Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jatuh Tempo Utang, Startup Asal China Ini Terancam Bangkrut

Foto Berita Jatuh Tempo Utang, Startup Asal China Ini Terancam Bangkrut
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jutaan pengguna layanan bike-sharing Ofo di China menuntut perusahaan untuk mengembalikan deposito mereka, seperti yang dilaporkan Reuters pada Selasa (25/12/2018). Bahkan, pendiri perusahaan mengaku sedang memikirkan risiko bangkrutnya startup asal China itu.

Padahal, belum lama ini Ofo berekspansi ke luar negeri setelah menghimpun miliaran dana dari berbagai investor, antara lain Alibaba Group Holding Ltd dan Didi Chuxing. Nasib Ofo menjadi peringatan bagi investor teknologi China yang telah menanamkan modal puluhan miliar dolar ke dalam bisnis dengan potensi kerugian, seperti bike-sharing, ride-hailing, dan pengiriman makanan.

Pendiri perusahaan bike-sharing 3Vbike (sudah bangkrut), Wu Shengshua mengatakan, "Saat ini bisnis bike-sharing adalah ide paling konyol, tetapi otak-otak pintar di China malah menanamkan modal yang besar di sektor itu."

Namun, perebutan pangsa pasar antara Ofo dan kompetitor mengubah tujuan mereka, dari popularitas menjadi keuntungan. Kelangsungan bisnis Ofo pun terancam dengan adanya jatuh tempo utang kepada penyedia modal, sedangkan permintaan pengguna terhadap deposito meningkat.

Pendiri startup teknologi Metaapp.cn sekaligus mantan karyawan Mobike, Maxwell Zhou berujar, "Bike-sharing adalah bisnis yang sangat rumit, semua keuntungan habis karena persaingan. Bila dianalogikan, bisnis bike-sharing serupa dengan email. Ia (bike-sharing) memiliki banyak manfaat bagi pengguna, tetapi tidak menghasilkan profit untuk penyedia layanan."

Di masa kejayaannya, sepeda tanpa dok itu dapat diambil dengan memindai kode QR. Awalnya hanya tersedia di kampus-kampus Beijing, tetapi akhirnya menjadi ikon kaum muda hingga perusahaan mencapai valuasi sebesar US$2 miliar.

Banyak sepeda dari Ofo dapat ditemukan di setiap sudut jalan kota, begitu pula dengan saingannya, Mobike. Bintang-bintang pop terkenal pun kerap muncul di iklan Ofo

Lusinan saingan yang lebih kecil hadir selama 2 tahun terakhir, meskipun tak bertahan lama. Hanya pemain besar, seperti Ofo, Hellobike, dan Mobike sebagai pemain utama di sektor bike-sharing.

Ekspansi Global

Ketika sedang berjaya, armada sepeda Ofo tersebar ke lebih dari 29 negara, dari Perancis, Australia, hingga Amerika Serikat. Namun, menurut orang dalam perusahaan, mereka mencoba tumbuh terlalu cepat. Sementara ada banyak rintangan yang harus diatasi, mulai dari peraturan lalu lintas, vandalisme, serta peningkatan biaya.

"Dalam retrospeksi tentu saja ada masalah dengan manajemen, dan kami berkembang terlalu cepat," ujar mantan eksekutif Ofo yang menangani ekspansi internasional yang meminta agar namanya tidak disebutkan.

Perusahaan itu telah menarik diri dari beberapa pasar, seperti Israel, Jerman, dan Amerika Serikat. Mereka juga dipaksa menjual aset, termasuk beberapa armada sepeda dengan harga US$2.

Perusahaan telah menarik diri dari pasar seperti Israel, Jerman, dan Amerika Serikat, dan telah dipaksa untuk menjual aset, termasuk beberapa sepeda hanya dengan US$2, kata orang itu. Sementara, pihak Ofo dan Alibaba tidak menanggapi berita tersebut.

Mantan eksekutif itu juga mengungkapkan kegagalan ekspansi ke Jepang ketika mereka mencoba menjalin kemitraan dengan SoftBank Group Corp. Rencana tersebut gagal karena diskusi pengambilalihan Ofo oleh Didi Chuxing yang didukung SoftBank berakhir buruk.

"Kami kehilangan banyak uang, dan sekarang sepeda-sepeda itu tergeletak di gudang. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan menumpuk," ujar mantan eksekutif itu lagi.

Pihak Didi Chuxing tak ingin memberikan komentar, tetapi mereka menyatakan tak pernah berniat membeli Ofo dan berjanji untuk terus mendukung "pengembangan independen" perusahaan bike-sharing itu di masa depan.

Tag: Ofo, Startup

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Thomas Peter

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56