Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:20 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,83% di akhir sesi II.
  • 15:01 WIB. BUMN - Ekonom menilai perombakan direksi BUMN tidak lazim.
  • 13:44 WIB. Impor - Jepang minta penghapusan pembatasan impor saat pertemuan WTO 
  • 13:48 WIB. Jepang - Unicorn Mercari rugi sebesar US$110 juta
  • 14:01 WIB. Iran - Iran menyita kapal tanker asing yang diduga selundupkan bahan bakar 
  • 14:03 WIB. Perancis - Pajak perusahaan digital jadi fokus bahasan Menteri Keuangan Negara G7
  • 14:03 WIB. Jepang - 33 orang tewas terbakar di Studi Anime Kyoto
  • 13:43 WIB. Ebola - WHO umumkan darurat ebola di Republik Demokratik Kongo
  • 13:27 WIB. Drone - Pemerintah Iran membantah drone-nya ditembak AL AS.

Partai Baru Diprediksi Tak Lolos 'Senayan'

Partai Baru Diprediksi Tak Lolos 'Senayan' - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan pihaknya memprediksi parpol baru sulit lolos ambang batas parlemen. Sebab dinilai belum memunculkan figur yang mampu menarik pemilih.

"Tantangan dengan partai baru itu bagaimana dia bisa memunculkan tokoh yang kuat seperti SBY di 2004 atau 2009, tapi di partai baru ini kan belum," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Menurut Ardian, partai yang dinahkodai oleh Hary Tanoesoedibjo sebenarnya memiliki peluang lolos ke DPR. Dari hasil survei terbaru, elektabilitas Perindo berada di atas partai baru lainnya.

"Partai Perindo punya potensi lebih besar lolos PT dibanding dengan ketiga partai lainnya. Secara statistik elektabiltas Perindo 1,9% di bulan Desember 2018, jika ditambah margin of error survei 2,9% maka Perindo bisa mencapai batas minimal 4%," jelasnya.

Faktor yang membuat Perindo berada di atas partai baru lainnya, lanjut Ardian, adalah sosok Hary Tanoesoedibjo. Dimana lebih populer dibanding Ketum partai baru yang lain.

Tidak hanya itu, selain figur yang populer, partai baru juga harus memiliki gagasan yang kuat. Namun, Ardian melihat partai baru tersebut relatif belum memiliki gagasan yang kuat bahkan cenderung hanya sensasi.

"Gagasan dari partai baru ini relatif tidak terlalu terdengar. Kalau pun ada yang lebih banyak sensasi dibanding subtansi," katanya.

Ia mencontohkan gagasan dari PSI yang mempromosikan kultur modern barat soal agama dan wanita di ruang publik. Menurutnya, gagasan itu bagus, namun menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

"Seperti PSI, idenya banyak tetapi relatif berkontroversi di masyarakat. Perda anti syariah misalnya, itu gagasan bagus tetapi di masyarakat jadi kontroversi atau misalnya kemarin Award Kebohongan ternyata di masyarakat jadi kontroversi dan masyarakat tidak terlalu suka dengan hal yang kontroversi," terangnya.

Adapun hasil survei perolehan elektabilitas parpol baru di antaranya, Perindo pada Agustus memperoleh 1,7%, September 1,4%, Oktober 3%, November 2,2%, dan Desember 1,9%. Selanjutnya, PSI pada Agustus 0,2%, September 0,2%, Oktober 0,2, November 0,9%, dan Desember 0,1%.

Kemudian ada Partai Berkarya yang pada Agustus mendapatkan 0,1%, September 0,4%, Oktober 0,2%, November dan Desember masing-masing 0,1%. Sedangkan Partai Garuda pada

Agustus 0,1%, September 0,2%, Oktober 0,2%, November 0%, dan Desember 0,2,%.

Tag: Lembaga Survei Indonesia, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67