Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal beli bisnis modem Intel.
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.
  • 16:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,46% di akhir sesi II.
  • 15:24 WIB. INKA - INKA mengirim 26 gerbong kereta ke Chittagong Port, Bangladesh.
  • 15:17 WIB. KRAS - Roy Edison mengajukan pengunduran diri dari jajaran Dewan Komisaris Krakatau Steel.
  • 14:36 WIB. Spa - Industri Spa di Indonesia potensial menangkan persaingan pasar internasional.
  • 14:13 WIB. Ekspor - Ekspor buah Indonesia tembus Argentina.
  • 13:51 WIB. PLN - PLN menargetkan zero accident di 2023.
  • 12:00 WIB. JSMR - Jasa Marga mencatatkan pendapatan sebesar Rp13,83 triliun pada semester I 2019.

Belajar dari Kesulitan Apple, dari Turunnya Penjualan Hingga Saham

Belajar dari Kesulitan Apple, dari Turunnya Penjualan Hingga Saham - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Apple meraih triliun dolar Amerika Serikat pada musim panas tahun lalu, tetapi ternyata ternyata itu hanyalah angka. 4 bulan kemudian, Apple kehilangan lebih dari 1 per tiga nilai sahamnya.

Minggu lalu, perusahaan teknologi itu kehilangan US$75 miliar (Rp1,1 Kuadriliun) dengan nilai B di kapitalisasi pasar hanya dalam waktu sehari. Faktor penurunan pendapatan iPhone manjadi salah satu pemicu fenomena itu.

Selama perang dagang Amerika Serikat-China terus berlangsung dan ekonomi AS berada di musim dingin, saham Apple diperkirakan tidak akan mendekati ambang batas triliun lagi dalam waktu dekat. Antusiasme investor terhadap saham teknologi telah menurun sejak Agustus 2018.

Namun, orang seperti Bill Gates, Warren Buffet, dan Jeff Bezos mungkin masib memiliki beberapa miliar lebih pada momen tertentu, sehingga penurunan antisuasme investor tak terlalu menjadi masalah bagi mereka. Apple pun demikian, mereka tidak akan bangkrut hanya karena mengalami performa kuartal yang kurang baik.

Tidak ada perusahaan yang selalu bertumbuh, bahkan Apple. Mereka harus rehat beberapa waktu dengan proyeksi penurunan pemdapatan menjadi US$87 miliar, bukan US$91 miliar. Penurunan itu harus bisa dipahami oleh perusahaan dan investornya. Masih banyak produk Apple yang memiliki penjualan lebih baik dari iPhone.

Penurunan Harga Saham

Bukan hanya Apple yang mengalami penurunan harga saham, Wall Street pun merasakan hal serupa sejak November lalu. Ketika Apple menghentikan perdagangan minggu lalu dan mengumumkan pendapatan lebih rendah dari target, saham mereka juga ikut turun sebab itu ketakutan terburuk investor.

Parahnya, konsumen China menjatuhkan penjualam iPhone di negara tirai bambu itu. Pada Juni 2018, Reuters melaporkan pertumbuhan penjualan yanh sangat lemah. Selanjutnya, pada November 201i, Bloomberg mengabarkan, ekonomi China melambat jauh sebelum perang dagang terjadi.

Apple juga mengalami kesulitan dalam memasarkan iPhone XR di seluruh dunia. Ditambah lagi, fluktuasi yang terjadi pada nilai tukar mata uang. Begitu pula dengan faktor perang dagang. Namun, Analis Horace Dediu dari Asymco menilai, Apple menghasilkan pendapatan yang kuat dari perangkat keras di luar iPhone.

Tag: Apple Inc, Saham

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Yuya Shino

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.00 3,706.58
British Pound GBP 1.00 17,507.41 17,325.92
China Yuan CNY 1.00 2,040.60 2,020.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,043.00 13,903.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,869.42 9,768.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.94 1,779.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.57 10,204.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,729.56 15,567.19
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.81 3,375.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,000.37 12,867.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67