Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:02 WIB. Garuda - BPK sedang lakukan pemeriksaan laporan keuangan Garuda.
  • 13:59 WIB. UKM - Menkop dan UKM resmikan Kapung Ramadan 2019.
  • 13:58 WIB. BEI - BEI siap lakukan uji coba protokol krisis.
  • 13:56 WIB. KSEI - Tingkatkan perlindungan investor, KSEI rilis AKSes Next-G.
  • 13:55 WIB. Obligasi - Agung Podomoro Land akan lakukan refinancing obligasi Rp750 miliar. 
  • 13:55 WIB. Kredit - Anak usaha SHIP terima kredit perbankan dari Bank Mandiri. 
  • 13:53 WIB. Sengketa - Anak Usaha Bayan memenangkan kasus sengketa tanah.
  • 13:53 WIB. MNC - MNCN akan rilis RCTI+ untuk genjot pendapatan digital.

Target Produksi Batu Bara Turun, Jonan Klaim Produksi Listrik Tetap Aman

Target Produksi Batu Bara Turun, Jonan Klaim Produksi Listrik Tetap Aman - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Walaupun tahun ini target produksi batu bara alami penurunan  sekitar 480 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya yakni mampu menyentuh diangka 528 juta ton. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan masih optimis produksi listrik yang di lakukan PT PJB Unit Pembangkitan Paiton I dan II di Probolinggo Jatim tidak pengaruh dengan kelistrikan nasional.

“Tidak ada pengaruh walau target produksi batu bara tahun alami penurunan. Bahan batu bara ini masih tetap menjadi andalan PLTU sepuluh tahun kedepan. di negara Eropa misalnya di Polandia penggunaan batu bara untuk PLTU juga masih sekitar 60%, Amerika Serikat mungkin sudah sedikit di bawah 40%, tapi masih ada kok," tegas Jonan pada Warta Ekonomi saat kunjungan kerjanya di kantor PT PJB Unit Pembangkitan Paiton I dan II di Probolinggo Jatim, Selasa (8/1/2019) sore.

Lebih lanjut Jonan mengatakan, pihaknya meminta pada PT PJB sebagai induknya untuk meningatkan teknologi dan pengelolaan lingkungannya  untuk ditingkatkan . Hal ini dikarenakan kompleks PLTU  Paiton merupakan pembakit terbesar di Jawa selama ini

"Tapi menurut saya komplek Paiton I dan II ini sudah bagus, coba ditingkatkan teknologinya sehingga bisa mengurangi emisi atau efek polusi udara," ujar Jonan.

Sementara itu Direktur Operasi I PT PJB Sugianto menjelaskan, kapasitas PLTU Paiton unit 1 dan 2 yang dikelola oleh PJB saat ini sebesar 2 X 400 Megawatt (MW).

“Tahun ini kami akan memaksimalkan operasional produksi listrik sesuai dengan kapasitas tersebut. Biasanya lebih rendah dari angka 2X400 MW,” ujar Sugianto, Rabu (9/1/2019).

Selain itu, Sugianto juga mengungkapkan, di pesta demokrasi tahun ini pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap operasional pembangkit. Tujuannya, menjamin pasokan kelistrikan demi suksesnya pemilu.

“PLTU Paiton adalah tulang punggung kelistrikan Jawa dan Bali. Kami optimis mampu memasok listrik dengan aman,” katanya.

Terpisah General Manager PT Unit Pembangkit Paiton Mustofa menambahkan, tahun 2018 lalu dari total kapasitas produksi listrik PLTU Paiton unit 1 dan 2, yang berhasil terjual sekitar 80%.

“Penjualan listrik tiap tahun itu selalu bergantung pada perencanaan dan pemeliharaan pembangkit. terkait target sampai akhir tahun 2019 sebenarnya masih menunggu hasil perencanan tahunan perusahaan. Tapi kami perkirakan angka penjualannya bisa meningkat menjadi 83 persen dari total kapasitas,” ungkapnya.

Tag: Ignasius Jonan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31