Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:28 WIB. Listrik - Produksi Lampu Tenaga Surya Hemat Energi telah mencapai 20,9% dari target 2019.
  • 23:48 WIB. Investasi - Kalau Fed menurunkan suku bunga, incaran investor adalah Philippina, India, dan Indonesia .
  • 23:21 WIB. Hong Kong - Para aktivis minta pertolongan pemimpin G20 untuk 'membebaskan' Hong Kong.
  • 22:47 WIB. Paxel - Selama Ramadan 2019, layanan same day delivery milik Paxel melonjak 64%.
  • 22:43 WIB. Manama - Palestina menolak rencana AS untuk pembangunan ekonomi.
  • 22:37 WIB. Go-Jek - Go-Jek bekali mitra driver dengan ilmu kelola keuangan biar makin sejahtera.
  • 22:27 WIB. Blibli - Lewat fitur Click & Collect, Blibli incar 1,5 juta pesanan.
  • 21:59 WIB. Frankfurt - Volkswagen dan FiatChrysler bisa terkena  penalti sampai US$2.08 billion jika gagal memenuhi standar emisi EU pada 2021.
  • 21:41 WIB. Nintendo - Nintendo baru buka toko ritel kedua setelah 14 tahun.
  • 20:28 WIB. Tokyo - Presiden Prancis Macron menginginkan agar Renault dan Nissan terus bersinergi.
  • 20:14 WIB. Montreal - Regulator dan maskapai berunding rencana penerbangan kembali Boeing 737 Max.

Penjualan iPhone Melemah, Saham Apple Turun 38% Sejak Oktober 2018

Penjualan iPhone Melemah, Saham Apple Turun 38% Sejak Oktober 2018 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Saham Apple turun lebih dari 9% semalam dan berlanjut hingga pagi ini. Ternyata, tren penurunan tersebut sudah berjumlah 38% sejak Oktober 2018. Penurunan itu dipengaruhi oleh pasar iPhone yang melemah sehingga memengaruhi pendapatan perusahaan dalam jangka pendek.

Meskipun begitu, pengaruh perubahan pendapatan itu sangat besar dalam menurunnya saham Apple beberapa waktu ini. Pada 3 Oktober 2018, saham mereka dijual dengan nilai 232,07 per saham, sedangkan harga mengalami fluktuasi dan secara umum pasarnya sedang terpuruk saat itu. Hal itu membuat Apple kehilangan sekitar US$87 bagian sejak titik tertinggi pada Oktober lalu.

Kemudian, tadi malam, sebelum perusahaan menghentikan sejenak proses trading untuk memberi pengumuman, saham mereka berdiri di US$157,92 per bagiannya. Pagi ini, saham mulai pulih meski masih turun 8,9% menjadi US$144,981.

Analis Senior D.A. Davidson, Tom Forte mengatakan, meskipun ia sudah menduga hal itu, tetap saja penurunan saham itu mengejutkan jika mengingat posisi Apple yang kuat di pasar.

“Saya tahu kalau penjualan unit iPhone sedang lemah, tapi dugaan saya tidak selemah itu,” kata Forte, dilansir dari TechCrunch, Jumat (4/1/2019).

Menurut Forte, faktor besar lain dari pengumuman kemarin, saat perusahaan mengatakan berhasil meraih 20% dari penjualannya di China. Penurunan penjualan iPhone di China dipengaruhi berbagai faktor, seperti melemahnya ekonomi China karena perang dagang China-Amerika Serikat, hingga konsumen China yang lebih memilih merek China daripada iPhone. Tren melemahnya penjualan iPhone juga terjadi di pasar dunia, yakni India, Rusia, Brasil, dan Turki.

Terlepas dari kinerja iPhone yang melemah, kabar baiknya, sisa portofolio produk itu naik 19% yang bisa menjadi pertanda baik untuk masa depan. Belum lagi, perusahaan telah menyisihkan US$100 miliar untuk keperluan pembelian kembali saham mereka.

“Mereka punya neraca dan program pengembalian saham. Mereka juga masih menghasilkan arus kas bebas yang sangat signifikan, dan jika investor individu tidak akan membeli saham, maka perusahaan yang akan melakukannya,” papar Forte lagi.

Analis keuangan Canaccord Genuity juga percaya, Apple masih memiliki kondisi keuangan fundamental yang baik sehingga ia masih merekomendasikan untuk membeli saham untuk Apple. Sementara itu, Forte menyampaikan, selama perang dagang AS-China masih berjalan, Apple mungkin tidak bisa memperoleh pendapatan seperti dulu dalam waktu dekat ini, meski penjualan mereka dalam kondisi yang lebih kuat.

Tag: Apple Inc, Saham

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Getty Image

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,798.57 3,760.60
British Pound GBP 1.00 18,068.36 17,886.83
China Yuan CNY 1.00 2,073.48 2,052.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,245.00 14,103.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,924.49 9,818.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,823.90 1,805.58
Dolar Singapura SGD 1.00 10,512.92 10,406.58
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.32 16,015.37
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,431.70 3,395.04
Yen Jepang JPY 100.00 13,256.10 13,120.29

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6310.489 -9.956 637
2 Agriculture 1444.560 -18.174 21
3 Mining 1720.524 -8.943 46
4 Basic Industry and Chemicals 768.415 -4.669 71
5 Miscellanous Industry 1260.652 -13.406 48
6 Consumer Goods 2400.059 -5.060 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.825 -0.706 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1195.202 4.199 74
9 Finance 1290.876 -0.482 90
10 Trade & Service 803.233 1.052 159
No Code Prev Close Change %
1 POLU 288 432 144 50.00
2 MTWI 82 110 28 34.15
3 BPTR 91 116 25 27.47
4 POSA 450 560 110 24.44
5 TRIM 140 170 30 21.43
6 BKDP 55 64 9 16.36
7 ISAT 2,350 2,710 360 15.32
8 HDFA 136 153 17 12.50
9 PKPK 83 92 9 10.84
10 DYAN 124 137 13 10.48
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 2,080 1,750 -330 -15.87
2 KONI 448 382 -66 -14.73
3 ALKA 438 380 -58 -13.24
4 KICI 310 270 -40 -12.90
5 ASRM 2,280 2,000 -280 -12.28
6 SIPD 900 800 -100 -11.11
7 GOLD 500 454 -46 -9.20
8 GTBO 187 170 -17 -9.09
9 HITS 700 645 -55 -7.86
10 BUMI 130 120 -10 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 INDY 1,675 1,660 -15 -0.90
2 ERAA 1,835 1,915 80 4.36
3 PGAS 2,020 2,140 120 5.94
4 PTBA 3,060 2,990 -70 -2.29
5 MNCN 985 1,050 65 6.60
6 SMBR 1,090 1,050 -40 -3.67
7 ADRO 1,330 1,360 30 2.26
8 MAMI 102 103 1 0.98
9 TLKM 4,010 3,980 -30 -0.75
10 TAMU 520 565 45 8.65