Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal beli bisnis modem Intel.
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.
  • 16:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,46% di akhir sesi II.
  • 15:24 WIB. INKA - INKA mengirim 26 gerbong kereta ke Chittagong Port, Bangladesh.
  • 15:17 WIB. KRAS - Roy Edison mengajukan pengunduran diri dari jajaran Dewan Komisaris Krakatau Steel.
  • 14:36 WIB. Spa - Industri Spa di Indonesia potensial menangkan persaingan pasar internasional.
  • 14:13 WIB. Ekspor - Ekspor buah Indonesia tembus Argentina.
  • 13:51 WIB. PLN - PLN menargetkan zero accident di 2023.

Revolusi Senyap Metranet Hadirkan Inrate

Revolusi Senyap Metranet Hadirkan Inrate - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Raut wajah Didik Budi Santoso sumringah saat meluncurkan platform rating televisi, Inrate. Ia optimis platform anyar tersebut akan merevolusi industri rating TV di Indonesia.

Banyak yang tak menyangka Metranet bakal masuk ke industri pengukuran kepemirsaan televisi. Anak perusahaan Telkom yang dibentuk pada tahun 2009 ini memang senang bermain-main dengan hal baru. Mereka doyan melakukan inovasi teknologi dan inisiatif bisnis seperti konten selular, perdagangan online, dan penerbit permainan jejaring sosial. Teranyar, perusahaan penyedia layanan big data ini meluncurkan Inrate dengan mengambil momen tutup tahun 2018.

Direktur Bisnis dan Operasional Metranet, Didik Budi Santoso, mengatakan kehadiran Inrate bakal mengubah wajah industri rating TV di Indonesia. Hal itu karena Inrate menggunakan pendekatan teknologi informasi (TI) terkini dalam melakukan pengolahan dan penyajian hasil data.

Misalnya, hasil data disajikan dalam tampilan dashboard pada web aplikasi yang user friendly. Dalam dashboard tersebut, pengguna dapat mengakses informasi terkini karena data terus-menerus diperbaharui secara real time.

"Kami berharap kehadiran Inrate dapat menjadi solusi bagi industri iklan di Indonesia," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskan, Inrate memonitor seluruh tayangan televisi di Indonesia baik yang berbayar maupun free to air (FTA). Data analisis alat pengukuran kepemirsaan televisi buatan lokal ini diambil dari populasi 2,1 juta pelanggan UseeTV yang tersebar di 438 kota dan 34 provinsi se-Indonesia. Adapun, Inrate merupakan hasil kerja sama Metranet dengan CGI yang merupakan lembaga penyedia data video dan rate card serta PT Fusi yang bergerak di industri internet of things.

CEO Inrate, Hartana, mengatakan konsorsium Inrate menghasilkan perhitungan rating berdasarkan pemirsa UseeTV dengan profiling helix persona yang didapatkan dari lembaga penelitian Roy Morgan dan smartprofile yang dihasilkan dari kapabilitas big data Metranet.

Baca Juga: Ramai-Ramai Meragukan Data Nielsen

"Poin yang membedakan Inrate dari kompetitor adalah kami memiliki pelanggan, data digital, dan mengelola big data analytics. Karena menggunakan pendekatan big data, kami lebih presisi dalam memberikan insight kepada pengguna," ujarnya.

Kekuatan Big Data

Metranet sangat sadar memiliki kekuatan di big data dan mereka fokus menggenjot hal tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk Inrate. Dengan memanfaatkan big data dan analitik, pengguna Inrate bisa memahami perilaku pelanggan, membuat proyeksi, hingga menciptakan peluang bisnis.

Memang, saat ini kebutuhan terhadap pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dengan menggunakan pendekatan big data analytics semakin besar. Hal tersebut juga didorong penggunaan internet of things (IoT) yang menuntut akses lebih cepat.

Didik Santoso menjelaskan hasil penelitian Inrate dapat digunakan sebagai basis informasi pemetaan preferensi dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemetaan perilaku konsumen dapat digunakan pemerintah sebagai masukan untuk stakeholder industri pertelevisian dalam menyajikan tayangan yang memiliki kualitas tinggi.

"Kehadiran Inrate di pasar Indonesia meramaikan industri rating, memberikan pilihan alternatif rating TV yang mencakup semua segmen, psychographics, dan merepresentasikan mayoritas populasi di Indonesia," tegasnya.

Saat ini beberapa fitur unggulan Inrate seperti dashboard FTA dan PayTV, smart profiling dan helix persona, analisis penonton, perpindahan channel, serta perencanaan media. Selain itu, Inrate menyediakan layanan akses web online selama 24/7, jadwal pelatihan regular, serta buletin triwulan.

Berdasarkan studi internal Metranet, ia menjelaskan Inrate telah berhasil menaikkan tingkat okupansi iklan pada USeeTV selama periode tahun 2017-2018 dari 7% menjadi 15%. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang menggembirakan. Apalagi, total belanja iklan di Indonesia diprediksi akan meningkat jadi sebesar US$13,7 miliar pada tahun 2021 mendatang atau naik sekitar 63,1% apabila dibandingkan dengan belanja iklan pada tahun 2016 yang senilai US$8,4 miliar.

"Kami mengharapkan Inrate dapat digunakan oleh praktisi televisi, agensi periklanan, dan pemilik merek untuk membuat strategi bisnis yang terbaik," pungkasnya.

Tag: Inrate, Big Data

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Inrate

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.00 3,706.58
British Pound GBP 1.00 17,507.41 17,325.92
China Yuan CNY 1.00 2,040.60 2,020.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,043.00 13,903.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,869.42 9,768.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.94 1,779.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.57 10,204.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,729.56 15,567.19
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.81 3,375.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,000.37 12,867.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67