Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:11 WIB. Aramco - Mohammed Bin Salman mengatakan bahwa rencana IPO Aramco sesuai jadwal.
  • 22:27 WIB. Opel - Otoritas Jerman memerintah menarik 210 ribu Opel yang tingkat emisinya lewat standar.
  • 22:04 WIB. Amerika Selatan - Minggu pagi listrik mati total di seantero Argentina dan Uruguay.
  • 21:46 WIB. Juventus - Maurizio Sarri resmi bergabung Juventus.
  • 21:31 WIB. Paris - Boeing minta pengurangan waktu dan scope untuk test fisik pesawat baru.
  • 20:37 WIB. Pilpres - Survey SMRC: 43% rakyat takut bicara politik paska kerusuhan 21-22 Mei.
  • 19:41 WIB. Farmasi - Lupin (India) akan menarik 18.000 botol antibiotik dari pasar AS.
  • 16:04 WIB. US Brent - Brent future naik 1,1 persen menjadi US$62,01 per barel pada akhir pekan.
  • 16:04 WIB. US Crude - US crude naik 0,44 persen menjadi US$52,51 per barel pada akhir pekan.
  • 16:03 WIB. Emas - Emas spot turun 0.1% menjadi  $1,341.23 per ounce pada akhir pekan.
  • 16:02 WIB. Global Currencies - The dollar index naik 0.58%, sementara euro turun 0.61% to $1.1206 pada akhir pekan.
  • 16:02 WIB. Bursa Global - Nasdaq Composite turun 40.47 points, atau  0.52%, menjadi 7,796.66 pada akhir pekan.
  • 16:01 WIB. Bursa Global - S&P 500 turun 4.66 points, atau  0.16%, menjadi  2,886.98 pada akhir pekan.
  • 15:58 WIB. Las Vegas - Tyson Fury pukul Tom Schwarz TKO di ronde 2.
  • 15:22 WIB. Bratislava - Suzana Caputova disumpah sebagai presiden wanita pertama Slovakia.

10 Artikel Viral HTI, Disebut Tak Terlarang Hingga Polemik Pembakaran Bendera

10 Artikel Viral HTI, Disebut Tak Terlarang Hingga Polemik Pembakaran Bendera - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) jadi perbincangan masyarakat setelah secara tiba-tiba Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencabut status badan hukum ormas tersebut pada Juli 2018. Menilai pencabutannya tak adil, HTI melakukan perlawanan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Kalah di pengadilan tingkat pertama dan banding, HTI kemudian mengajukan kasasi atas perkara tersebut ke Mahkamah Agung (MA).

Meski telah dibubarkan oleh pemerintah, nama HTI kembali mencuat ke publik pascapembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh tiga anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU). Banser menganggap bendera yang dibakarnya merupakan bendera HTI, bukan bendera tauhid seperti yang dikatakan MUI.

Pemberitaan terkait HTI pun lantas viral selama 2018 lalu, sedikitnya ada 10 berita yang dirangkum redaksi Warta Ekonomi, yakni

1. Parah! Beredar Video Ketua DPP PKS dan HTI, Isinya 'Mencengangkan'

Sebuah video pernyataan 'ganti sistem' dalam gerakan #2019GantiPresiden yang beredar di dunia maya membuat dua tokoh, yakni Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera dan Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto bakal dilaporkan ke polisi.

Ismail Yusanto enggan menanggapi rencana pelaporan dirinya oleh Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Masyarakat sipil untuk Indonesia Hebat (LBH Almisbat) ke pihak berwajib. Sementara Mardani Ali Sera, beberapa kali membantah jika gerakan yang dibangunnya itu ditunggangi kepentingan HTI, apalagi partai politik. Gerakan tersebut murni aspirasi masyarakat.

Selengkapnya...

2. Bendera HTI Dibakar, Salah atau Benar? Begini Komentar Jimly

Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan aksi pembakaran bendera oleh Banser NU dengan alasan bendera HTI merupakan bukti budaya politik di negara ini belum matang.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, perdebatan soal bendera yang dibakar itu terkait ormas tertentu.Lanjutnya, HTI sudah dibubarkan, tapi orangnya tidak boleh dipersekusi sebagaimana dulu dialami bekas anggota PKI. Bekas anggota HTI juga tidak boleh dikriminalisasi.

Selengkapnya...

3. Pelaku Pengganti Bendera Indonesia ke HTI Adalah FPI?

Dalam aksi bela tauhid di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa orang menurunkan bendera merah putih di DPRD Kabupaten Poso, lalu menggantinya dengan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Didi Prasetyo, mengatakan bendera yang dikibarkan ialah bendera HTI, yang izin badan hukumnya telah dicabut. Sedang pihak pengibar bendera tersebut ialah pendukung FPI.

Selengkapnya...

4. Yusril Condong ke Jokowi, Eks HTI Minta Kadernya...

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto menegaskan kepada bekas kader-kader HTI untuk tidak mendukung capres petahana Joko Widodo. Hal ini menanggapi langkah Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Ia menegaskan langkah Yusril tidak akan mempengaruhi sikap HTI.

Selengkapnya...

5. Yusril Merapat, Eks-HTI Bilang Begini

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan terkait keputusan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ia menilai keputusan Yusril menerima pinangan kubu Jokowi-Ma'ruf dalam kapasitasnya sebagai pengacara profesional. Ia mengaku tidak sepakat jika Yusril merapat mencerminkan dukungan politiknya.

Selengkapnya...

6. NU Minta Aparat Tak Ragu Tangkap Orang yang Mengenakan Atribut HTI!

Koordinator lapangan istighatsah Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, Mukatamir mengatakan, Keluarga NU Sokaraja meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk bersikap lebih tegas dan tidak ragu menindak, serta menangkap para tokoh agama garis keras yang sudah jelas-jelas melakukan pelecehan terhadap negara. Selain itu, kata dia, meminta TNI dan Polri menangkap para penggerak dan pelaku aksi bela agama, bela tauhid, atau apa pun yang menggunakan kalimat tauhid untuk unjuk rasa mereka.

Selengkapnya...

7. HTI 'Baper', Sebut Pendukung Jokowi Takuti Masyarakat Soal Sosok UAS

Meski telah dibubarkan, HTI merasa pihaknya kerap dikaitkan dengan beberapa kejadian, yakni aksi #2019GantiPresiden dan penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS). Juru bicara HTI, Ismail Yusanto mengatakan, ada kesan dari kubu pendukung Jokowi mencoba menakuti masyarakat akan sosok UAS dengan mencatut nama pihaknya.

Ia menambahkan, kejadian-kejadian itu juga kerap melibatkan aparat. Sehingga, isu HTI dipakai untuk menakut-nakuti masyarakat terhadap UAS dan menjadikannya alasan bagi aparat agar tidak mengizinkan UAS.

Selengkapnya...

8. Muncul Surat Resmi dari Gubernur Kaltim, Isran Noor Akui Keberadaan HTI?

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengklarifikasi adanya undangan kepada Pimpinan HTI pada rapat koordinasi untuk mengantisipasi dampak peristiwa pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.

Menurut Isran Noor, surat bernomor 427/5063/B.Kesra/2018 belakangan banyak beredar di media sosial tersebut memang surat resmi yang ditandatanganinya pada 24 Oktober 2018.

Selengkapnya...

9. HTI Bukan Organisasi Terlarang di Indonesia?

Kuasa hukum HTI, Yusril Ihza Mahendra menegaskan, hingga kini belum ada keputusan pengadilan yang menyatakan HTI adalah organisasi terlarang di Indonesia.

Ia menekankan status badan hukum HTI memang telah dicabut dan dinyatakan bubar oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di rezim Joko Widodo pada Juli 2018. Namun, HTI melakukan perlawanan hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Kalah di pengadilan tingkat pertama dan banding, saat ini HTI mengajukan kasasi atas perkara tersebut ke Mahkamah Agung (MA).

Selengkapnya...

10. HTI Bukan Organisasi Terlarang, Ini Penjelasannya

Kuasa Hukum HTI, Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa HTI bukanlah organisasi terlarang seperti yang disampaikan oleh sekelompok orang dan pemerintah.

Dalam upaya hukumnya ke PTUN Jakarta dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, tidak ada penyebutan HTI sebagai organisasi terlarang. Putusan pengadilan itu hanya menilai apakah pencabutan status hukum HTI telah benar secara wewenang, prosedur, dan substansinya menurut UU yang berlaku.

Selengkapnya...

Tag: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), Yusril Ihza Mahendra, Front Pembela Islam (FPI)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aprilio Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,833.29 3,794.69
British Pound GBP 1.00 18,221.58 18,037.64
China Yuan CNY 1.00 2,085.38 2,064.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,376.00 14,232.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.44 9,818.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.30 1,817.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,514.92 10,408.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.57 16,049.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.79 3,412.95
Yen Jepang JPY 100.00 13,273.01 13,136.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6250.265 -22.817 634
2 Agriculture 1381.568 2.869 21
3 Mining 1615.278 -7.605 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.477 -6.774 71
5 Miscellanous Industry 1288.864 -12.078 46
6 Consumer Goods 2447.202 -13.399 52
7 Cons., Property & Real Estate 471.828 -7.072 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.323 -2.911 74
9 Finance 1268.081 -0.098 90
10 Trade & Service 809.462 0.526 157
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 83 112 29 34.94
2 LUCK 1,200 1,500 300 25.00
3 KPAL 210 262 52 24.76
4 GOLD 402 496 94 23.38
5 SDRA 710 850 140 19.72
6 MAYA 6,250 7,475 1,225 19.60
7 KONI 284 338 54 19.01
8 ABMM 1,695 1,950 255 15.04
9 SKBM 412 464 52 12.62
10 APLN 171 191 20 11.70
No Code Prev Close Change %
1 FITT 290 230 -60 -20.69
2 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
3 MKPI 16,500 13,500 -3,000 -18.18
4 HELI 202 167 -35 -17.33
5 MIDI 1,200 1,020 -180 -15.00
6 MEGA 5,950 5,100 -850 -14.29
7 DNAR 292 252 -40 -13.70
8 TALF 410 358 -52 -12.68
9 PYFA 193 170 -23 -11.92
10 RELI 216 191 -25 -11.57
No Code Prev Close Change %
1 SMBR 925 1,030 105 11.35
2 FITT 290 230 -60 -20.69
3 MNCN 1,235 1,300 65 5.26
4 JAYA 135 129 -6 -4.44
5 BTPS 2,950 3,080 130 4.41
6 BBRI 4,200 4,230 30 0.71
7 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
8 CPIN 4,950 4,700 -250 -5.05
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BDMN 4,720 4,510 -210 -4.45