Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:51 WIB. PLN - PLN sedang mengupayakan pemenuhan daya listrik untuk kompor listrik.
  • 18:49 WIB. PLN - PLN masih mempunyai batas hutang 300% atau hingga Rp2.000 triliun.
  • 18:46 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menargetkan pembangunan 51.000 unit rumah untuk MBR melalui skema pembiayaan BP2BT.
  • 18:22 WIB. AFPI - AFPI menargetkan penyaluran pinjaman Rp40 triliun pada 2019.
  • 17:55 WIB. AP I - Bandara NYIA sudah mencapai 30% fisik pembangunan.
  • 17:54 WIB. AP I - AP I buka peluang rute penerbangan dari Asia dan Timur Tengah via Bandara NYIA.
  • 17:53 WIB. Telkomsel - Telkomsel melalui T-Cash jalin kerja sama strategis dengan CRP Group.

Penjualan iPhone Melemah, Saham Apple Turun 38% Sejak Oktober 2018

Foto Berita Penjualan iPhone Melemah, Saham Apple Turun 38% Sejak Oktober 2018
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Saham Apple turun lebih dari 9% semalam dan berlanjut hingga pagi ini. Ternyata, tren penurunan tersebut sudah berjumlah 38% sejak Oktober 2018. Penurunan itu dipengaruhi oleh pasar iPhone yang melemah sehingga memengaruhi pendapatan perusahaan dalam jangka pendek.

Meskipun begitu, pengaruh perubahan pendapatan itu sangat besar dalam menurunnya saham Apple beberapa waktu ini. Pada 3 Oktober 2018, saham mereka dijual dengan nilai 232,07 per saham, sedangkan harga mengalami fluktuasi dan secara umum pasarnya sedang terpuruk saat itu. Hal itu membuat Apple kehilangan sekitar US$87 bagian sejak titik tertinggi pada Oktober lalu.

Kemudian, tadi malam, sebelum perusahaan menghentikan sejenak proses trading untuk memberi pengumuman, saham mereka berdiri di US$157,92 per bagiannya. Pagi ini, saham mulai pulih meski masih turun 8,9% menjadi US$144,981.

Analis Senior D.A. Davidson, Tom Forte mengatakan, meskipun ia sudah menduga hal itu, tetap saja penurunan saham itu mengejutkan jika mengingat posisi Apple yang kuat di pasar.

“Saya tahu kalau penjualan unit iPhone sedang lemah, tapi dugaan saya tidak selemah itu,” kata Forte, dilansir dari TechCrunch, Jumat (4/1/2019).

Menurut Forte, faktor besar lain dari pengumuman kemarin, saat perusahaan mengatakan berhasil meraih 20% dari penjualannya di China. Penurunan penjualan iPhone di China dipengaruhi berbagai faktor, seperti melemahnya ekonomi China karena perang dagang China-Amerika Serikat, hingga konsumen China yang lebih memilih merek China daripada iPhone. Tren melemahnya penjualan iPhone juga terjadi di pasar dunia, yakni India, Rusia, Brasil, dan Turki.

Terlepas dari kinerja iPhone yang melemah, kabar baiknya, sisa portofolio produk itu naik 19% yang bisa menjadi pertanda baik untuk masa depan. Belum lagi, perusahaan telah menyisihkan US$100 miliar untuk keperluan pembelian kembali saham mereka.

“Mereka punya neraca dan program pengembalian saham. Mereka juga masih menghasilkan arus kas bebas yang sangat signifikan, dan jika investor individu tidak akan membeli saham, maka perusahaan yang akan melakukannya,” papar Forte lagi.

Analis keuangan Canaccord Genuity juga percaya, Apple masih memiliki kondisi keuangan fundamental yang baik sehingga ia masih merekomendasikan untuk membeli saham untuk Apple. Sementara itu, Forte menyampaikan, selama perang dagang AS-China masih berjalan, Apple mungkin tidak bisa memperoleh pendapatan seperti dulu dalam waktu dekat ini, meski penjualan mereka dalam kondisi yang lebih kuat.

Tag: Apple Inc, Saham

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Getty Image

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56