Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - Naik lagi, IHSG dibuka menguat 0,13% ke level 6.417,13 di awal perdagangan, Rabu (16/01/2019).
  • 08:36 WIB. ULN - BI: Total utang Indonesia baik utang pemerintah maupun swasta mencapai US$372,9 miliar.
  • 08:35 WIB. Citilink - Akhir Januari, Citilink akan hapus layanan bagasi gratis.
  • 08:35 WIB. BNI - Kuartal II 2019 BNI berencana menerbitkan surat utang hingga Rp8 triliun.
  • 08:10 WIB. PTBA - PTBA membidik penjualan batu bara pada tahun ini mencapai 24 juta-26 juta ton.
  • 08:07 WIB. Mandiri - Mandiri menargetkan punya 50.000 agen Laku Pandai di 2019.
  • 08:06 WIB. BNI - Kinerja saham BNI tercatat menguat 2,27% sepanjang tahun berjalan 2019.
  • 07:49 WIB. Himbara - Himbara memasang target pertumbuhan bisnis yang lebih moderat pada 2019.
  • 07:48 WIB. PLN - PLN akan memfasilitasi 9 pengembangan listrik swasta dalam proyek energi terbarukan.
  • 07:43 WIB. UMKM - Posisi pembiayaan UMKM ekspor sebesar 15.900 dengan penjaminan sebesar Rp310 miliar.
  • 22:01 WIB. Spotify - Pengguna aktif bulanan Spotify tembus 200 juta.

Marak Kasus Pemerasan Seksual Anak, KPAI Ingatkan Peran Orang Tua

Foto Berita Marak Kasus Pemerasan Seksual Anak, KPAI Ingatkan Peran Orang Tua
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Bidang Pornografi dan Kejahatan Siber Putu Elvina mengatakan saat ini para orang tua harus mewaspadai tren kejahatan "sextortion cyber crime"atau kejahatan pemerasan yang menyasar anak-anak sebagai korban dengan cara memancing kedekatan secara seksual.

 

"Kejahatan berbasis sextortion cyber mulai trend ya," kata Putu Elvina saat dihubungi, Rabu.

 

Kejahatan ini dilakukan dengan membuat anak yang menjadi korban menjalin hubungan di media sosial dengan orang dewasa yang sama sekali belum pernah ditemuinya namun hubungannya sangat dekat layaknya orang yang sedang menjalin asmara.

 

Ketika hubungan sudah terjalin akrab, maka pelaku yang merupakan pria dewasa biasanya meminta foto tanpa busana kepada korban dengan pelaku yang memancing dengan mengirimkan terlebih dulu foto pelaku.

"Awalnya yang dewasa kirim dulu. Nanti kan bilang saya sudah kirim, kamu juga dong," kata dia.

Setelah korban mengirim foto tanpa busana, kemudian pelaku mulai memeras korban dengan meminta kuota internet, pulsa telepon hingga uang. Jika tidak dituruti, pelaku kemudian mengancam akan menyebarkan foto bugil korban.

"Kalau anak ini mulai menghindar, si pelaku ini menyebarkan gambar si anak ke teman Facebook, Instagram, kemudian (teman korban) jadi pada tahu," kata dia.

Karena gambar tanpa busana milik korban itu sudah menyebar ke lingkungan teman-teman korban, pihak sekolah akhirnya memilih untuk meminta korban untuk keluar dari sekolah.

Adanya tren kejahatan ini, Putu meminta para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dalam menggunakan ponsel pintar.

Pada awal tahun 2019 ini, Putu mengatakan KPAI sudah mendapat laporan tentang kasus ini. "Di tahun ini ada laporan anak yang sudah pindah sekolah, tapi pelaku tetap mengejar," ujar dia.

Untuk itu, ia berharap orang tua senantiasa mengecek isi data ponsel milik anak.

"Kalau komunikasi anak dan orangtua bagus maka anak akan cerita dia di medos ngapain aja. Kemudian kalau HP anak itu jangan di password, jadi suatu saat HP bisa dicek," kata Putu.

Tag: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kekerasan Seksual, kekerasan anak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/REUTERS/Bassam Khabieh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6408.784 72.668 625
2 Agriculture 1585.036 -7.210 21
3 Mining 1844.340 15.139 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.845 21.295 71
5 Miscellanous Industry 1394.631 2.064 46
6 Consumer Goods 2652.095 37.658 51
7 Cons., Property & Real Estate 480.742 8.835 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1130.455 19.871 71
9 Finance 1213.694 9.336 91
10 Trade & Service 786.524 2.437 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 186 250 64 34.41
2 INPP 525 650 125 23.81
3 LPCK 1,900 2,340 440 23.16
4 OCAP 268 330 62 23.13
5 MLPL 84 99 15 17.86
6 MTSM 177 206 29 16.38
7 SDMU 55 62 7 12.73
8 UNIT 240 268 28 11.67
9 IMAS 2,560 2,840 280 10.94
10 HDFA 158 174 16 10.13
No Code Prev Close Change %
1 ARTA 1,310 1,000 -310 -23.66
2 ABDA 5,600 4,480 -1,120 -20.00
3 BEEF 318 268 -50 -15.72
4 TFCO 765 665 -100 -13.07
5 KICI 290 260 -30 -10.34
6 SKBM 560 510 -50 -8.93
7 TPMA 242 222 -20 -8.26
8 POLI 1,575 1,445 -130 -8.25
9 INTD 175 161 -14 -8.00
10 RIGS 228 210 -18 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 INPC 74 79 5 6.76
3 UNTR 26,000 25,600 -400 -1.54
4 WSKT 1,975 2,090 115 5.82
5 TRAM 182 190 8 4.40
6 ASII 8,150 8,150 0 0.00
7 PTSN 1,630 1,520 -110 -6.75
8 TLKM 3,850 3,930 80 2.08
9 KPAS 220 222 2 0.91
10 BBRI 3,790 3,780 -10 -0.26