Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:45 WIB. Mahendradatta - Berdasarkan UU pemasyarakatan, Ba'asyir memenuhi syarat pembebasan bersayarat.
  • 16:45 WIB. Mahendradatta - Sudah sewajarnya Abu Bakar Ba'asyir mendapatkan pembebasan.
  • 16:44 WIB. Mahendradatta - Kami sudah berkirim surat ke Presiden untuk pembebasan Ba'asyir berdasarkan alasan yang bisa diterima hukum.
  • 16:44 WIB. Mahendradatta - Persoalan Abu Bakar Ba'asyir murni masalah hukum.
  • 16:44 WIB. Mahendradatta - Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir bukan soal politik atau pemberian dari Jokowi.
  • 16:34 WIB. Polisi - Ijazah Jokowi adalah asli, sesuai penjelasan sekolah.
  • 16:34 WIB. Polisi - Umar Kholid menyebar ijazah palsu Jokowi lewat media sosial Facebook miliknya.
  • 16:34 WIB. Polisi - Umar Kholid Harahap diduga sebar hoax ijazah palsu Jokowi.
  • 16:21 WIB. Ahmad Fahrur Rozi - Sebaikanya Jokowi segera jalin komunikasi ke Gus Ipul, karena keduanya punya kedekatan.
  • 16:21 WIB. Ahmad Fahrur Rozi - 40% ulama di Jatim dukung Jokowi-Ma'ruf dan 30% dukung Prabowo-Sandi.
  • 16:20 WIB. Ahmad Fahrur Rozi - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) salah satu penyebab kiai dan ulama di Jatim tak satu arah pilihan Pilpres.
  • 16:20 WIB. Ahmad Fahrur Rozi - Para ulama dan kiai di Jatim belum satu arah dukungan di Pilpres 2019.
  • 16:16 WIB. Sandiaga - Zaman sekarang cara mendapatkan pekerjaan itu lebih penting.
  • 16:16 WIB. Sandiaga - Kaum milenial merasa negeri kita sangat kaya dan Pancasila jadi embodied bagi mereka.
  • 16:15 WIB. Sandiaga - Di 1000 titik kunjungan saya, kaum milenial tak goyah oleh ideologi khilafah.

Mau Investasi di Emiten Bertato, Ini Saran Analis

Foto Berita Mau Investasi di Emiten Bertato, Ini Saran Analis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
Jakarta-PT Bursa Efek Indoensia (BEI) telah menyematkan notasi khusus atau tato kepada 35 emiten yang bermasalah. Terkait hal tersebut, Analis Semesta Indovest Sekuritas, Aditya Perdana Putra pun memberikan saran kepada investor. 
 
Ia menyarankan agar para  pelaku pasar tidak memilih emiten yang disematkan tato oleh BEI. Namun, Ia memberi pengecualian kepada emiten yang mendapat tato L. 
 
"Dari 7 tingkatan notasi, mungkin masih bisa menjadi pertimbangan kalau emiten berkode L atau belum menyampaikan laporan keuangan. Itu pun, jika laporan keuangan untuk 1 kuartal, kalau lebih dari 1 kuartal, tentu sudah bermasalah," ujarnya, saat dihubungi Warta Ekonomi, Kamis (3/1/2019).
 
Lebih lanjut Ia mengatakan, sebaiknya investor tidak memilih emiten yang menerima kode E. "Kalau sudah ekuitas negatif dan tersangkut kasus lain, menurut saya sebaiknya jangan. Jadi tinggal bagaimana investor tetap mengamati saham-saham tersebut saja," jelasnya.
 
Menurutnya, para investor masih bisa memilih saham-saham di luar saham bernotasi khusus yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia. 
 
"Dari sekitar 600-an lebih saham di pasar modal, tidak memilih 35 saham yang track recordnya negatif seharusnya tidak sulit bagi investor. Karena kan pilihan saham lain masih sangat banyak," tegasnya. 
 
Tercatat, BEI terdapat 35 emiten yang diberikan tanda khusus per tanggal 2 Januari 2019 kemarin. Penerapan tato kepada emiten-emiten yang bermasalah ditandai dengan kode yang berbeda-beda. Yakni, kode A berarti adanya Opini Tidak Wajar (Adverse) dari Akuntan Publik (AP). Kode B, perusahaan sedang dalam permohonan pernyataan pailit. Kode D, adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik. Sementara kode E bermakna laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas yang negatif. Kode L, perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan. Kode M, dimaksudnya dengan adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), dan kode S yang berarti laporan keuangan terakhir perusahaan menunjukkan tidak adanya pendapatan usaha. 

 

Tag: Saham, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Nadya Zul El Nuha

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56