kata sandi default untuk router WiFi dan perangkat lain. Ubah menggunakan password yang kuat dan hindari penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa perangkat.

• Kami menyarankan untuk mengisolasi jaringan rumah pintar dari jaringan yang digunakan oleh keluarga Anda dan terhubung ke perangkat pribadi untuk kegunaan internet dasar. Hal ini untuk memastikan jika perangkat disusupi dengan malware generik melalui email phishing, sistem rumah pintar Anda tidak akan terpengaruh.

Tag: Kaspersky Lab, Siber

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: The Week/Via Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,824.23 3,785.66
British Pound GBP 1.00 18,022.16 17,842.30
China Yuan CNY 1.00 2,081.78 2,061.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,342.00 14,200.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.43 9,763.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.47 1,814.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,487.75 10,382.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,060.17 15,898.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.21 3,398.76
Yen Jepang JPY 100.00 13,219.65 13,085.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6339.262 81.932 636
2 Agriculture 1407.708 18.720 21
3 Mining 1616.036 27.374 46
4 Basic Industry and Chemicals 759.365 19.786 71
5 Miscellanous Industry 1319.906 24.495 47
6 Consumer Goods 2463.827 18.712 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.971 8.540 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.863 24.917 74
9 Finance 1292.680 13.837 90
10 Trade & Service 804.545 2.212 159
No Code Prev Close Change %
1 SFAN 188 318 130 69.15
2 APLN 187 234 47 25.13
3 DUTI 4,750 5,825 1,075 22.63
4 WICO 510 615 105 20.59
5 ABMM 1,870 2,180 310 16.58
6 BRAM 10,725 12,500 1,775 16.55
7 NICK 236 274 38 16.10
8 PNSE 520 600 80 15.38
9 BOLA 370 422 52 14.05
10 ARMY 220 250 30 13.64
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,750 3,700 -1,050 -22.11
2 GLOB 320 258 -62 -19.38
3 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
4 MFMI 605 525 -80 -13.22
5 LRNA 161 141 -20 -12.42
6 BMAS 348 310 -38 -10.92
7 OKAS 168 150 -18 -10.71
8 FORU 100 90 -10 -10.00
9 MINA 1,235 1,115 -120 -9.72
10 RICY 184 167 -17 -9.24
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,130 1,125 -5 -0.44
2 INKP 7,325 8,175 850 11.60
3 APLN 187 234 47 25.13
4 TLKM 3,980 4,100 120 3.02
5 BBRI 4,260 4,290 30 0.70
6 PGAS 1,950 2,060 110 5.64
7 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
8 CENT 95 93 -2 -2.11
9 CCSI 246 232 -14 -5.69
10 BOLA 370 422 52 14.05