Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,12% di awal sesi I.
  • 08:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,09 USD/barel
  • 08:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,88 USD/barel
  • 08:33 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.460 USD/troy ounce
  • 08:32 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,23% terhadap Dollar AS pada level 14.005 IDR/USD 
  • 08:31 WIB. Valas - Dollar AS diperdagangkan pada level 108,58 JPY/USD
  • 08:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3145 USD/GBP
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1057 USD/EUR
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,09% pada level 3.191
  • 08:24 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,18% pada level 23.400
  • 08:16 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,34% pada level 2.088

Prospek Saham Mantan Perusahaan Sandiaga Menyedihkan

Prospek Saham Mantan Perusahaan Sandiaga Menyedihkan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -
PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) dijatuhkan hukuman membayar denda sebesar Rp700 juta dengan tambahan uang pengganti sebesar Rp85 miliar oleh Pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan perusahaan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.
 
Menilik kasus tersebut, Analis Semesta Indovest Sekuritas, Aditya Perdana Putra mengatakan prospek ke depan saham emiten yang sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah (DGI) ini dilihat akan sulit.
 
"Sulit, nyatanya mereka akan jual aset dan gadai saham untuk membayar denda kasus tersebut," jelasnya kepada Warta Ekonomi, Jumat (4/1/2019).
 
Aditya menambahkan, baik dari sisi bisnis maupun manajemen, putusan pidana yang dijatuhkan kepada perseroan seperti ini sangat tidak disukai oleh investor. "Jika perusahaan tidak lagi mampu menjaga GCG, maka kepercayaan investor kan akan hilang," katanya.
 
Ia pun menyarankan kepada para investor yang masih memiliki saham di Nusa Konstruksi untuk menjualnya. "Untuk investor yg masih punya sahamnya kalau bisa jual di pasar nego saja, tetapi jika memang ingin menunggu silahkan, menurut saya akan cukup lama saham akan naik kembali," tutupnya.
 
Aditya menilai jika saham DGIK dinyatakan maka kenaikan saham bersifat temporer. Peluang ini dinyatakan Aditya masih memungkinkan, jika proses-proses penyelesaian atas kasus bisa selesai dan operasional berjalan normal oleh perseroan. "Maka bisa harga saham akan naik, tapi itu tadi, jika pun naik, akan temporer. Peluang ini pun bisa jadi tidak akan terealisasi dalam jangka waktu dekat," paparnya.
 
Selain itu, kenaikan saham bisa juga terjadi karena secara bisnis yang sudah kembali. "Tetapi untuk peluang ini menurut saya jelas berat untuk dicapai. Karena secara sustainable growth saya rasa akan butuh waktu yg lebih lama," pungkasnya.
 
Adapun, saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) di perdagangan Bursa Efek Indonesia terpantau stagnan di harga Rp50 per saham sejak Agustus 2018 lalu.
 
Sekedar Informasi, Sandiaga Uno 

Baca Juga

Tag: PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, Sandiaga Salahuddin Uno

Penulis: Nadya Zul El Nuha

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01