Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:05 WIB. Copa America Grup C -  Ekuador 1 vs 1 Jepang
  • 08:04 WIB. Copa America Grup C - Chile 0 vs 1 Uruguay
  • 06:53 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR menganggarkan Rp936,8 miliar dalam pembangunan venue PON.
  • 06:51 WIB. Minyak - U.S. crude futures dijual pada US$57.90 per barel, naik 47 sen, atau 0.8%.
  • 06:48 WIB. Minyak - Brent crude futures dijual pada US$64.86 per barel, turun  34 sen,  atau 0.5%.
  • 06:33 WIB. BCA - BCA menggelontorkan dana Rp193,6 juta untuk menyewa Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski.
  • 06:22 WIB. Uang kripto - Bitcoin diperdagangkan di atas US$11.000 Senin kemarin.
  • 23:08 WIB. Instagram - Instagram kembali uji fitur Stop Motion di Stories.
  • 22:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi luncurkan Mi CC, brand smartphone baru yang fokus di fotografi.
  • 22:46 WIB. Huawei - Bos Huawei janji Mate X meluncur September dan pakai Android.
  • 22:30 WIB. Facebook - Facebook kenalkan Laboratorium Inovatif atau LInov, tempat kopdar komunitas dan developer Indonesia.

Sepak Terjang dalam Kisah Pioner E-Commerce Indonesia, Bhinneka

Sepak Terjang dalam Kisah Pioner E-Commerce Indonesia, Bhinneka - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Platform e-commerce Bhinneka mengalami pertumbuhan sebesar dua digit selama lima tahun terakhir. Pertumbuhan itu didorong oleh tiga unit bisnis mereka, Bhinneka.com (B2C), Bhinneka Bisnis (UKM, korporasi, dan institusi pemerintahan), dan Bhinneka Digital Printing Solutions. Namun, tiga unit bisnis itu tidak langsung ada dari awal Bhinneka berdiri.

CEO dan Founder Bhinneka, Hendrik Tio membagikan kisah perkembangan bisnis Bhinneka selama 25 tahun ini, serta tantangan yang pernah mereka alami dalam perkembangannya. Warta Ekonomi berkesempatan menemui Hendrik pada Selasa (8/1/2019).

"Selama 25 tahun kami berinovasi dan terus menyesuaikan model bisnis kami agar dapat tumbuh dengan memberikan layanan terbaik kepada konsumen individual dan korporasi di Indonesia," ujar Hendrik.

Saat pertama didirikan, Bhinneka hanya menyediakan barang yang berkaitan dengan Digital Printing Solutions. Pemasarannya pun belum dilakukan secara online. Pada 1999 pascakrisis ekonomi melanda Indonesia, Bhinneka akhirnya meluncurkan platform Bhinneka.com dan mulai memasarkan barang berkaitan dengan teknologi dan informasi.

"Setelah krisis ekonomi, kami melihat potensi untuk masuk ke platform internet dan memberikan bentuk baru dalam berbelanja. Namun, saat itu infrastrukturnya jauh lebih sulit daripada sekarang. Namun, kami tetap beranikan diri untuk lakukan terobosan," papar Hendrik kepada Warta Ekonomi.

Namun, sebagai pioner e-commerce di Indonesia, mereka harus menghadapi tantangan dalam merebut kepercayaan masyarakat pada saat itu. Bentuk belanja yang baru dinilai sulit untuk diterima oleh para target konsumen.

Hendrik berujar, "Boleh dikatakan, kami adalah pioner dalam e-commerce dan untuk memenangkan hati pelanggan saat itu tidak mudah."

Akhirnya, pada 2001 Bhinneka membuka toko ritel offline pertama sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap platform mereka. Dengan strategi itu, mereka akhirnya bisa memenangkan kepercayaan konsumen.

"Lanjut ke 2011 saat internet sudah berkembang lebih matang, datanglah pemain besar yang cara berbisnisnya berbeda dengan visi awal kami. Di saat yang sama, konsumen kami dari korporasi meminta layanan serupa B2C. Jadi, kami masuk ke ranah B2B untuk memberikan experience berbeda kepada mereka, sesuai permintaan," jelas pendiri Bhinneka itu.

Pada 2012, LKPP mengajak Bhinneka untuk bekerja sama dalam menciptakan sistem e-katalog untuk pengadaan barang instansi pemerintah. Pihak Bhinneka pun masuk ke segmen pemerintahan melalui kerja sama tersebut.

Hendrik menuturkan, "Kami bagikan pengalaman Bhinneka selama bergerak di e-commerce. Akhirnya pada 2015, e-katalog LKPP diluncurkan. Kami pun menyuplai barang ke e-katalog melalui LKPP."

Layanan kepada segmen B2C, B2B, dan B2G itu membuahkan pertumbuhan dua digit dalam lima tahun terakhir. Lebih lanjut, pendapatan terbesar dihasilkan dari segmen B2G dengan besaran 50%, disusul B2B (30%), dan B2C (20%).

"Semua segmen punya peluang baik, kami perlu untuk lebih tanggap dalam menangkap peluang di pasar. Untuk pertumbuhan terbesar ada di B2B dengan nilai pertumbuhan 40%," kata Hendrik lagi.

Hingga saat ini, Bhinneka telah memili delapan toko offline dan 33 kantor representatif di seluruh ibukota provinsi untuk melayani konsumen dari semua segmen mereka. 

Tag: PT Bhinneka Mentari Dimensi (Bhinneka.com)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Bhinneka

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,796.17 3,758.20
British Pound GBP 1.00 18,146.63 17,964.21
China Yuan CNY 1.00 2,078.16 2,057.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,236.00 14,094.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,896.87 9,796.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.60 1,803.32
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.93 10,402.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,201.99 16,034.74
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,436.16 3,399.42
Yen Jepang JPY 100.00 13,261.29 13,125.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6288.465 -26.971 636
2 Agriculture 1450.595 31.302 21
3 Mining 1645.200 2.303 46
4 Basic Industry and Chemicals 764.357 -8.064 71
5 Miscellanous Industry 1275.075 -11.372 47
6 Consumer Goods 2401.342 -18.022 52
7 Cons., Property & Real Estate 488.300 -4.324 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1184.857 -9.303 74
9 Finance 1289.866 -1.565 90
10 Trade & Service 799.128 -0.102 159
No Code Prev Close Change %
1 POSA 288 360 72 25.00
2 SFAN 494 615 121 24.49
3 YPAS 382 468 86 22.51
4 ERAA 1,355 1,615 260 19.19
5 SMAR 4,600 5,450 850 18.48
6 WIIM 216 252 36 16.67
7 PTSN 1,235 1,425 190 15.38
8 KIOS 555 635 80 14.41
9 NICK 236 270 34 14.41
10 PGLI 430 476 46 10.70
No Code Prev Close Change %
1 YULE 204 181 -23 -11.27
2 TARA 825 740 -85 -10.30
3 TRIM 168 152 -16 -9.52
4 RDTX 8,800 8,000 -800 -9.09
5 BIKA 222 204 -18 -8.11
6 FIRE 4,940 4,590 -350 -7.09
7 BSSR 1,900 1,770 -130 -6.84
8 SKBM 466 436 -30 -6.44
9 AMIN 380 356 -24 -6.32
10 MMLP 400 376 -24 -6.00
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,355 1,615 260 19.19
2 MNCN 995 1,000 5 0.50
3 TLKM 4,040 3,980 -60 -1.49
4 INKP 9,975 9,450 -525 -5.26
5 APLN 246 260 14 5.69
6 BBRI 4,360 4,310 -50 -1.15
7 MAMI 101 100 -1 -0.99
8 HMSP 3,250 3,200 -50 -1.54
9 BTPS 3,020 3,140 120 3.97
10 SWAT 119 120 1 0.84