Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:32 WIB. RIP - Dirjen International Atomic Energy Agency (IAEA) Yukiyo Amano meninggal dunia
  • 01:17 WIB. Narkoba - Presiden Filipina desakkan ke parlemen untuk sahkan UU hukuman mati untuk narkoba ilegal dan koruptor
  • 22:52 WIB. Samsung - Samsung siap rilis kembali Galaxy Fold.
  • 22:33 WIB. Huawei - Fokus utama Huawei masih Android, belum pikirkan rencana B.
  • 22:21 WIB. Asus - Asus rilis ROG Phone II, pakai layar 120Hz dan Snapdragon 855 Plus.
  • 21:30 WIB. Hong Kong - Beijing mengatakan bahwa para demonstran sedang menguji kesabarannya.
  • 20:21 WIB. Go-Jek - Go-jek resmi ganti logo perusahaan.
  • 19:01 WIB. Milenial - Menperin: Skill yang harus dikuasai milenial adalah penguasaan data, artificial intelligence, IoT (device, network, aplikasi)
  • 18:53 WIB. Stimulus - Menteri Perindustrian: Segera diterbitkan regulasi PPnBM untuk otomotif berbasis emisi dan tax holiday untuk electric battery

Sisa Tiga Bulan, Prabowo Bakal Salip Elektabilitas Jokowi

Sisa Tiga Bulan, Prabowo Bakal Salip Elektabilitas Jokowi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai tiga bulan merupakan waktu yang cukup untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas Prabowo-Sandiaga dibandingkan Jokowi-Ma'ruf.

"Jangankan tiga bulan, bulan ini juga sudah pasti terkejar," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Hal itu dikatakannya terkait hasil survei Indikator yang menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, memiliki elektabilitas 54,9%.

Angka itu unggul 20,1% dibandingkan dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memiliki elektabilitas 34,8%.

Fadli mengatakan dirinya meyakini bulan Januari elektabilitas Prabowo-Sandi akan "menyalip" elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan di bulan Maret akan semakin solid.

"Saya kira ini akan memperkuat kemenangan Prabowo-Sandi," ujarnya.

Selain itu dia menilai berdasarkan survei internal Gerindra, jarak elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi sudah tipis sehingga diyakini Januari ini sudah terlampaui.

Dia juga mengkritik hasil survei beberapa lembaga yang metodologinya perlu dievaluasi karena beberapa hasil surveinya tidak akurat.

"Misalnya di Pilkada Jawa Barat, pasangan Sudrajat- Syaikhu hasil lembaga survei menunjukkan elektabilitasnya 6-7% namun pada kenyataannya mencapi 29%. Di Pilkada Jateng juga begitu, Sudirman Said-Ida Fauziyah disurvei 10% namun kenyataannya meraih 42%," katanya.

Dia juga mencatat adanya persoalan integritas lembaga survei karena mereka selama ini tidak mau jujur siapa yang membiayai survei tersebut sehingga seharusnya deklarasi siapa yang membayar.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin meskipun saat ini memiliki elektabilitas 54,9% tapi masih belum aman untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

"Masih tingginya swing voters yakni pemilih yang masih dapat merubah pilihannya yakni mencapai 25%, maka masih ada peluang pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk memenangkan pemilu 2019," kata Burhanuddin di Jakarta, Selasa (8/1).

Burhan menjelaskan, kalau pemilu presiden diselenggarakan saat ini, maka pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memenangkan pemilu presiden, tapi karena pemilu presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 atau sekitar tiga bulan mendatang, maka elektabilitas 54,9% masih belum aman.

Tag: Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Joko Widodo (Jokowi), Fadli Zon, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Kornelis Kaha

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,741.34 3,703.91
British Pound GBP 1.00 17,552.48 17,370.42
China Yuan CNY 1.00 2,040.90 2,020.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,033.00 13,893.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,880.64 9,780.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.20 1,780.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.80 10,204.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,740.82 15,578.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.69 3,374.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,998.33 12,865.08

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67