Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:08 WIB. JD.com - Bulan ini, JD.com sukses uji coba kirim barang via drone di Indonesia.
  • 07:51 WIB. Zimbabwe - Zimbabwe blokir WhatsApp, Facebook, hingga Twitter. 
  • 07:45 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji kirim draf UU data pribadi ke DPR bulan depan.
  • 06:34 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo sebut negara tak rugi jika data center di luar negeri.
  • 06:33 WIB. Spotify - Spotify bakal rilis fitur blok artis.
  • 06:32 WIB. WhatsApp - WhatsApp belum penuhi janji batasi penerusan pesan.
  • 06:23 WIB. Google - Jam tangan pintar Google dapat izin rekam detak jantung.
  • 06:15 WIB. Wuling - Diler Wuling mulai buka pesanan Almaz.
  • 06:13 WIB. Ovo - Ovo sebut uang tunai jadi saingan terbesar bisnis fintech.
  • 06:30 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 dikabarkan beri fitur baru dalam notch.

Jumlah Investor di Pasar Modal Naik 44% Tahun Ini

Foto Berita Jumlah Investor di Pasar Modal Naik 44% Tahun Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jika hingga akhir tahun ini jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di pasar modal indonesia telah mencapai sebanyak 1,6 juta. Angka tersebut meningkat 44% jika dibandingkan dengan jumlah investor di akhir tahun 2017 sebanyak 1,12 juta.

"Peningkatan jumlah investor merupakan akumulasi dari kerja keras semua pihak baik BEI, KPEI, KSEI dan perusahaan sekuritas pastinya menjadi ujung tombak pasar modal indonesia untuk mengaet investor," katanya, di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Ia mengungkapkan jika pertumbuhan jumlah investor lebih kencang dari investor reksadana dibandingkan investor saham. Hal tersebut disebabkan dengan adanya 300 galeri investasi yang tersebar di kampus-kampus seluruh Indonesia. Dimana, dari investor baru yang mendaftar lebih disarankan untuk berinvestasi pada produk reksadana.

"Kalau di lihat reksadana dan saham jumlahnya sama tapi kalau kita lihat memang kalau kita sosialisasi untuk investor pemula kan juga disarankan dalam sosialisasi untuk memegang instrumen reksadana, karena yang lebih aman. Kemudian reksadana bisa dijual di bank kemungkinan channel marketing lebih luas dan memang sangat mungkin pertumbuhan investor reksadana akan lebih cepat dari saham. Trend-nya ke depan masih sama," ungkapnya.

Friderica mengungkapkan, pertumbuhan jumlah investor di 2018 sebesar 44,06% menjadi 1.617.367 SID didukung oleh inovasi terkait penambahan jumlah investor yang dilakukan KSEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pelaku pasar modal.

"Kami terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Pada pertengahan tahun ini KSEI telah melakukan pengembangan sistem utama C-BEST Next-G (The Central Depository and Book-entry Settlemen System Next Generation)," terangnya.

Dia menjelaskan, C-BEST Next-G merupakan satu dari berbagai inisiatif strategis rencana jangka panjang pengembangan infrastruktur yang dicanankan KSEI sejak 2016.

Friderica menyatakan, tujuan tersebut untuk membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan lembaga penyimpanan dan penyelesaian di tingkat regional.

Friderica menambahkan, KSEI juga telah bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) terkait fungsi KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal.

"BI melakukan pembukaan rekening di KSEI untuk penatausahaan agunan obligasi atau pun sukuk korporasi dalam rangka pinjaman likuiditas jangka pendek," katanya.

Terkait perubahan siklus penyelesaian transaksi menjadi dua hari (T+2), menurut Friderica, KSEI juga mengambil peranan penting saat penerapan T+2 pada 26 November 2018. Karena, penyelesaian transaksi pada 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas dua transaksi pada 23 November 2018 dan 26 November 2018.

Tag: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Pasar Modal

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20