Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:13 WIB. JSMR - Jasa Marga memproyeksikan volume kendaraan di jalan tol berpotensi menanjak pada tahun ini.
  • 08:13 WIB. BRI - Lebaran tahun ini BRI menyediakan uang tunai dua kali lipat.
  • 08:09 WIB. PPRO - PT PP Properti menanam modal Rp14 triliun—Rp16 triliun untuk mengembangkan kawasan superblok di area Jembatan Suramadu.
  • 06:24 WIB. PTPP - PT PP mengantongi kontrak baru Rp10,75 triliun per akhir April 2019.
  • 06:23 WIB. PNM - PNM bakal menaikkan target tahunan seiring dengan peningkatan kinerja yang berlipat.

Tahun Politik Kerja DPR Makin Tak Karuan? Begini Pembelaan Bamsoet

Tahun Politik Kerja DPR Makin Tak Karuan? Begini Pembelaan Bamsoet - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan komitmen lembaganya terkait dengan tugas legislasi tetap berjalan dan tidak terganggu meskipun menghadapi tahun politik.

Bambang Soesatyo berharap Pemerintah sebagai mitra kerja DPR RI juga bisa aktif menyelesaikan beberapa pembahasan rncangan undang-undang (RUU).

"Kawan-kawan di DPR RI tadi sudah bersepakat bahwa tugas kedewanan tidak akan macet hanya karena Pemilu yang tinggal sekitar 3 bulan lagi," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Hal itu dikatakan Bambang usai pertemuan dengan pimpinan komisi DPR RI dan alat kelengkapan dewan di ruang kerjanya di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

Bambang mengatakan bahwa tugas politik menyukseskan pemilu dengan tugas kedewanan sebagai wakil rakyat merupakan dua hal yang tidak boleh dibenturkan, apalagi saling mengorbankan.

Oleh karena itu, dia menilai sukses pemilu juga harus dibarengi dengan sukses kerja kedewanan. Setidaknya ada beberapa RUU yang ditargetkan bisa diselesaikan segera.

Ia menyebutkan sejumlah RUU, yakni RUU tentang Perkoperasian, RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, RUU tentang Kebidanan, RUU tentang Ekonomi Kreatif, RUU Karantina hewan, Ikan, dan Tumbuhan, RUU Energi Baru Terbarukan, RUU Kebidanan, dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

Bambang menilai semua RUU tersebut bukan RUU yang mengawang-awang, melainkan RUU yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Menurut dia, DPR RI dan pemerintah memang tidak menargertkan penyelesaian RUU dari segi kuantitasnya, tetapi dari segi kualitas dan tingkat urgensi dalam kehidupan masyarakat.

"DPR tidak bisa menyelesaikan RUU menjadi undang-undang (UU) tanpa adanya kerja sama dengan pemerintah. Sesuai dengan Pasal 20 UUD NRI Tahun 1945, penyusunan Program Legislasi Nasional dan pembahasan RUU tidak bisa dilakukan DPR secara sepihak," ujarnya.

Bambang menilai pembahasan RUU bukan hanya menjadi tanggung jawab DPR, melainkan juga merupakan tanggung jawab bersama pemerintah. Oleh karena itu, menurut dia, peran pemerintah sangat besar karena kementerian terkait ikut dalam pembahasan RUU sejak awal.

Dengan demikian, apabila pemerintah tidak hadir, otomatis RUU tidak dapat dibahas.

Selain dalam bidang legislasi, katanya lagi, pada tahun politik ini DPR RI juga tetap melaksanakan pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara dalam APBN 2019. "Ingar-bingar politik tidak boleh menghambat geliat pembangunan ataupun mengendurkan program-program pro kerakyatan yang sudah disusun dalam APBN 2019," katanya.

Ia menegaskan bahwa DPR RI dan pemerintah memegang teguh menjadikan APBN sebagai alat memakmurkan rakyat, bukan sebagai alat politik memperkaya diri ataupun masing-masing golongan. Pada tahun politik ini, menurut dia, DPR tetap pastikan APBN 2019 dimanfaatkan sebagaimana ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

Tag: Bambang Soesatyo, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilu

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,877.91 3,838.59
British Pound GBP 1.00 18,596.48 18,410.88
China Yuan CNY 1.00 2,111.71 2,090.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,541.00 14,397.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,030.38 9,923.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,852.45 1,834.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,592.99 10,486.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,253.93 16,091.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,487.05 3,449.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,229.92 13,095.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10