Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:49 WIB. Beijing -  Mantan PM China Li Peng meninggal dunia pada usia 92.
  • 20:47 WIB. Washington  - IMF menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi global  2019, serta memberi warning untuk tahun 2020.
  • 20:45 WIB. Alibaba - Alibaba menyambut UKM asal AS untuk memakai platformnya.
  • 20:42 WIB. China - Bank Sentral China merasa nyaman dengan tingkat suku bunga sekarang.
  • 20:37 WIB. Papua - Daftar antrian haji di Papua sudah lewat 10 tahun.
  • 16:41 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal beli bisnis modem Intel.
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.

Jumlah Investor di Pasar Modal Naik 44% Tahun Ini

Jumlah Investor di Pasar Modal Naik 44% Tahun Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jika hingga akhir tahun ini jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) di pasar modal indonesia telah mencapai sebanyak 1,6 juta. Angka tersebut meningkat 44% jika dibandingkan dengan jumlah investor di akhir tahun 2017 sebanyak 1,12 juta.

"Peningkatan jumlah investor merupakan akumulasi dari kerja keras semua pihak baik BEI, KPEI, KSEI dan perusahaan sekuritas pastinya menjadi ujung tombak pasar modal indonesia untuk mengaet investor," katanya, di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Ia mengungkapkan jika pertumbuhan jumlah investor lebih kencang dari investor reksadana dibandingkan investor saham. Hal tersebut disebabkan dengan adanya 300 galeri investasi yang tersebar di kampus-kampus seluruh Indonesia. Dimana, dari investor baru yang mendaftar lebih disarankan untuk berinvestasi pada produk reksadana.

"Kalau di lihat reksadana dan saham jumlahnya sama tapi kalau kita lihat memang kalau kita sosialisasi untuk investor pemula kan juga disarankan dalam sosialisasi untuk memegang instrumen reksadana, karena yang lebih aman. Kemudian reksadana bisa dijual di bank kemungkinan channel marketing lebih luas dan memang sangat mungkin pertumbuhan investor reksadana akan lebih cepat dari saham. Trend-nya ke depan masih sama," ungkapnya.

Friderica mengungkapkan, pertumbuhan jumlah investor di 2018 sebesar 44,06% menjadi 1.617.367 SID didukung oleh inovasi terkait penambahan jumlah investor yang dilakukan KSEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pelaku pasar modal.

"Kami terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Pada pertengahan tahun ini KSEI telah melakukan pengembangan sistem utama C-BEST Next-G (The Central Depository and Book-entry Settlemen System Next Generation)," terangnya.

Dia menjelaskan, C-BEST Next-G merupakan satu dari berbagai inisiatif strategis rencana jangka panjang pengembangan infrastruktur yang dicanankan KSEI sejak 2016.

Friderica menyatakan, tujuan tersebut untuk membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan lembaga penyimpanan dan penyelesaian di tingkat regional.

Friderica menambahkan, KSEI juga telah bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) terkait fungsi KSEI sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal.

"BI melakukan pembukaan rekening di KSEI untuk penatausahaan agunan obligasi atau pun sukuk korporasi dalam rangka pinjaman likuiditas jangka pendek," katanya.

Terkait perubahan siklus penyelesaian transaksi menjadi dua hari (T+2), menurut Friderica, KSEI juga mengambil peranan penting saat penerapan T+2 pada 26 November 2018. Karena, penyelesaian transaksi pada 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas dua transaksi pada 23 November 2018 dan 26 November 2018.

Tag: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Pasar Modal

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.00 3,706.58
British Pound GBP 1.00 17,507.41 17,325.92
China Yuan CNY 1.00 2,040.60 2,020.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,043.00 13,903.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,869.42 9,768.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.94 1,779.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.57 10,204.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,729.56 15,567.19
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.81 3,375.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,000.37 12,867.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67