Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:40 WIB. CPO - Peluang ekspor CPO ke China terbuka di tengah perang dagang.
  • 14:38 WIB. Huawei - Google Blokir Huawei dari Play Store dan Android Updates.
  • 14:37 WIB. Unilever - Unilever membagikan dividen Rp9 triliun.
  • 13:55 WIB. TPMA - Trans Power Marine menebar dividen senilai US$4,93 juta.
  • 13:53 WIB. Daerah - Kontribusi mitra Go-Jek Rp1,7 triliun bagi ekonomi Makassar.
  • 11:22 WIB. Infrastruktur - Astra Infra mengincar proyek tol di jalur Trans Jawa.
  • 11:20 WIB. Ekonomi - Sektor konsumsi akan diandalkan pemerintah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2020.

Ini Alasan Mandiri Tambah Direktur Komersial Banking

Ini Alasan Mandiri Tambah Direktur Komersial Banking - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri memutuskan untuk mengangkat Riduan sebagai Direktur Commercial Banking. Sebelumnya, Riduan merupakan Senior Executive Vice President Middle Corporate Bank Mandiri.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan alasan perseroan menambah satu direktur baru karena Bank Mandiri menilai segmen kredit komersial (menengah korporasi) merupakan segmen yang cukup penting untuk bertumbuh, setelah adanya restrukturisasi kredit.

"Ini kami khusus bentuk lagi direktoratnya karena kami meyakini bahwa potensi bisnis Indonesia ke depan. Untuk segmen korporasi kita sudah jadi market share nomor satu tapi untuk segmen komersial kita juga ingin lebih dominan, dan diharapkan dengan direktur yang fokus khusus di segmen ini juga bisa membantu untuk saya bisa mengembangkan bisnisnya dengan lebih terpola," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Dia berharap melalui direktorat baru ini, kredit segmen komersial dapat tumbuh lebih sehat lagi yang ditunjukkan dengan terjaganya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL).

Hingga kuartal III-2018, NPL perseroan berada di angka 3,1%. Adapun NPL Bank Mandiri pada kuartal III 2018 mayoritas disumbang oleh sektor korporasi menengah atau komersial sebesar 10,86%. Dua sektor lain penyumbang NPL terbesar adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) 2,96% dan sektor konsumer 2,36%.

"Dan NPL-nya walaupun kurang tapi bisa kita jaga dengan baik," ucapnya.

Tiko, sapaan akrab Kartika mengatakan, hingga saat ini kredit segmen komersial atau korporasi menengah sebesar Rp130 triliun. Adapun sebelum ada direktorat ini segmen komersial banking masuk dalam segmen korporasi besar.

"Kita sepakat untuk membelah segmen korporat dan komersial. Segmen komersial perusahaan menengah yang belum listed di bursa, perusahaan lokal. Kita harap engine di komersial bisa tumbuh lebih sehat lagi," tukasnya.

Tag: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31