Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:08 WIB. JD.com - Bulan ini, JD.com sukses uji coba kirim barang via drone di Indonesia.
  • 07:51 WIB. Zimbabwe - Zimbabwe blokir WhatsApp, Facebook, hingga Twitter. 
  • 07:45 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji kirim draf UU data pribadi ke DPR bulan depan.
  • 06:34 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo sebut negara tak rugi jika data center di luar negeri.
  • 06:33 WIB. Spotify - Spotify bakal rilis fitur blok artis.
  • 06:32 WIB. WhatsApp - WhatsApp belum penuhi janji batasi penerusan pesan.
  • 06:23 WIB. Google - Jam tangan pintar Google dapat izin rekam detak jantung.
  • 06:15 WIB. Wuling - Diler Wuling mulai buka pesanan Almaz.
  • 06:13 WIB. Ovo - Ovo sebut uang tunai jadi saingan terbesar bisnis fintech.
  • 06:30 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 dikabarkan beri fitur baru dalam notch.

Pengamat Nilai TKN Jokowi-Ma'ruf Lebih Baik Dibanding BPN Prabowo-Sandi, Kenapa?

Foto Berita Pengamat Nilai TKN Jokowi-Ma'ruf Lebih Baik Dibanding BPN Prabowo-Sandi, Kenapa?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Bonu Hargen menyarankan agar pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak mengikuti pola kampanye Prabowo-Sandi yang menggunakan kampanye negatif di media sosial.

"Jokowi-Ma'ruf jangan menari di tabuhan genderang oposisi yang mencoba memainkan pola-pola kampanye negatif dan kampanye hitam karena agak berbahaya untuk Jokowi kalau meniru," kata Boni dalam diskusi di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan berdasarkan data LPI, ada kecenderungan para pendukung Jokowi-Ma'ruf di bulan Oktober-Desember 2018 meniru gaya kampanye Prabowo-Sandi dengan menggunakan kampanye negatif.

Menurut Boni, sebenarnya kekuatan Jokowi ada pada kampanye positif bukan kampanye negatif sehingga semakin bertahan dengan cara itu maka akan semakin kuat.

"Pola kampanye negatif, misalnya, menyindir Prabowo tampang Boyolali yang dipersoalkan berlebihan, lalu beberapa tingkah Sandi dipersoalkan, meme mengangkat Prabowo sebagai duda tidak beristri, itu hal-hal yang tidak mencerdaskan," ujarnya.

Boni menilai langkah meniru tersebut karena ada kejenuhan terhadap skenario negatif dan kampanye hitam oposisi sehingga muncul kemarahan sehingga itu naluri alamiah.

Karena itu, dia menilai pembenahan perlu dilakukan karena kekuatan Jokowi ada pada kampanye positif sehingga ketika tetap digunakan kata masyarakat akan berubah, tadinya pesimis menjadi optimistis.

"Namun, evaluasi sudah dilakukan dan bersyukur itu bukan dari resmi tim kampanye Jokowi-Ma'ruf yang lakukan kampanye negatif. Karena itu pembenahan perlu karena kekuatan Jokowi ada kampanye positif," ujarnya.

Menurut dia, kampanye negatif tersebut untungnya tidak dilakukan oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, namun tim informal.

Namun, dia menilai harus ada upaya mengembalikan kurva strategi di 2019 agar stabilitas dukungan terjaga dan upaya peningkatan elektabilitas.

"Kalau di kuartal 1 Jokowi digempur habis-habisan dengan pendekatan agresif oposisi lalu Jokowi bertahan dengan pola defensif maka di kuartal 2 harus agresif dengan pendekatan positif," ucapnya.

Boni meyakini di kuartal kedua atau bulan Januari-April 2019, Tim Sukses dan pendukung Jokowi-Ma'ruf akan kembali menggunakan kampanye positif.

Tag: Pemilu Presiden (Pilpres), Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Kampanye Pemilu Damai

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20