Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 16.495 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,84% pada level 23.280.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,69% pada level 2.780.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,42% pada level 2.450.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,64% pada level 5.489.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,37% pada level 17.818.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,34% pada level 1.724.

Belajar dari Kesulitan Apple, dari Turunnya Penjualan Hingga Saham

Belajar dari Kesulitan Apple, dari Turunnya Penjualan Hingga Saham - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Apple meraih triliun dolar Amerika Serikat pada musim panas tahun lalu, tetapi ternyata ternyata itu hanyalah angka. 4 bulan kemudian, Apple kehilangan lebih dari 1 per tiga nilai sahamnya.

Minggu lalu, perusahaan teknologi itu kehilangan US$75 miliar (Rp1,1 Kuadriliun) dengan nilai B di kapitalisasi pasar hanya dalam waktu sehari. Faktor penurunan pendapatan iPhone manjadi salah satu pemicu fenomena itu.

Selama perang dagang Amerika Serikat-China terus berlangsung dan ekonomi AS berada di musim dingin, saham Apple diperkirakan tidak akan mendekati ambang batas triliun lagi dalam waktu dekat. Antusiasme investor terhadap saham teknologi telah menurun sejak Agustus 2018.

Namun, orang seperti Bill Gates, Warren Buffet, dan Jeff Bezos mungkin masib memiliki beberapa miliar lebih pada momen tertentu, sehingga penurunan antisuasme investor tak terlalu menjadi masalah bagi mereka. Apple pun demikian, mereka tidak akan bangkrut hanya karena mengalami performa kuartal yang kurang baik.

Tidak ada perusahaan yang selalu bertumbuh, bahkan Apple. Mereka harus rehat beberapa waktu dengan proyeksi penurunan pemdapatan menjadi US$87 miliar, bukan US$91 miliar. Penurunan itu harus bisa dipahami oleh perusahaan dan investornya. Masih banyak produk Apple yang memiliki penjualan lebih baik dari iPhone.

Penurunan Harga Saham

Bukan hanya Apple yang mengalami penurunan harga saham, Wall Street pun merasakan hal serupa sejak November lalu. Ketika Apple menghentikan perdagangan minggu lalu dan mengumumkan pendapatan lebih rendah dari target, saham mereka juga ikut turun sebab itu ketakutan terburuk investor.

Parahnya, konsumen China menjatuhkan penjualam iPhone di negara tirai bambu itu. Pada Juni 2018, Reuters melaporkan pertumbuhan penjualan yanh sangat lemah. Selanjutnya, pada November 201i, Bloomberg mengabarkan, ekonomi China melambat jauh sebelum perang dagang terjadi.

Apple juga mengalami kesulitan dalam memasarkan iPhone XR di seluruh dunia. Ditambah lagi, fluktuasi yang terjadi pada nilai tukar mata uang. Begitu pula dengan faktor perang dagang. Namun, Analis Horace Dediu dari Asymco menilai, Apple menghasilkan pendapatan yang kuat dari perangkat keras di luar iPhone.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Apple Inc, Saham

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Yuya Shino

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62