Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP.
  • 20:37 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Euro pada level 1,1082 USD/EUR.
  • 20:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 110,18 JPY/USD.
  • 20:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.560 USD/troy ounce.
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,43 USD/barel.
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,95 USD/barel.
  • 16:05 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 6,86 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,15% pada level 3.276.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,66% pada level 3.095.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,90% pada level 28.795.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,14% pada level 7.664.
  • 14:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,18% pada level 24.083.
  • 14:42 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,54% pada level 2.262.

Mantan Dirut BEI Buka Suara Terkait Revisi Aturan Nomor I-A

Mantan Dirut BEI Buka Suara Terkait Revisi Aturan Nomor I-A - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merevisi peraturan nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas, selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat. Dalam revisi aturan tersebut, BEI menghapus klausula tentang pengaturan keberadaan komisaris dan direktur independen.

Mantan Direktur BEI, Tito Sulistio pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Ia mengatakan, dalam OECD survey corporate governance framework di Asia menemukan bahwa negara terkemuka di Asia masih by law or by rule mewajibkan adanya direktur independen dalam perseoan (Singapur, China, Hongkong, negara negara Asean, bahkan Mongolia dan Bangladesh).

"Karenanya menjadi pertanyaan, apakah relaksasi ini bisa berujung pada pandangan berkurangnya perlindungan investor? Belum lagi ditambah penghapusan lock up saham hasil HMETD," katanya, di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

"Relaksasi dan menghindari intervensi pasar itu baik. Concern-nya memang karena ingin merelaksasi, semoga tidak menimbulkan persepsi berkurangnya perlindungan investor. Suatu kata ajaib kadang dianggap sakral oleh investor yang bisa bermakna gaib bagi pasar," imbuhnya.

Lebih lanjut Tito memandang jika pasar modal Indonesia harusnya fokus untuk berupaya mengundang investor besar masuk ke Indonesia.

"Relaksasi dan menghindari intervensi adalah baik, terutama untuk calon emiten. Tapi, jangan dilupakan bahwa concern terbesar pasar modal Indonesia adalah mengundang investor besar mau menanamkan dananya di IDX," tegasnya.

Pasalnya, lanjut Tito, rating Indonesia menurut S&P pas di angka Invesment grade BBB, sudah lebih dari 12 tahun sebagai junk country. Lalu, bobot MSCI sebagai patokan besaran dana untuk diinvestasikan juga turun terus karena mengecilnya market cap (terutama dalam US$) dan membesarnya porsi China.

"Jadi, menambah dana yang mau masuk selayaknya tetap menjadi prioritas kebijaksanaan. AUM kita 'baru' Rp700 triliun, bandingkan dengan Singapur yang sudah 30.000 triliun. Belum adanya hampir 3.000 Ultra High Network Individual yang siap investasi di Singapur," ujarnya. 

Ia mengapresiasi capaian BEI ketika ekonomi Indonesia relatif stabil, emiten di Bursa bertambah lebih dari 55, dengan pertumbuhan profit 2018 double digit. Namun, persepsi tentang pasar, menurutnya, masih tetap menjadi concern.

"Salah satunya adalah kata 'perlindungan investor'. Kata ini kadang lebih berupa ungkapan. Walaupun demikian harus dihindari kesan 'pengabaian' dari kata ini. Apalagi jika peraturannya masih berlaku di belahan dunia lain karena harus diakui kita masih berjuang mengundang mereka masuk ke pasar kita," terangnya.

Akan tetapi, Tito juga menganggap perubahan peraturan I-A tentang pencatatan saham yang dikeluarkan BEI secara merefleksikan semangat relaksasi itu baik.

"Ketidakterlibatan dalam gerak pasar (menjauhi intervensi) dan yang ketiga mengikuti peraturan listing yang telah berlaku umum di belahan dunia lain, juga tercermin pada penghapusan nilai nominal dan penghapusan kewajiban dokumen permohonan berbentuk hard copy," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,657.22 3,620.54
British Pound GBP 1.00 17,841.70 17,662.81
China Yuan CNY 1.00 2,000.45 1,980.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,722.27 13,585.73
Dolar Australia AUD 1.00 9,445.04 9,349.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,766.72 1,749.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,188.04 10,082.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,227.60 15,074.73
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.45 3,345.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,453.28 12,328.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84