Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:18 WIB. E-money - Mudik lebaran, bank menyiapkan 80.000 e-money.
  • 16:18 WIB. NTT - Jokowi: air menjadi kunci kemakmuran di Nusa Tenggara Timur.
  • 16:17 WIB. Minyak - Harga minyak naik akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran.
  • 16:16 WIB. Penerbangan - Heliport komersial majukan bisnis penerbangan.
  • 14:40 WIB. CPO - Peluang ekspor CPO ke China terbuka di tengah perang dagang.
  • 14:38 WIB. Huawei - Google Blokir Huawei dari Play Store dan Android Updates.
  • 14:37 WIB. Unilever - Unilever membagikan dividen Rp9 triliun.
  • 13:55 WIB. TPMA - Trans Power Marine menebar dividen senilai US$4,93 juta.
  • 13:53 WIB. Daerah - Kontribusi mitra Go-Jek Rp1,7 triliun bagi ekonomi Makassar.
  • 11:22 WIB. Infrastruktur - Astra Infra mengincar proyek tol di jalur Trans Jawa.
  • 11:20 WIB. Ekonomi - Sektor konsumsi akan diandalkan pemerintah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2020.

Sektor Kehutanan Sumbang Devisa US$12 Miliar

Sektor Kehutanan Sumbang Devisa US$12 Miliar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim aktivitas perdagangan sektor kehutanan sepanjang 2018 telah menyumbang devisa negara sebesar US$12,17 miliar.

Menteri LHK, Siti Nurbaya, mengungkapkan sumbangan devisa tersebut merupakan rekor tertinggi yang dicatatkan oleh sektor hasil hutan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ia pun  mengaku cukup puas karena angka capaian tersebut yang merupakan wujud keberhasilan para stakeholder sektor LHK yang telah mau mengikuti langkah-langkah koreksi (Corrective Actions) untuk perbaikan pengelolaan sektor LHK.

“Saya minta keberhasilan ini harus diestafetkan terus dimasa-masa selanjutnya,” kata dia di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Untuk  tahun 2019 , Siti melanjutkan akan fokus dalam beberapa hal diantaranya menjaga keseimbangan kelestarian lingkungan dalam pembangunan, meningkatkan sumbangan ekonomi melalui konfigurasi bisnis baru dan circular ekonomi, serta memperkuat aksi korektif sebagai landasan pembangunan berikutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa laju deforestasi di Indonesia terus menurun dan sudah dapat dikendalikan. Hal ini menurutnya terkait dengan langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan oleh kementrianya dibantu dengan dunia usaha dan masyarakat, seperti contohnya pada penerapan sistem legalitas kayu dan penegakan hukum LHK yang tentu saja berkontribusi positif dalam penurunan laju deforestasi hutan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto, menyatakan bisnis sektor kehutanan semakin berkembang dengan adanya kebijakan untuk menerapkan Corrective Actions.

"Saat ini kami bisa membuktikan bahwa sektor kehutanan bukanlah sunset industri, pada tahun 2018 ini kami mencatat rekor tertinggi penyumbang devisa dari sektor hasil hutan yaitu sebesar US$ 12,17 Miliar" ujar Purwadi.

Purwadi menambahkan capaian angka tersebut merupakan buah dari pergeseran penggunaan bahan baku untuk industri kehutanan dari hutan alam ke Hutan Tanaman Industri (HTI). Dengan pergeseran ini dipastikan kelestarian hutan terwujud dan bisnis sektor kehutanan akan semakin berkembang.

"Besaran jumlah bahan baku kayu industri kehutanan tahun 2018 ini sebanyak 37 juta m3 bersumber dari HTI dan hanya tinggal 5,6 juta m3 yang bersumber dari hutan alam", ungkapnya.

Hal lain yang mendorong kelestarian hutan dan tentunya bisnis sektor kehutanan menurut Purwadi adalah adanya arahan dari KLHK untuk meningkatkan produktivitas kayu dari hutan alam dengan teknik silvikultur intensif. Dengan teknik ini produktivitas kayu dalam suatu areal dapat meningkat, sehingga mengakibatkan luasan areal hutan alam yang dieksploitasi semakin kecil, hutan semakin lestari.

Tag: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), devisa, Kehutanan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Umarul Faruq

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31