Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal beli bisnis modem Intel.
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.

Berpotensi Tinggi, Airlangga Mau Genjot Ekspor Hortikultura

Berpotensi Tinggi, Airlangga Mau Genjot Ekspor Hortikultura - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kinerja ekspor tahun lalu dinilai masih jauh dari ekspetasi. Bahkan, diproyeksikan akan berlanjut di tahun ini akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai dalam jangka pendek pihaknya bakal menggenjot bisnis hortikultura ketimbang industri manufaktur. Airlangga menegaskan alasannya menggenjot bisnis hortikultura karena memiliki potensi yang besar dan lebih mudah ketimbang manufaktur.

Untuk itu, dalam jangka pendek, pihaknya bakal mendorong peningkatan ekspor di sektor tersebut, seperti pengalengan buah-buahan dan ekspor buah segar. Salah satu pengembangan yang sudah dilaksanakan adalah kawasan hortikultura di Lampung. Daerah ini sudah menghasilkan tanaman buah yang diolah dalam kalengan untuk diekspor ke sejumlah negara. "Utamanya, buah nanas dan pisang," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Selain itu, produk lain yang potensial untuk ditingkatkan ekspornya dalam waktu dekat, yakni perhiasan dan olahan ikan. Subsektor perhiasan dan permata diketahui sudah menghasilkan kinerja yang baik dengan mengalami pertumbuhan nilai paling besar untuk ekspor pada Oktober 2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor ini tumbuh sebesar 82,24% dengan nilai US$294,1 juta.

Airlangga menambahkan, sektor perikanan juga memiliki potensi besar, mengingat Indonesia mempunyai luas perairan lebih besar dibanding dengan daratan. Potensi nilai manufakturnya besar untuk diolah dan dikirim ke luar negeri. "Tapi, tentu ada kendala dalam ketersediaan bahan pengolah," tuturnya.

Dalam peta jalan industri 4.0, Kemenperin memiliki target di sektor industri makanan dan minuman. Yakni, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama industri makanan dan minuman di dunia.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah memaksimalkan olahan buah dan sayuran pada tiga hingga lima tahun ke depan. Tujuan utamanya, mengurangi ketergantungan impor bahan baku produk pertanian, sehingga mampu meningkatkan efisiensi di seluruh rantai nilai industri melalui penerapan industri 4.0.

Tag: Ekspor, Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.00 3,706.58
British Pound GBP 1.00 17,507.41 17,325.92
China Yuan CNY 1.00 2,040.60 2,020.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,043.00 13,903.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,869.42 9,768.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.94 1,779.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.57 10,204.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,729.56 15,567.19
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.81 3,375.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,000.37 12,867.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67